Dzikri S, Muhammad Aimar (2026) Hubungan komitmen organisasi dengan keseimbangan kerja kehidupan pada karyawan lokal di Perusahaan X dan Y. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
220401110258.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. (7MB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Kehadiran perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, telah memperkenalkan budaya kerja yang berbeda, termasuk sistem kerja intensif yang dikenal sebagai budaya “996”. Situasi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta komitmen organisasi karyawan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat komitmen organisasi, menilai tingkat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menganalisis hubungan antara komitmen organisasi dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi di kalangan karyawan lokal di perusahaan-perusahaan Tiongkok di Jawa Timur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 167 karyawan lokal yang bekerja di PT New Hope East Java (Sidoarjo dan Mojokerto) dan PT Haida Agriculture Indonesia (Pasuruan), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel komitmen organisasi diukur menggunakan skala yang didasarkan pada teori Meyer & Allen (1991), yang mencakup dimensi komitmen afektif, komitmen kontinuitas, dan komitmen normatif. Variabel keseimbangan kehidupan kerja diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan berdasarkan teori Fisher (2001), yang mencakup dimensi keseimbangan waktu, keseimbangan keterlibatan, dan keseimbangan kepuasan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho.
Berdasarkan temuan studi ini, keseimbangan kehidupan kerja sebagian besar karyawan lokal masuk ke dalam kategori sedang (95,2%), dengan keseimbangan kepuasan menjadi faktor terpenting (53,5%). Sementara itu, komitmen afektif merupakan komponen terkuat (39,8%), dengan sebagian besar komitmen organisasi masuk ke dalam kelompok tinggi (71,9%). H₀ diterima sedangkan H₁ ditolak berdasarkan temuan uji korelasi Spearman's Rho, yang menunjukkan koefisien korelasi sebesar −0,114 dengan nilai signifikansi 0,144 (p > 0,05). Dengan demikian, di antara pekerja lokal di perusahaan-perusahaan Tiongkok di Jawa Timur, dedikasi kerja dan keseimbangan kehidupan kerja tidak berkorelasi secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi karyawan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor normatif dan budaya, serta pertimbangan ekonomi, daripada oleh kondisi keseimbangan kerja-kehidupan secara langsung dalam konteks budaya kerja korporat Tiongkok, yang sangat menekankan nilai-nilai Konfusianisme, loyalitas, dan kolektivisme organisasi. Secara praktis, hasil-hasil ini menunjukkan bahwa upaya perusahaan untuk meningkatkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan tidak selalu akan meningkatkan komitmen mereka terhadap pekerjaan; sebaliknya, manajemen sebaiknya mempertimbangkan budaya organisasi, faktor-faktor normatif, serta kesejahteraan finansial karyawan lokal sebagai strategi yang lebih relevan untuk meningkatkan komitmen terhadap pekerjaan.
ENGLISH:
The presence of Chinese companies in Indonesia, particularly in East Java, introduces a distinctive work culture, including an intensive working system commonly known as the "996" culture. This condition potentially influences both the Keseimbangan kerja-kehidupan and the organizational commitment of local employees. This study aims to identify the level of work commitment, the level of Keseimbangan kerja-kehidupan , and to analyze the relationship between work commitment and Keseimbangan kerja-kehidupan among local employees in Chinese companies in East Java.
This research employed a quantitative approach with a correlational design. The research subjects consisted of 167 local employees working at PT New Hope East Java (Sidoarjo and Mojokerto) and PT Haida Agriculture Indonesia (Pasuruan), selected through purposive sampling. Work commitment was measured using a scale based on Meyer & Allen’s (1991) three-component model, encompassing affective commitment, continuance commitment, and normative commitment. Keseimbangan kerja-kehidupan was measured using an instrument developed based on Fisher’s (2001) theory, comprising time balance, involvement balance, and satisfaction balance dimensions. Data analysis employed Spearman’s Rho correlation test.
The results revealed that the majority of local employees had a moderate level of Keseimbangan kerja-kehidupan (95.2%), with satisfaction balance as the most dominant dimension (53.5%). Work commitment was predominantly at a high level (71.9%), with affective commitment as the strongest component (39.8%). The Spearman’s Rho correlation test yielded a correlation coefficient of −0.114 with a significance value of 0.144 (p > 0.05), thus H₀ was accepted and H₁ was rejected. Consequently, there is no significant relationship between Keseimbangan kerja-kehidupan and work commitment among local employees in Chinese companies in East Java.
These findings suggest that within the context of Chinese corporate work culture, which emphasizes Confucian values, loyalty, and organizational collectivism, employee work commitment is predominantly shaped by normative, cultural, and economic factors rather than directly by Keseimbangan kerja-kehidupan conditions. Future research is recommended to employ mediation or moderation designs to capture the complexity of the relationship between these two variables, considering variables such as job satisfaction as a potential mediator.
ARABIC:
تجلب الشركات الصينية العاملة في إندونيسيا، وال سيما في جاوى الشرقية، ثقافة عمل مختلفة، تتضمن نظا ًما عمالي
ُعرف بثقافة "996". قد ر
يؤث هذا الوضع على التوازن بين العمل والحياة الشخصية وكذلك على مستوى التزام العمال ّ ي
المحليين بالمنظمة. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد مستوى االلتزام بالعمل، ومستوى التوازن بين العمل والحياة، وتحليل
.العالقة بينهما لدى العمال المحليين في الشركات الصينية بجاوى الشرقية
ًا يعملون في شركة تكّو عينة البحث من 167 اعتمدت هذه الدراسة المنهج الكمي بتصميم ارتباطي. نت
PT عامًال محلي
New Hope East Java وشركة) وموجوكيرتو سيدوارجو (PT Haida Agriculture Indonesia (باسوروان(،
& Meyer قيس االلتزام بالعمل بمقياس مستند إلى نظرية .(Sampling Purposive (واختيروا بأسلوب العينة الهادفة
بأبعادها الثالثة: االلتزام الوجداني، وااللتزام المستمر، وااللتزام المعياري. كما قيس التوازن بين العمل (1991) Allen
بأبعاد التوازن الزمني، وتوازن التفاعل، وتوازن الرضا. واستخدم لتحليل (2001) Fisher والحياة بأداة مبنية على نظرية
.Rho s’Spearman البيانات اختبار ارتباط
كشفت نتائج الدراسة أن مستوى التوازن بين العمل والحياة لدى غالبية العمال المحليين جاء في الفئة المتوسطة بنسبة
ًا 95.2%،
ً (%53.5). أما مستوى االلتزام بالعمل فكان في الغالب مرتفع
ُعد توازن الرضا هو األكثر هيمنة
وكان ب
قيمة Rho s’Spearman مع االلتزام الوجداني بوصفه المكّون األقوى (%39.8). وأظهر اختبار ارتباط ،(71.9%)
وعليه، ال توجد ₁.H ورفض ₀H معامل ارتباط مقدارها 0.114− بمستوى داللة 0.144 ( بتر < 0.05)، مما يعني قبول
عالقة ذات داللة إحصائية بين التوازن بين العمل والحياة وااللتزام بالعمل لدى العمال المحليين في الشركات الصينية بجاوى
.الشرقية
ُعلي قيم الكونفوشية والوالء والجماعية التنظيمية
ُشير هذه النتائج إلى أنه في سياق ثقافة العمل في الشركات الصينية التي ت
،ت
ً
.يتش ّكل التزام العمال بصورة رئيسية من عوامل معيارية وثقافية واقتصادية، وليس من التوازن بين العمل والحياة مباشرة
وتوصي الدراسة باستخدام تصميمات وساطة أو إشراف في الدراسات الالحقة، مع مراعاة متغيرات محتملة كالرضا
وسي محتمًال، الستيعاب تعقيد العالقة بين المتغيرين بشكل أكثر شموًال ًط الوظيفي بوصفها
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Supervisor: | Irawan, Andik Rony and Purwaningtyas, Endah Kurniawati |
| Keywords: | Komitmen Organisasi; Keseimbangan kerja-kehidupan;Karyawan Lokal; Perusahaan China; Budaya 996 Work Commitment; Work Life Balance; Local Employees; Chinese Companies; 996 Work Culture االلتزام بالعم;، التوازن بين العمل والحيا;، العمال المحليون، الشركات الصيني;، ثقافة العمل 99 |
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170107 Industrial and Organisational Psychology |
| Departement: | Fakultas Psikologi > Jurusan Psikologi |
| Depositing User: | Aimar Dzikri |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 10:33 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 10:33 |
| URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/89538 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |
