Responsive Banner

Poligami sebagai salah satu alternatif mengangkat derajat kaum wanita: Studi komparatif terhadap pandangan Ulama' dalam Hukum Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974

Rahayu, Islami (2003) Poligami sebagai salah satu alternatif mengangkat derajat kaum wanita: Studi komparatif terhadap pandangan Ulama' dalam Hukum Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
98210339.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Tokoh-tokoh yang setuju terhadap poligami dan yang tidak setuju terhadap poligami. Tokoh-tokoh yang setuju terhadap poligami antara lain: Mohammad Fauzil Adhim, Imam al-Ghozali, Sayyid Quthb, Sayyid Sabiq Muhammad, Ahzami S.Jazul. Dan nama-nama yang tidak setuju dengan poligami antara lain: Haifaa A.Jawad, Musdah Mulia, Asghor Ali Enggineer.

Argumentasi kelompok yang setuju terhadap poligami, bahwa poligami itu akan meninggikan kehormatan dan derajat kaum wanita dan poligami akan menyelamatkan wanita dari lembah kehancuran yaitu dengan timbulnya hubungan di luar pernikahan yang akan mencoreng nama baik harga diri, keluarga dan masyarakat. Sedangkan argumentasi kelompok yang tidak setuju terhadap poligami, bahwa poligami itu merupakan salah satu bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap perempuan dan pernikahan poligami itu suatu permasalahan yang sangat pelik dan berat, yang dapat menghancurkan keharmonisan keluarga dan itu sangat sulit untuk dilaksanakan oleh manusia.

Relevansi poligami dengan derajat kaum wanita menurut kelompok yang setuju terhadap poligami ada kaitannya, sebab dengan adanya poligami wanita itu akan terangkat derajatnya yang lebih mulia dan terhormat dan wanita itu mendapatkan perlindungan dalam suatu keluarga, serta menyelamatkan wanita dari tempat perzinaan dan pelacuran. Sedangkan menurut pendapat yang tidak setuju bahwa poligami itu sangat kontroversial dengan derajat wanita, sebab poligami itu merupakan persoalan yang sangat berat dan poligami itu merupakan suatu pelecehan dan penghinaan terhaclap perempuan.

Poligami dalam islam dibatasi sampai dengan empat tidak boleh lebih dan Allah mengharamkan nikah lebih dari empat. Sebab dalam al-qur'an surat an-nisa' ayat empat disebutkan maksimal empat orang istri tidak boleh lebih dan itupun harus dapat berlaku adil tidak boleh membeda-bedakan antara istri yang satu dengan istri yang lain. Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 sendiri ditetapkan peraturan-peraturan yaitu terdapat alasan, syarat dan prosedur poligami.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok pendapat yang setuju dan kelompok yang tidak setuju terhadap poligami dan mengetahui relevansinya dengan pengangkatan derajat kaum wanita yang sesuai dengan Hukum Islam dan Undang-Undang No. l Tahun 1974. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan bahan penelitian pustaka yaitu bahan hukum yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur-literatur yang berkaitan dengan poligami. Pengumpulan data dengan cara membaca literatur tentang poligami dan derajat kaum wanita antara pendapat yang setuju dan yang tidak setuju terhadap poligami maupun dari majalah atau karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat antara yang setuju dan yang tidak setuju terdapat kemaslahatan dan kemadhorotan bagi wanita pada khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya. Sebab dengan diizinkan poligami ini terdapat persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan baik dalam Hukum Islam maupun dalam Undang-Undang yang tertera.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hamidah, Tutik
Keywords: Poligami; alternatif; studi komparatif; pengangkatan derajat wanita
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 21 Dec 2023 11:05
Last Modified: 21 Dec 2023 11:05
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/58998

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item