Kebahagiaan sejati (authentic happiness) remaja dengan latar belakang keluarga broken home: Studi kasus di Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang

Dewantara, Nur Dhiny (2012) Kebahagiaan sejati (authentic happiness) remaja dengan latar belakang keluarga broken home: Studi kasus di Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08410154_Pendahuluan.pdf

Download (490kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08410154_Indonesia.pdf

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08410154_Inggris.pdf

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08410154_Arab.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08410154_Bab_1.pdf

Download (291kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08410154_Bab_2.pdf

Download (398kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08410154_Bab_3.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08410154_Bab_4.pdf

Download (615kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08410154_Bab_5.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08410154_Daftar_Pustaka.pdf

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
08410154_Lampiran.pdf

Download (70kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Selama rentang kehidupan manusia yang dimulai sejak lahir sampai meninggal, banyak fase perkembangan dan pertumbuhan yang harus dilewati. Dari semua fase perkembangan dan pertumbuhan tersebut, salah satu fase yang penting dan menjadi pusat perhatian adalah fase remaja. Dalam proses perkembangan remaja yang juga dikenal sebagai masa strom dan stress, remaja membutuhkan perhatian dan bantuan dari orang-orang yang dekat dengannya, terlebih orang tua ataupun keluarga. Melihat peranan orang tua ataupun keluarga yang begitu besar dalam perkembangan remaja, tidaklah salah apabila pemenuhan fungsi keluarga menjadi faktor penting. Namun terkadang fungsi tersebut justru tidak berjalan dengan maksimal, hal tersebut terlebih karena terjadinya broken home yang kemudian sedikit banyak akan berdampak pada perkembangan remaja itu sendiri. Namun dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh remaja dengan latar belakang keluarga broken home tersebut tidak lantas membuatnya terpuruk dan jauh dari kebahagiaan.

Berpijak dari uraian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1.konsep kebahagiaan sejati (authentic happiness) pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home di panti asuhan Nurul Abyadh Malang berdasarkan teori Seligman 2.konsep kebahagiaan sejati (authentic happiness) pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home di panti asuhan Nurul Abyadh Malang berdasarkan perspektif subyek sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan merupakan suatu studi kasus tunggal. Dalam mengumpulkan data digunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dan digunakan adalah berupa kata-kata, dokumen, serta laporan yang semuanya diperoleh dari salah satu anak asuh panti asuhan selaku subyek penelitian, teman dekat subyek, dan pengurus panti asuhan. Tehnik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, meyajikannya, kemudian melakukan verivikasi guna menarik suatu kesimpulan. Untuk keabsahan data dilakukan Authencity dan Analisis triangulasi.

Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa: 1.subyek telah dapat mencapai kebahagiaan sejati berdasarkan teori Seligman, walaupun dirasa masih belum optimal. Hal tersebut tergambar dari bagaimana subyek mempunyai optimisme terhadap masa depan yang baik dan juga kebahagiaan pada masa sekarang yang diperolehnya sehingga membuat subyek dapat memperoleh pleasure dan gratification. Namun hal tersebut masih belum didukung dengan kepuasan subyek terhadap masa lalu yang dirasa belum optimal. Disamping itu kebahagiaan sejati dapat diraih oleh subyek melalui beberapa faktor dari lingkungan (circumstances), diantaranya adalah faktor kehidupan sosial, emosi positif, agama, usia dan pendidikan. Sedangkan faktor uang, kesehatan, iklim, ras dan jender dianggap oleh subyek sebagai faktor yang tidak terlalu berkontribusi terhadap kebahagiaan sejati yang dirasakan. 2. Kebahagiaan sejati menurut subyek merupakan sebuah kebahigaan yang dapat di ukur melalui beberapa aspek, yaitu sosial, psikologis, fisiologis, dan spiritual. Disamping itu kebahagiaan yang dirasakan oleh subyek meliputi kebahagiaan pada masa lalu dan kebahagiaan pada saat ini.

ENGLISH:

Over the span of human life which begins from birth to death, many phases of development and growth that must be overcome. Of all the phases of development and growth, one important phase and the center of attention is the adolescent phase. In the process of adolescent development, also known as the time and stress strom, teens need attention and assistance from the people close to him, especially the elderly or families. See the role of parents and family were so great in adolescent development, it is not wrong for a family function fulfillment is an important factor. But sometimes the function is just not working optimally, it is especially because of the broken home and then to some extent will have an impact on adolescent development itself. But of the various problems faced by adolescents with a family background broken home does not necessarily make it sank and away from happiness.

On the basis of the description above, the purpose of this study is to determine: 1. concept true happiness (authentic happiness) in adolescents with a family background of broken home in Orphanage Abyadh Nurul Malang by Seligman`s theory. 2. concept true happiness (authentic happiness) on teen with a family background broken home in Orphanage Abyadh Nurul Malang based on own perspective subjects. The approach used in this study is a qualitative research approach and the descriptive method is a single case study. In gathering the data used interviews, observation and documentation.

Data is collected and used in the form of words, documents, and reports which are derived from one orphanage foster children as research subjects, a close friend of the subject, and orphanage administrators. Technical analysis of the data is done by reducing the data, present it, and then perform verification in order to draw a conclusion. To do authencity and validity of the data analysis triangulation.

From research conducted found that: 1.subject have been able to achieve true happiness by Seligman's theory, although it is still not optimal. It illustrated how the subject has optimism for the future happiness and well obtained in the present so as to make the subject can gain pleasure and gratification. But it is still not supported by the subject to the satisfaction of the past that are still not optimal. Besides that true happiness can be achieved by the subject through some of the environmental factors (circumstances), including the factor of social life, positive emotions, religion, age and education. While the factor of money, health, climate, race and gender are considered by the subjects as a factor that is not overly contribute to true happiness is felt. 2. True happiness is a happiness by subject that can be measured in several aspects, social, psychological, physiological, and spiritual. Besides the happiness felt by the subject in the past include happiness and joy at this time.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Jamaluddin, Muhammad
Keywords: Broken Home; Authentic Happiness; Broken Home; Authentic Happiness
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing
Departement: Fakultas Ekonomi > Jurusan Manajemen
Location: 170102
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 28 Sep 2015 05:55
Last Modified: 28 Sep 2015 05:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2214

Actions (login required)

View Item View Item