Responsive Banner

Efektivitas mediasi dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial perspektif teori Efektivitas Hukum: Studi kasus di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur

Bahmid, Syahnaz (2024) Efektivitas mediasi dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial perspektif teori Efektivitas Hukum: Studi kasus di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
200202110083.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Mediasi merupakan salah satu bagian yang paling umum dan mudah dalam usaha untuk penyelesaian perselisihan, tidak memakan banyak waktu dan tidak memakan banyak biaya yang harus dikeluarkan. Mediasi dapat dijadikan sebagai alternatif penyelesaian sengketa yang mempunyai peran penting dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Yang dimaksud perselisihan selesai terdapat dua pengertian, yaitu selesai dengan kesepakatan sehingga melahirkan perjanjian bersama dan selesai dengan diberikannya anjuran. Namun di lapangan, masih sedikit perselisihan yang selesai dengan perjanjian bersama dibandingkan selesai dengan anjuran. Hal tersebut menandakan bahwa belum terbentuknya kesepakatan bersama diantara para pihak yang berselisih. Permasalahan lain yang muncul dalam mediasi adalah mengenai pengaturan mediasi yang masih tergolong lemah, para pihak yang tidak kooperatif, dan lain sebagainya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mediasi dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur ditinjau dari perspektif teori efektivitas hukum, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam jalannya mediasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan secara konseptual. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan mediator, pekerja, dan pengusaha, dan dokumentasi yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Metode pengelolahan data diawali dengan pemeriksaan data, kasifikasi, verifikasi, analisis, dan diakhiri dengan kesimpulan.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa efektivitas mediasi di Disnakertrans Provinsi Jawa Timur apabila dilihat berdasarkan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto masih belum efektif, yaitu pada faktor masyarakat dan faktor kebudayan. Bila dilihat dari indikator asas peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan, mediasi di Disnakertrans Provinsi Jawa Timur sudah berjalan efektif. Faktor pendukung yang dapat mempermudah proses mediasi adalah para pihak yang kooperatif, para pihak dapat mengatur egonya dan lebih terbuka, dan mediator dapat menempatkan diri pada posisi netral. Sedangkan faktor yang menghambat jalannya mediasi adalah karena tingginya ego kedua belah pihak yang teguh terhadap pendapatnya, dalam melakukan mediasi, para pihak yang datang adalah perwakilan, dan para pihak atau salah satu pihak tidak menginginkan mediasi dari awal.

ABSTRACT

Mediation is one of the most common and easy parts of efforts to resolve disputes, it does not take a lot of time and does not cost a lot of money. Mediation can be used as an alternative dispute resolution which has an important role in resolving industrial relations disputes. A dispute is resolved by two meanings, it is resolved by agreement resulting in a joint agreement and it is resolved by the provision of recommendations. However, according to facts on the ground, there are still fewer disputes that are resolved by joint agreement compared to those resolved by recommendations. This indicates that a joint agreement has not been formed between the disputing parties. Other problems that arise in mediation are mediation arrangements that are still relatively weak, parties who are not cooperative, and so on.

This research aims to determine the effectiveness of mediation in resolving industrial relation disputes at the East Java Province Manpower and Transmigration Department from the perspective of legal effectiveness theory, and what are the supporting and inhibiting factors during mediation. This research is empirical juridical research using a conceptual approach. The data collection method was carried out by interviews with mediators, workers and entrepreneurs, and documentation related to the research problem. The data processing method begins with data examination, classification, verification, analysis, and ends with conclusions.

The results of the research show that the effectiveness of mediation at East Java Province Manpower and Transmigration Department, based on Soerjono Soekanto's Theory of Law Effectiveness, is still not effective, namely on society factors and cultural factors. If seen from the basic indicators of justice being carried out simply, quickly and at low cost, mediation at the East Java Province Manpower and Transmigration Office has been effective. Supporting factors that can make the mediation process easier are the parties being cooperative, the parties being able to manage their egos and being more open, and the mediator being able to place himself in a neutral position. Meanwhile, the factors that hinder the progress of mediation are the high egos of both parties are firm in their opinions, and in conducting mediation, the parties who come are representatives, and both parties or one of both do not want the mediation since the begining.

ملخص البحث

تعتبر الوساطة من أكثر أجزاء الجهود المبذولة لحل المنازعات شيوعا وسهولة، فهي لا تستغرق الكثير من الوقت ولا تكلف الكثير من المال. يمكن استخدام الوساطة كحل بديل للنزاعات التي لها دور مهم في حل نزاعات العلاقات الصناعية. ويتم حل النزاع بمعنيين، يتم حله بالاتفاق الذي يؤدي إلى اتفاق مشترك ويتم حله بتقديم التوصيات. ومع ذلك، وفقا للحقائق على الأرض، لا يزال هناك عدد أقل من النزاعات التي يتم حلها عن طريق الاتفاق المشترك مقارنة بتلك التي يتم حلها عن طريق التوصيات. وهذا يدل على أنه لم يتم التوصل إلى اتفاق مشترك بين الأطراف المتنازعة. المشاكل الأخرى التي تنشأ في الوساطة هي ترتيبات الوساطة التي لا تزال ضعيفة نسبيا، والأطراف غير المتعاونة، وما إلى ذلك.

يهدف هذا البحث إلى تحديد مدى فعالية الوساطة في حل منازعات العلاقات الصناعية في إدارة العمال والهجرة في مقاطعة جاوة الشرقية من منظور نظرية الفعالية القانونية، وما هي العوامل الداعمة والمعوقة أثناء الوساطة. هذا البحث هو بحث قانوني تجريبي باستخدام المنهج التصوري. تم تنفيذ طريقة جمع البيانات من خلال المقابلات مع الوسطاء والعاملين ورجال الأعمال، والوثائق المتعلقة بمشكلة البحث. تبدأ طريقة معالجة البيانات بفحص البيانات .وتصنيفها والتحقق منها وتحليلها، وتنتهي بالاستنتاجات

تُظهر نتائج هذا البحث أن فعالية الوساطة في إدارة العمال والهجرة في مقاطعة جاوة الشرقية، بناءً على نظرية سويرجونو سوكانتو لفعالية القانون، لا تزال غير فعالة، وتحديدا فيما يتعلق بالعوامل المجتمعية والعوامل الثقافية. إذا يُنظر من المؤشرات الأساسية للعدالة التي يتم تنفيذها ببساطة وسرعة وبتكلفة منخفضة، فإن الوساطة في إدارة العمال والهجرة في مقاطعة جاوة الشرقية كانت فعالة. العوامل الداعمة التي يمكن أن تجعل عملية الوساطة أسهل هي أن تكون الأطراف متعاونة، وأن تكون الأطراف قادرة على إدارة غرورها وأن تكون أكثر انفتاحًا، وأن يكون الوسيط قادرًا على وضع نفسه في موقف محايد. في هذه الأثناء، فإن العوامل التي تعيق تقدم الوساطة هي الغرور العالي لدى الطرفين الثابتين في آرائهما، وفي إجراء الوساطة يكون الطرفان القادمان ممثلين، ولا يرغب الطرفان أو أحدهما في الوساطة منذ .البداية

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Susamto, Burhanuddin
Keywords: efektivitas; mediasi; Disnakertrans; effectiveness; mediation; Department of Manpower and Transmigration; فعالية; وساطة; إدارة العمال والهجرة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012712 al-Syirkah (incl. al-Mudharabah, al-Musahamah)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Syahnaz Bahmid
Date Deposited: 08 Mar 2024 15:01
Last Modified: 08 Mar 2024 15:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/62401

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item