Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial peserta didik di SMPN 1 Lawang

Anas, Mochamad (2013) Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial peserta didik di SMPN 1 Lawang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09410103_Pendahuluan.pdf

Download (398kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09410103_Indonesia.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09410103_Inggris.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09410103_Bab_1.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09410103_Bab_2.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09410103_Bab_3.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09410103_Bab_4.pdf

Download (466kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09410103_Bab_5.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09410103_Daftar_pustaka.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09410103_Lampiran.pdf

Download (93kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sekolah merupakan salah satu konteks yang memberikan peranan penting dalam pengembangan ketrampilan sosial anak dan remaja. Hal ini tidak lepas dari tugas perkembangan remaja yaitu berlajar bersosialisasi. Prososial merupakan salah satu bentuk dari sosialisasi. Sosialisasi dibutuhkan manusia untuk menjalin hubungan dan interaksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Dalam proses sosialisasi manusia perlu memiliki keterampilan mengelola emosi. Sebagaimana penuturan Goleman (1999) yang menyatakan bahwa membina hubungan dengan orang lain merupakan salah satu keterampilan seseorang dalam mengelola emosi atau sering disebut dengan kecerdasan emosional (EQ). Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk (a). Mengetahui tingkat kecerdasan emosi Peserta didik (b). mengetahui tingkat Perilaku Prososial Peserta didik (c). mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan Perilaku Prososial Peserta Didik di SMPN 1 Lawang.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subyek penelitian berjumlah 75 responden yang dipilih dengan menggunakan cluster sampling. Pengambilan data menggunakan dua skala, yaitu skala kecerdasan emosi, dan skala Perilaku Prososial, dilengkapi dengan hasil angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan analisa norma, analisa prosentase dan analisa korelasi product moment dengan menggunakan perangkat lunak komputer yaitu SPSS 16.0 for windows.

Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kecerdasan emosi peserta didik di SMPN 1 Lawang dari sampel 75 responden memiliki tingkat kecerdasan emosi kategori tinggi sebanyak 15 responden dengan prosentase 20%, kategori sedang sebanyak 51 responden dengan prosentase yaitu 68% dan kategori rendah sebanyak 9 responden dengan prosentase 12%. Sedangkan pada tingkat perilaku prososial peserta didik kategori tinggi 10 responden dengan prosentase 13,3%, kategori sedang sebanyak 57 responden dengan prosentase 76% dan kategori rendah sebanyak 8 responden dengan prosentase 10,7%. korelasi antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial peserta didik yang ditunjukan dengan hasil korelasi yang signifikan (rxy=0,713;p=0,000<0,05) artinya ada hubungan yang positif antara kecerdasan emosi dengan Perilaku Prososial Peserta Didik di SMPN 1 Lawang.

ENGLISH:

School context is one that gives an important role in the development of social skills of children and adolescents. This is not out of the task of adolescent development that sailed to socialize. Prosocial is one form of socialization. Socialization humans need to establish relationships and interactions with others and their surroundings. In the process of human socialization needs to have the skills to manage emotions. As the narrative Goleman (1999) stated that relationships with other people is one of the person's skills in managing emotions or often referred to as emotional quotient (EQ). Therefore, this research aimed to (a). Knowing the level of emotional intelligence Learners (b). determine the level of Pro social behavior Learners (c). determine the relationship between emotional intelligence and Pro social behavior Students at SMP 1 Lawang.

This research uses quantitative methods. The research subjects are 75 respondents were selected using cluster sampling. Retrieval of data using two scales, the scale of emotional intelligence and Pro social behavior scale, complemented by questionnaires, observations, interviews and documentation. Analysis techniques used in data collection norms, percentage analysis and product moment correlation analysis using the computer software SPSS 16.0 for Windows.

From the results of this research note that the emotional intelligence of students at SMPN1 Lawang from sample 75 respondents had a high level of emotional intelligence category as much as 15 percent of respondents with 20 %, the categories are as many as 51 percent of respondents with 68 % and the low category as much as 9 percent of respondents with 12 %. While the level of prosocial behavior of learners high category 10 percent of respondents with 13.3 %, medium category with a total of 57 percent of respondents 76 % and lower category as much as 8 percent of respondents with 10.7 %. Correlation between emotional quotient and prosocial behavior of students who demonstrated a significant correlation with outcome ( rxy = 0.713 , p = 0.000 < 0.05 ) means that there is a positive relationship between emotional quotient and Pro social behavior Students at SMPN 1 Lawang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ma'mun, Jamaluddin
Keywords: Kecerdasan Emosi; Perilaku Prososial; Emotional Quotient; Prosocial Behaviour
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170112 Sensory Processes, Perception and Performance
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170112
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 08 Sep 2015 02:28
Last Modified: 08 Sep 2015 02:28
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1721

Actions (login required)

View Item View Item