Manajemen konflik narapidana wanita: Studi di Lapas Wanita Klas II A Malang

Firmansyah, Firmansyah (2014) Manajemen konflik narapidana wanita: Studi di Lapas Wanita Klas II A Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
10410110 Pendahuluan.pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
10410110 Indonesia.pdf

Download (39kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
10410110 Inggris.pdf

Download (40kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
10410110 Arab.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
10410110 Bab 1.pdf

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
10410110 Bab 2.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
10410110 Bab 3.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
10410110 Bab 4.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
10410110 Bab 5.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
10410110 Daftar Pustaka.pdf

Download (46kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
10410110 Lampiran.pdf

Download (518kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Memahami manajemen konflik sangat penting. Dengan memahami konflik narapidana wanita maka akan bisa mengatasi kerentanan konflik pada napi.Manajemen konflik dapat menghasilkan solusi yang memuaskan kedua belah pihak yang terlibat konflik. Solusi yang memuaskan kedua belah pihak akan menghilangkan perbedaan mengenai objek konflik. Hilangnya perbedaan membawa keduanya kembali dalam interaksi sosial yang harmonis. Jika narapidanadi Lapas Wanita Klas IIA Malang tidak memiliki perubahan dalam tingkah lakunya, karena belum memiliki solusi dalam memecahkan konflik,maka kejahatan akansemakin bertambah. Sehingga penting adanya pemetaan pada manajemen konflik yang akan bermanfaat untuk mengurangi potensi problem pada narapidana.

Menurut Wirawan (2009: 5) konflik adalah proses pertentangan yang diekspresikan di antara dua pihak atau lebih yang saling tergantung mengenai objek konflik, menggunakan pola perilaku dan interaksi konflik yang menghasilkan keluaran konflik.Manajemen konflik menurut Wirawan (2009 : 129) merupakan proses pihak yang terlibat konflik atau pihak ketiga menyusun strategi konflik dan menerapkannya untuk mengendalikan konflik agar menghasilkan resolusi yang diinginkan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat survey. Subyek penelitian yang digunakan sebanyak 100 napi dari 314. Untuk mengukur kecenderungan manajemen konflik narapidana, peneliti mengadopsi Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument yang telah melalui perubahan redaksi tanpa mengubah maksud dari pernyataan agar mudah dimengerti oleh responden.

Hasil penelitian diperoleh dengan analisa frekuensi menggunakan IBM SPSS Statistics 20.0 for windows bahwasanya narapidana di Lembaga Pemasyarakatan wanita Klas IIA Malang memiliki kecenderungan untuk menggunakan gaya manajemen konflik menghindar (avoiding) dengan 837 respon. Gaya kompromi (compromising) sebanyak 760 respon, gaya akomodasi (accomodation) 635 respon, gaya kolaborasi (collaboration) 535 respon, dan gaya yang paling sedikit digunakan adalah gaya manajemen konflik kompetisi (competition) sebanyak 233 respon

ENGLISH:

By understanding the conflict women prisoners will be able to overcome the vulnerability of conflict on the prisoner. Conflict management can produce a solution that is satisfactory to both parties involved in the conflict. Solutions that satisfy both parties will eliminate the difference of the object of the conflict. The loss of the differences brought them back in a harmonious social interaction. If inmates in Prison Class IIA Malang Women do not have a change in his behavior, because it does not yet have a solution to solve the conflict, then crime will increase. So essential to the existence of a mapping conflict management would be beneficial to reduce the potential for problems on the inmates.

According Wirawan (2009: 5) conflict is expressed in the conflict between two or more parties that are dependent on the object of the conflict, using patterns of behavior and interaction that produces output conflict conflict. Conflict management by Wirawan (2009: 129) is a party to the conflict process or third party conflicts and implement a strategy to control the conflict in order to produce the desired resolution.

This study used quantitative research methods are survey. Subjects used in this study as many as 100 inmates of 314. To measure the propensity of conflict management inmates, researchers adopted the Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument that has been through the editorial changes without changing the intent of the statement to be easily understood by the respondents.

The results were obtained by frequency analysis using IBM SPSS Statistics 20.0 for windows that female prison inmates in Class IIA Malang has a tendency to use avoidance conflict management style (avoiding) with 837 responses. Style compromise (compromising) of 760 responses, style accomodation (accomodation) 635 responses, style collaboration (collaboration) 535 responses, and the least amount of force used is conflict management style competition (competition) as many as 233 responses.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuqul, Fathul Lubabin
Keywords: Manajemen Konflik; Narapidana Wanita; Conflict Management; Women Inmates
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170113 Social and Community Psychology
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 31 Jul 2015 07:47
Last Modified: 31 Jul 2015 07:47
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/758

Actions (login required)

View Item View Item