Responsive Banner

Aplikasi pelaksanaan perjanjian bagi hasil dalam pengelolaan tambak di Kelurahan Kepel Kota Pasuruan menurut pandangan Mahzab Hambali

Mahrami, Nurul Hajar Tri (2015) Aplikasi pelaksanaan perjanjian bagi hasil dalam pengelolaan tambak di Kelurahan Kepel Kota Pasuruan menurut pandangan Mahzab Hambali. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09220003 Pendahuluan.pdf

Download (456kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09220003 Indonesia.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09220003 Inggris.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09220003 Arab.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09220003 Bab 1.pdf

Download (288kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09220003 Bab 2.pdf

Download (613kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09220003 Bab 3.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09220003 Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09220003 Bab 5.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09220003 Daftar Pustaka.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09220003 Lampiran.pdf

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Summary)
09220003 Ringkasan.pdf

Download (419kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana pihak yang satu mengikatkan dirinya kepada pihak lainnya untuk melaksanakan sesuatu. Dengan kata lain perjanjian merupakan salah satu sumber yang paling banyak menimbulkan perikatan karena hukum perjanjian menganut sistem terbuka sehingga anggota masyarakat bebas untuk mengadakan perjanjian. Kelurahan Kepel merupakan suatu daerah yang sebagian besar warganya mempunyai mata pencaharian tambak karena letaknya yang dekat dengan pesisir sehingga sebagian besar dari masyarakat Kelurahan Kepel membudidayakan lahan tersebut sebagai lahan untuk mencari nafkah. Namun masyarakat sekitar melakukan perjanjian tersebut sebagian tidak sesuai dengan syarat pelaksanaan perjanjian, sehingga penulis memilih untuk melakukan penelitian ini yang ternyata dalam perjanjian tersebut belum memenuhi syarat perjanjian.

Berangkat dari judul yang ada, permasalahan yang di angkat oleh penulis adalah bagaimana pelaksanaan bagi hasil yang dilaksanakan oleh masyarakat kepel, bagaimana menurut Mahzab Hambalidalam pelaksanaan perjanjian bagi hasil serta bagaimana apabila terjadi suatu sengketa dalam perjanjian.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris karena data yang dipaparkan adalah benar atau riil, yaitu dengan mendatangi langsung tambak yang ada di Kelurahan Kepel Kota Pasuruan.Penelitian hukum empiris ini memiliki tujuan untuk menggambarkan suatu keadaan menjelaskan bagaimana hukum dalam perjanjian bagi hasil menurut pandangan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akad yang digunakan masyarakat Kepel adalah Akad Mudharabah Muqayyadah. Akad Mudharabah Muqayyadah adalah suatu akad bagi hasil antara kedua belah pihak yang memiliki syarat tertentu, menurut mahzab Hambalibahwa pelaksanaan perjanjian di kelurahan kepel ada yang sesuai namu ada juga yang tidak sesuai, dan penyelesaian sengketa dalam suatu permasalahan perjanjian adalah dengan cara mediasi.

ENGLISH:

Agreement is an event in which the parties bound themselves one to the other to implement something . In other words, the agreement is one of the most widely source raises the engagement because of legal agreements embracing an open system so that community members are free to enter into agreement. Kelurahan Kepel is an area that most citizens have livelihood pond because it is close to the coast so most of the people Village Kepel cultivate the land as land for a living . But people around doing the agreement partially incompatible with the implementation of the terms of the agreement, so that the authors chose to conduct this research that turned out in the agreement do not meet the terms of agreement .

Departing from existing titles, the problems at the lift by the authors is how the implementation of the results carried out by the community Kepel, how Mahzab Hambalidalam according to the results of the implementation of the agreement and how the event of a dispute under the agreement.

This study is an empirical law because the data presented is true or real, is to come directly to the pond in the Village Kepel Pasuruan.Penelitian City empirical law has the objective to describe a state explains how the law in sharing agreement in the view.

Results from this study indicate that the contract that allows people Kepel is Mudharabah muqayyadah. Muqayyadah Mudharabah is a profit-sharing agreement between the two sides that have certain requirements, according to the Hanbali school of that implementation of the agreement in the village there is a corresponding Kepel namu some are not appropriate, and the settlement of disputes in an agreement the problem is by way of mediation.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords: Perjanjian; Akad; Bagi Hasil; Agreement; Akad; Sharing
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012712 al-Syirkah (incl. al-Mudharabah, al-Musahamah)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 05 Aug 2015 14:26
Last Modified: 05 Aug 2015 14:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/867

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item