Penerapan konseling individual dalam membantu mengatasi perilaku membolos siswa: Studi kasus di SMKN 2 Malang

A'yunin, Qurrotu (2014) Penerapan konseling individual dalam membantu mengatasi perilaku membolos siswa: Studi kasus di SMKN 2 Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
10410023 Pendahuluan.pdf

Download (981kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
10410023 Indonesia.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
10410023 Inggris.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
10410023 Bab 1.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
10410023 Bab 2.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
10410023 Bab 3.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
10410023 Bab 4.pdf

Download (476kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
10410023 Bab 5.pdf

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 6)
10410023 Bab 6.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
10410023 Daftar pustaka.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
10410023 Lampiran.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Masalah yang dilakukan siswa disekolah seperti membolos merupakan bagian dari penemuan identitas dirinya. Secara psikologis kondisi mental remaja sangatlah labil, sehingga tingkah lakunya masih dipengaruhi kuat oleh sisi emosionalnya. 58% siswa yang melakukan perilaku membolos di SMKN 2 Malang yang semakin lama tingkat membolos meningkat dari 42% menjadi 58%. Menyadari hal tersebut konseling individual diperlukan untuk mengontrol dan membantu individu agar mencapai perkembangan secara optimal, dan terpecahkanlah masalah yang dialami klien, serta membantu untuk memahami dan menerima dirinya sendiri
dan lingkunganya.

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan penyebab siswa membolos sekolah. (2) mendeskripsikan penerapan konseling individual dalam membantu mengatasi perilaku membolos siswa di SMKN 2 Malang. (3) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa yang membolos sekolah setelah menerima konseling individual.

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yang masuk pada kategori studi kasus. Subjek penelitian adalah empat siswa yang paling banyak membolos pada bulan juli-november 2013 dalam jumlah alpha lebih dari lima kali. Empat siswa ini adalah dua dari siswa kelas X JSB 2 dan dua siswa dari kelas XI JSB 1. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisa melalui tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) perilaku membolos siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor ekternal dan internal (2) penerapan konseling individual yang diberikan untuk siswa membolos melalui tiga tahap yaitu : tahap awal konseling, tahap pertengahan konseling, dan tahap akhir konseling yang ditandai dengan perubahan perilaku siswa. (3) perubahan-perubahan siswa setelah menerima konseling individual adalah perubahan perilaku positif yaitu rajin masuk sekolah, serta mengikuti kegiatan disekolah, madiri yaitu mampu mengenal diri sendiri dan mampu menerima diri sendiri .

ENGLISH:

Skipping school is a natural problem accomplished by students, become a part of getting to his identity. Psychologically adolescent mental state is unsteady , hence the behavior is strongly influenced by the emotional side . 58 % of students who do truant habitual in SMKN 2 Malang that the longer the truancy rate increased from 42 % to 58 % . therefore the need to control individual counseling is significant, in order to help individuals to achieve optimal growth, as the problems solutions experienced by the client, as well as helping to understand and accept themselves and their environment.

This study aims to : ( 1 ) describe the causes of truant students in the school. ( 2 ) describe the implementation of individual counseling to help dealing with the behavior of truant students in SMK 2 Malang. ( 3 ) describe behavior changes of students who skipped school after receiving individual counseling.

The approach used in this study is qualitative research that produces descriptive data or case studies category. The subjects are four of the most truant students in July - November 2013 in the amount of absence is more than five times. Four students are two of class X JSB 2 and two class XI students of JSB 1. Data collection methods used observation and interviews. Data obtained from this study were analyzed through three stages : data reduction , data presentation , conclusions .

The results of this study indicate that : ( 1 ) the truant students behavior is influenced by two factors: external and internal factors ( 2 ) the application of a given individual counseling for truant students through three stages : the initial stage of counseling , counseling middle stage and late stage counseling characterized by changes in student behavior. ( 3 ) changes in students after receiving individual counseling is a positive behavior change that is being diligent in school , as well as to follow the activities of the school , an Independent that is capable to know himrself and acceptability.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mulyadi, Mulyadi
Keywords: Penerapan Konseling Individual; Perilaku Membolos Siswa; SMKN 2 Malang; Implementation of Individual Counseling; Truant Student Behavior
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 31 Jul 2015 07:45
Last Modified: 31 Jul 2015 07:45
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/788

Actions (login required)

View Item View Item