Hubungan antara motivasi mengikuti bimbingan dan konseling Islam dengan kedisiplinan belajar siswa di MA Hasanuddin Siraman Kesamben Blitar

Khudlori, Zayyin (2012) Hubungan antara motivasi mengikuti bimbingan dan konseling Islam dengan kedisiplinan belajar siswa di MA Hasanuddin Siraman Kesamben Blitar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07410049_Pendahuluan.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07410049_Indonesia.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07410049_Inggris.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07410049_Bab_1.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07410049_Bab_2.pdf

Download (568kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07410049_Bab_3.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07410049_Bab_4.pdf

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07410049_Bab_5.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07410049_Daftar_Pustaka.pdf

Download (117kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan dan menjadi perhatian pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Membangun serta meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya, mengejar dan mengatasi kebodohan dan kemiskinan hanya dapat ditempuh dengan penyelenggaraan pendidikan yang baik. Dengan pendidikan ini akan membantu membentuk watak dan kepribadian generasi dimasa depan. Bimbingan dan konseling umum sangat diperlukan lebih-lebih bimbingan konseling Islam. Bimbingan konseling pada saat ini sangat dirasakan kebutuhannya mengingat bahwa dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai persoalan dan permasalahan yang dapat menghambat pengembangan hakekat manusia yang berasal dari kondisi prasarana, sarana, dan kelembagaan masyarakat, kelembagaan pendidikan, perkembangan dan teknologi dan kondisi individu itu sendiri. Masalah kedisiplinan belajar siswa di sekolah bukan suatu usaha untuk membuat siswa menahan tingkah laku yang tidak diterima oleh sekolah, melainkan suatu usaha untuk memperkenalkan cara atau memberikan pengalaman, yang akhirnya membawa siswa kepada pemilikan suatu disiplin yang timbul dari dirinya sendiri, dengan kata lain memiliki suatu disiplin dari dalam. Maka dari itu kami melakukan penelitian di MA Hasanuddin Siraman untuk mengetahui hubungan motivasi mengikuti Bimbingan dan Konseling islam dengan kedisiplinan belajar siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan motivasi mengikuti Bimbingan dan Konseling Islam sebagai variabel bebas dan Kedisiplinan Belajar sebagai variabel terikat. Teknik korelasi Product Moment digunakan untuk menguji hubungan negatif anatar tingkat. Kemudian mengkategorisasikan tingkat motivasi mengikuti Bimbingan dan Konseling Islam dengan menentukan mean dan standart deviasi telebih dahulu, kemudian dilakukan analisis prosentase. Subyek penelitian adalah siswa MA Hasanuddin yang berjumlah 150, dan diambil sampel sebesar 30% yaitu 50 siswa dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. penelitian ini menggunakan bentuk skala likert yang berjumlah 40 aitem berdasarkan aspek-aspek motivasi Maslow dan komponen kedisiplinan belajar yang berjumlah 40 aitem pula didasarkan pada teori Atkinson dkk.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tingkat kedisiplinan belajar siswa berada pada kategori rendah. Dari 50 siswa yang dijadikan sampel penelitian, diketahui bahwa Tingkat motivasi mengikuti bimbingan dan konseling Islam berada pada kategori rendah. Dari 50 siswa yang dijadikan sampel penelitian diketahui 1 siswa atau 2% siswa berada pada kategori tinggi. 2 siswa atau 4% siswa berada pada kategori sedang dan 47 siswa atau 94% berada pada kategori rendah. Sedangkan tingkat kedisiplinan belajar siswa diketahui bahwa 2% siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dengan jumlah sebanyak 1 siswa, 2% siswa atau 1 orang memiliki kedisiplinan belajar sedang, dan 96% siswa atau 48 siswa yang memiliki kedisiplinan belajar rendah. Ada korelasi negatif yang signifikan (rxy 0.951; dengan sig < 0,01) antara variabel motivasi mengikuti bimbingan dan konseling Islam dengan variabel kedisiplinan belajar siswa yaitu 0,000 dan nilai signifikansinya Sig. (2-tailed) adalah dibawah atau lebih kecil dari 0,01 (nilainya adalah 0,000).

ENGLISH:

Education is the biggest thing that always preferred and to the attention of the Indonesian nation and state building. Nowadays, people are increasingly recognizing the importance of providing the best education to their children early, build and improve the quality of Indonesia fully human, pursue and overcome ignorance and poverty can only be reached by the implementation of a good education. With this education will help shape the character and personality of future generations. General guidance and counseling is needed even more counseling Islam. Guidance counseling at this time strongly felt the need to remember that human life is inseparable from a variety of issues and problems that may hinder the development of human nature derived from the condition of infrastructure, facilities, and community institutions, educational institutions, and technological developments and conditions of the individual. Therefore we conducted a study on the MA Hasanuddin Siraman to determine the relationship of motivation to follow the Islamic Guidance and Counseling with student discipline.

This study is a quantitative study with the motivation to follow the Islamic Guidance and Counseling as a free and Disciplinary Learning as a bound variable. Product Moment correlation technique is used to test the negative relationship level, then categorize the level of motivation to follow the Islamic Guidance and Counseling by determining the mean and standard deviation notified first, then do the analysis of the percentage. Subjects were students, amounting to 150 Hasanuddin MA, and samples taken at 30% of 50 students by using sampling techniques aims of this study using two scales as a measure, namely the scale of motivation and discipline-scale study compiled by the researchers in the form of Likert scale which amounts to 40 aitem based on Maslow's motivational aspects and components of learning discipline, amounting to 40 aitem are based on the theory of Atkinson et al.

The results suggest that the level of student learning discipline is at a low category. Of the 50 students who made the study sample, it is known that 2% of students have a high level of discipline by the number of students as much as 1, 2 or 1% of students studying the discipline Greenworld moderate, and 96% of the students or 48 students who have a low learning discipline. Level of motivation to follow the guidance and counseling of Islam is at a low category. Of the 50 students sampled student research note 1 or 2% of students are in high category. 2 students or 4% of students in the category of moderate and 47 students or 94% lower in the category. There is a significant negative correlation (rxy 0951; with sig <0.01) between the variables with the variables of motivation to learn discipline to follow the guidance and counseling of Islam and its significance value is 0.000 Sig. (2-tailed) is below or less than 0.01 (the value was 0.000).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ma'mun, Jamaluddin
Keywords: Motivasi mengikuti bimbingan konseling Islam; kedisiplinan belajar siswa; The motivation of Islamic guidance and counseling; the student discipline
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170103
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 28 Sep 2015 01:58
Last Modified: 28 Sep 2015 01:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2113

Actions (login required)

View Item View Item