Responsive Banner

Wudhu sebagai terapi marah: Penelitian kualitatif di Madrasah Mu'alimin Mu'alimat Atas Tambakberas Jombang

Prilaksmana, Basroni (2013) Wudhu sebagai terapi marah: Penelitian kualitatif di Madrasah Mu'alimin Mu'alimat Atas Tambakberas Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09410088_Pendahuluan.pdf

Download (606kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09410088_Indonesia.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09410088_Inggris.pdf

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09410088_Bab_1.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09410088_Bab_2.pdf

Download (696kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09410088_Bab_3.pdf

Download (389kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09410088_Bab_4.pdf

Download (510kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09410088_Bab_5.pdf

Download (828kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 6)
09410088_Bab_6.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09410088_Daftar_Pustaka.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09410088_Lampiran.pdf

Download (491kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Marah merupakan fenomena yang sering dijumpai pada masyarakat dalam ranah sosial dan komunikasi. Dengan ini akan dibahas dari beberapa rumusan masalah; Bagaimana bentuk-bentuk wudhu yang dilakukan siswa MMA Bahrul Ulum, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi marah siswa, bagaimana proses wudhu sebagai terapi marah siswa, dan bagaimana bentuk perubahan perilaku marah setelah diberikan treatment wudhu.

Tujuan penelititan ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk wudhu yang dilakukan di MMA Bahrul Ulum Tambak Beras. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku marah.Untuk mengetahui proses wudhu sebagai terapi marah. Untuk menemukan bentuk perubahan perilaku pada subjek setelah diberikan treatment dengan wudhu.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti merasa tepat menggunakan pendekatan fenomenologi, karena untuk mendapatkan hasil yang komprehensif tentang asumsi-asumsi pada guru yang mengamalkan dawaimul wudhu yang selalu berwudhu pada saat batal bisa menenangkan emosi sehingga tidak mudah marah seperti yang dipaparkan dalam penelitian ini menggunakan perspektif subjek penelitian. Peneliti dapat ikut langsung berpartipasi langsung pada saat melakukan wudhu yang dilakukan oleh responden. Peneliti menggunakan 1 subjek utama. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan reduktif fenomenologis selama pengumpulan data berlangsung.

Hasil penelitian diperoleh bahwa wudhu merupakan sebagai salah satu pencair marah seseorang. Karena jika seseorang bisa mengendalikan marah dengan sebaik mungkin diri seseorang tersebut dari kemarahan yang dilakukan dengan wudhu itu, sesungguhnya adalah hal yang sangat luar biasa. Karena susah sekali jika seseorang umumnya tidak bisa mengendalikan kemarahan yang hadapi pada dirinya karena sesungguhnya kemarahan itu sebenarnya adalah nafsu yang ada dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh setan.

ENGLISH:

Angry is a common phenomenon in the society in social and communication domains. This will be discussed with the formulation of a problem; What forms of MMA students performed ablution Bahr Ulum, the factors that influence the angry students, how the therapy process is ablution as angry students, and how the form of angry behavior change after being given treatment ablution

Research goal is to determine the forms of ablution is performed in MMA Bahr Ulum Rice Pond. To determine the factors that influence the behavior of angry. To know ablution as a therapeutic process upset. To find a form of behavior change in the treatment given to the subject after ablution.

This study uses a qualitative, phenomenological approach. Researchers feel right using phenomenological approach, because to obtain comprehensive results about the assumptions on which practice teachers always dawaimul ablution ablution void when can calm the emotions so it is not easily angered as described in this study uses the perspective of research subjects. Researchers can participate directly berpartipasi directly when performing ablution performed by the respondents. Researchers used 1 main subject. The data was collected and then analyzed using a phenomenological reductive during data collection took place.

The result showed that the ablution is as an angry person diluent. Because if someone can control angry with the best possible person of anger ablution performed with it, is actually a very unusual thing. Because if someone is generally hard to control the anger that can not face the real anger on him because it is actually a passion that is in a person who is influenced by the devil.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arifin, Zainul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDArifin, ZainulUNSPECIFIED
Keywords: Wudhu; Marah; Wudhu; Angry
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170101 Biological Psychology (Neuropsychology, Psychopharmacology, Physiological Psychology)
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170101
Depositing User: Dwi Aprilia Gendhis
Date Deposited: 11 Sep 2015 09:48
Last Modified: 11 Sep 2015 09:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1742

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item