Responsive Banner

Hak nafkah istri dan anak pasca perceraian pada putusan Obscuur Libel studi putusan Nomor 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl perspektif hukum progresif Satjipto Rahardjo

Falakh, Mokhamad Fajrul (2025) Hak nafkah istri dan anak pasca perceraian pada putusan Obscuur Libel studi putusan Nomor 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl perspektif hukum progresif Satjipto Rahardjo. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
210201110073.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Perkara yang terjadi di Pengadilan Agama Bangil dengan Nomor: 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl. dalam gugatan tersebut penggugat menggugat tergugat dengan beberapa gugatan selain cerai yakni nafkah istri pasca perceraian dan nafkah anak. Akan tetapi Majelis Hakim menolak semua gugatan tentang hak-hak nafkah yang diajikan penggugat terhadap tergugat dan hanya mengabulkan gugatan cerai saja. Hal ini dikarenakan Majelis Hakim beranggapan bahwa gugatan Penggugat kabur (Obscuur libel). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hak nafkah istri dan anak pasca perceraian pada putusan obscuur libel disesuakan dengan hukum posiif di Indonesia dan menganalisis putusan tersebut dengan perspektf Hukum Progresif Satjipto Rahardjo

Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan Undang-undang (Statute approach), pendekatat kasus (case approach) dan Pendekatan Konsep (Conceptual Approach). Adapun bahan hukum yang digunakan menggunakan bahan hukum primer yakni putusan Nomor 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl. dan juka literatur mengenai Hukum Progresif dan bahan hukum sekunder yang merupakan literatur yang mendukung penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif hukum progresif Sajtipto Rahardjo.

Hasil penelitian ini adalah pada Putusan Pengadilan Agama Bangil Nomor 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl. terkait dengan penolakan pemberian hak nafkah istri dan anak pasca percerian karena surat gugatan obscuur libel tidak sesuai dengan konsep Hukum Progresif yang digagas oleh Satjipto Rahardjo. Dalam memutuskan sebuah perkara tidak hanya berpatokan pada dogma-normatif saja akan tetapi juga harus mempertimbangkan keadilan dan Nurani dalam memutuskan. Dalam perspektif Hukum Progresif Satjipto Rahardjo terdapat unsur yang menjadi ciri hukum progresif yakni fleksibilitas, keadilan sosial, HAM, dan perubahan. Dari putusan tersebut tidak ada yang memenuhi keempat ciri dari hukum progresif. Hal ini dilihat dari putusan yang hanya melihat dari aspek formil gugatan saja, tidak memberikan hak yang seharusnya kepada istri dan anak, tidak memberikan keadilan terhadap korban, dan tidak memberikan perubahan kearah yang lebih baik pasca perkara diputuskan.

ABSTRACT

The case occurred at the Bangil Religious Court with Number: 2276/Pdt.G/2023/PA. In the lawsuit, the plaintiff sued the defendant with several lawsuits other than divorce, namely wife support after divorce and child support. However, the Panel of Judges rejected all lawsuits about alimony rights presented by the plaintiff against the defendant and only granted the divorce lawsuit. This is because the Panel of Judges considers that the Plaintiff's lawsuit is fugitive (Obscuur libel). This study aims to describe the maintenance rights of wives and children after divorce in obscuur libel decisions adjusted to positive law in Indonesia and analyze the decision from the perspective of Satjipto Rahardjo Progressive Law

This type of research is normative juridical law research with statute approach, case approach and Conceptual Approach. The legal materials used using primary legal materials are decision Number 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl. and literature on Progressive Law and secondary legal materials which are literature that supports research. The analysis used in this study is the perspective of Sajtipto Rahardjo's progressive law.

The results of this study are in the Bangil Religious Court Decision Number 2276/Pdt.G/2023/PA.Bgl. related to the refusal to provide support for wives and children after divorce because the obscuur libel lawsuit is not in accordance with the concept of Progressive Law initiated by Satjipto Rahardjo. In deciding a case, it is not only based on dogma-normatives but also must consider justice and conscience in decideing. In the perspective of Satjipto Rahardjo's Progressive Law, there are elements that characterize progressive law, namely flexibility, social justice, human rights, and change. None of these rulings fulfilled the four characteristics of progressive law. This can be seen from the decision which only looks at the formal aspect of the lawsuit, does not give the rights that should be given to the wife and children, does not provide justice to the victim, and does not provide a change for the better after the case is decided.

مستخلص البحث

/ Pdt.G / 2023 / PA. Bgl.وقعت القضية في محكمة بنجيل الدينية برقم: 2276 في الدعوى، رفع المدعي دعوى قضائية ضد المدعى عليه بعدة دعاوى قضائية بخلاف الطلاق ، وهي إعالة الزوجة بعد الطلاق وإعالة الطفل. ومع ذلك، رفض فريق القضاة جميع الدعاوى المتعلقة بحقوق النفقة التي قدمها المدعي ضد المدعى عليه ووافق فقط على دعوى الطلاق. وذلك لأن فريق القضاة يعتبر أن دعوى المدعي هاربة (تشهير غامض). تهدف هذه الدراسة إلى وصف حقوق نفقة الزوجات والأطفال بعد الطلاق في قرارات التشهير الغامضة المعدلة للقانون الوضعي في إندونيسيا وتحليل القرار من منظور قانون ساتجيبتو راهاردجو التقدمي

هذا النوع من البحث هو بحث معياري في القانون القانوني مع نهج الحالة. المواد القانونية المستخدمة باستخدام المواد القانونية الأولية هي القرارPdt.G/2023/PA.Bgl. رقم 2276/ والأدبيات المتعلقة بالقانون التقدمي والمواد القانونية الثانوية التي تدعم البحث. التحليل المستخدم في هذه الدراسة هو منظور القانون التقدمي لساجيبتو راهاردجو.

نتائج هذه الدراسة موجودة في قرار المحكمة الدينية في بنجيل المتعلق برفض تقديم الدعم للزوجات والأطفال بعد الطلاق لأن دعوى التشهير الغامضة لا تتفق مع مفهوم القانون التقدمي الذي بدأه ساتجيبتو راهاردجو. عند البت في قضية ما ، لا تستند فقط إلى المعايير العقائدية ولكن يجب أيضا مراعاة العدالة والضمير في اتخاذ القرار. من منظور القانون التقدمي لساتجيبتو راهاردجو ، هناك عناصر تميز القانون التقدمي ، وهي المرونة والعدالة الاجتماعية وحقوق الإنسان والتغيير. لم يحقق أي من هذه الأحكام الخصائص الأربع للقانون التقدمي. يمكن ملاحظة ذلك من القرار الذي ينظر فقط إلى الجانب الشمالي للدعوى ، ولا يعطي الحقوق التي يجب أن تعطى للزوجة والأطفال ، ولا يوفر العدالة للضحية ، ولا يوفر تغييرا للأفضل بعد البت في القضية.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Bachri, Syabbul
Keywords: Nafkah; Obscuur Libel; Hukum Progresif Satjipto Rahardjo; Maintenance; Obscuur Libel; Satjipto Rahardjo's Progressive Law; الصيانة ; التشهير الغامض ; القانون التقدمي لساتجيبتو راهاردجو
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mokhamad Fajrul Falakh
Date Deposited: 10 Mar 2025 14:12
Last Modified: 10 Mar 2025 14:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/73471

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item