Responsive Banner

Pemikiran poligami: Studi komparasi pemikiran Muhammad Abduh dan Ali Syariati dilihat dari teori Maqasid Syariah Jasser Auda’

Al-Hanif, Ridlwan (2019) Pemikiran poligami: Studi komparasi pemikiran Muhammad Abduh dan Ali Syariati dilihat dari teori Maqasid Syariah Jasser Auda’. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
15210095.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Poligami merupakan suatu permasalahan yang masih sering di diskusikan di dalam masyarakat. Setiap peradaban, masyarakat, ulama, filosof, ilmuwan dan para pemikir mengembangkan sistem berfikir dan perspektif yang beragam, berbeda sesuai dengan konteks zamannya masing-masing. Karena sistem berfikirnya berbeda-beda dalam menangkap dan memahami realitas maka produk dari pemikiran mengenai konsep poligami disetiap zaman pun juga akan beragam meskipun ideal teksnya sama. Khususnya juga mengenai pemikiran Muhammad Abduh dan Ali Syariati yang memiliki gaya berfikir berbeda tentang konsep poligami sehingga gaya berfikir yang berbeda itu menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melacak dan mengetahui pemikiran Muhammad Abduh dan Ali Syariati serta melihat implikasi hukum poligami dari pemikiran kedua tokoh tersebut dilihat dari teori Maqasid Syariah Jasser Auda’.

Penelitian ini merupakan penelitian literatur (library research). Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode dokumentasi. Dalam pengumpulan data, peneliti mengumpulkan buku-buku Muhammad Abduh dan Ali Syariati tentang poligami kemudian memaparkannya. Hasil dari analisis terhadap permasalahan yang dibahas, dipaparkan secara deskriptif dalam laporan hasil penelitian.

Implikasi hukum dari pemikiran poligami Muhammad Abduh dilihat dari teori Maqasid Syariah Jasser Auda’ yaitu Muhammad Abduh bersikap keras terhadap poligami, Dia mempersempit ruang poligami dan membolehkannya jika situasi darurat dan membutuhkan poligami tetapi hanya dipakai sebagai alternatif saja, kemudian baginya lebih baik monogami daripada poligami karena manusia tidak akan bisa berlaku adil dan kalau manusia tidak bisa berlaku adil maka akan muncul rusaknya jiwa, maka Muhammad Abduh mengharamkannya. Sedangkan Ali Syariati, baginya boleh tidaknya poligami tergantung kondisi dilapangan dengan dasar dan landasan masalahat. Karena Ali Syariati melihat tradisi poligami pada Era Nabi dari sisi sosial budaya maka implikasi hukum kebolehan poligami adalah poligami dibutuhkan sebagai institusi untuk melindungi orang lemah khususnya perempuan yang menjanda dan anak anak yatim yang ditinggal ayahnya meninggal setelah perang uhud.

ABSTRACT

Polygamy is a problem that is still often discussed in the community. Seen from every civilization, society, scholars, philosophers, scientists and thinkers they develop systems of thinking and diverse perspectives. It depends on different according to the context of each era. Because the systems of thinking are different in capturing and understanding reality, the product of thinking about the concept of polygamy in each era will also vary even though the text is the same ideal. Particularly about the thoughts of Muhammad Abduh and Ali Syariati which they have different styles of thinking about the concept of polygamy, so that different styles of thinking that produce different conclusions.

This research was conducted with the aim to track and know the thoughts of Muhammad Abduh and Ali Syariati and see the implications of polygamy law from the thoughts of the two figures seen from the theory of Maqasid Sharia Jasser Auda '.

This research is a literature research (library research). Data sources used include primary, secondary and tertiary legal materials. In this research the method used is the documentation method. In collecting data, researchers collected Muhammad Abduh and Ali Syariati's books on polygamy and then explained them. The results of the analysis of the problems discussed are presented descriptively in the research report.

The legal implications of the polygamy of Muhammad Abduh judging by the maqasid Syariah theory by Jasser Auda’ which is Muhammad Abduh being violent against polygamy, he narrowed down polygamy space and allowed it if emergency situation and it needed only as an alternative, then for him monogamy is better than polygamy since humans will no be able to fair, therefore will rise the damage of the soul, then Muhammad Abduh forbid the polygamy. While Syariati, for him polygamy forbidden or not by viewing the situation in the field with the basic of maslahat. Since Syariati sees polygamy in the Prophet’s era from the social culture, the legal implications of polygamy ability is polygamy is needed as an institution to protect the weakness especially women who widowed and orphands who abandoned by his father died after Uhud Warfare.

ملخص البحث

تعدد الزوجات مشكلة كثيرا ما تناقش في المجتمع. كل حضارة ومجتمع وعالم وفيلسوف ومفكر تطور نظاما متنوعا من التفكير والمنظور، يختلف وفقا لسياق يومه. لأن إختلاف عمل الفكر في القاط وفهم الواقع، فإن نتاج التفكير في مفهوم تعدد الزوجات في كل عصر سوف تختلف أيضا حتى لو كان النص المثالي هو نفسه. بالخصوص علي فكر محمد عبده وعلي سيارياتي الذان تختلفان في التفكير في مفهوم تعدد الزوجات بحيث يؤدي اختلاف أسلوب التفكير إلى استنتاجات مختلفة.

يتم هذا البحث بهدف تتبع ومعرفة فكر محمد عبده وعلي شريعتي ورؤية آثار قانون تعدد الزوجات من فكر كلاهما بالإضافة إلى نظرية مقاصد الشريعة لجاسر عودة.

نوعية هذا البحث هي البحث المكتبى. وتشمل مصادر البيانات المستخدمة المواد القانونية الأولية والثانوية والثالثة. استخدم الباحث في الأسلوب البحثي المستخدمة هي طريقة التوثيق المكتوبة. استخدم الباحث في جمع البيانات، جمع الباحثون كتب محمد عبده وعلي شريعتي عن تعدد الزوجات ثم فضحها. نتائج تحليل المشاكل التي تمت مناقشتها، المعروضة وصفيا في تقرير البحث.

الاثار القانونية علي تعدد الزوجات لمحمد عبده علي نظرية المقاصد الشريعة جاسر عوده، وهو يضيق نطاق تعدد الزوجات و يسمحها عند الضرورة. و لكن عنده لن يستطع الرجل أن يعدل لأن العدل في ولاية الله، فإن لايعدل سيظهر فساد النفس فهو يحرمها. و أما علي شريعتي، عنده أن حرمة أو إباحة التعدد يعتمد كيف حال المجتمع و علي أساس المصلحة، لأنه يري التعدد في عهد النبي من الثقافة الاجتماعية، فلذلك أباح علي شريعتي التعدد لحماية الضعفاء من الأرامل و الأيتام المهجورة بوالده أم زوجه بعد حرب الهود.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Poligami; Muhammad Abduh; Ali Syariati; Maqosid Syariah Jasser Auda’; Polygamy; تعدد الزوجات ;محمد عبده ;علي شريعتي ;مقاصد شريعة جاسر عودة
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ella Elysia Yunitasari
Date Deposited: 27 Sep 2024 10:25
Last Modified: 27 Sep 2024 10:25
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/69026

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item