Responsive Banner

Pengaruh lama perendaman larva ikan nila (Oreochromls Nlloticus) dengan hormon 17a• metiltestosteron terhadap keberhasilan perubahan kelamin (Sex Reversal)

Rahayuningtyas, Nurma Helmi (2001) Pengaruh lama perendaman larva ikan nila (Oreochromls Nlloticus) dengan hormon 17a• metiltestosteron terhadap keberhasilan perubahan kelamin (Sex Reversal). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
97130100.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (18MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Perikanan Daerah Kediri di Dusun Kolak Desa Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri dengan pemeliharaan selama 8 minggu mulai bulan Juni sampai dengan Juli 2001.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedure sex reversal dan dosis hormon I7a٠ Metiltestosteron yang optimal sehingga menghasilkan persentase jantan tertinggi dan petumbuhan yang tinggi bagi ikan nila (Oreochromis niloticus).

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam model Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dosis (A (0 ppm); B (0,3 ppm); C (0,6 ppm); D(0,9 ppm) ) dan masing- masing dosis terdapat 3 perlakuan perendaman ( a(2), b(4), c(6) jam) dengan 3 kali ulangan.

Parameter utama yang digunakan adalah persentase kelamin (jantan, betina dan intersex) dan laju petumbuhan sesaat. Sebagai parameter penunjang adalah kelangsungan hidup ikan nila dan kualitas air media pemeliharaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis hormon 17a٠ Metiltestosteron yang digunakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap persentase kelamin jantan dan betina ikan nila. Persentase kelamin jantan tertinggi pada perlakuan dosis 0,9 ppm (D) dengan lama perendaman 6 jam (c) diperoleh hasil 77,33 persen. Persentase kelamin betina tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 0 ppm (A) dan 0,3 ppm (B) dengan lama perendaman 2 jam (a) diperoleh hasil 42,33 persen. Sedangkan persentase intersex tertinggi diperoleh dari perlakuan dosis D (0,9 ppm) dengan lama perendaman a (2 jam) diperoleh hasil 3,33 persen, dimana perlakuan ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan yang lain terhadap persentase intersex. Laju pertumbuhan sesaat tertinggi diperoleh pada perlakuan 0,3 ppm (B) dan terendah 0 ppm (A). Perlakuan ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan yang lain terhadap persentase kelulushidupan ikan nila, dimana persentase kelulushidupan tertinggi diperoleh pada perlakuan 0,3 ppm (B) sebesar 0,04 persen.

Kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran yang layak bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan nila, yaitu rata-rata suhu air 23,50 ٥C - 25,10 ٥C. Rata-rata pH air 7,08 - 7,20. Sedangkan oksigen terlarut adalah 5,6 - 5,8 ppm.

ABSTRACT

This research was performed in Dinas Perikanan Daerah Kediri in Dusun Kolak Desa Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri in 8 weeks cultivation from June until July 2001.

This research was subjected to identify sex reversal procedure and best dosage of Methyltestosteron 17 a- hormone therefore produce highest percentage of male and optimum develpoment for indigo fish (Oreochromis niloticus).

The method used in this research is experiment. Data analysis using Random Complete Design with 4 dosage treatments of A (0 ppm); B (0.3 ppm); C (0.6 ppm) and D (0.9 ppm) and submerge treatment for each dosage (a(2)١ b(4), c(6) hrs) in 3 replicates.

The main parameter used is sex percentage (male, female and intersex) and temporal growth rate, while the subsidiary parameter is fish life performance in cultivatory medium water.

The result showed that hormone dosage of 17a- Methyltestosteron used give a significant effect on percentage of male and female. The higest percentage of male sex on treatment of dosage 0,9 ppm (D) with 6 hours submerging (c) obtained result as much 77,33 percent. The highest percentage of famele sex is obtained on treatment of 0 ppm dosage (A) and 0,3 ppm (B) with 2 hours submerging (a) is obtained resulat as much 42,33 percent. While the highest intersex percentage is obtained from treatment of dosage D (0,9 ppm) with lengt of submerging a (2 hours) is obtained a result 3,33 percent, this treatment is not significant with other treatment for intersex percentage. The highest temporary growth acceleration is obtained on treatment of 0,3 ppm (B) and the lowest is 0 ppm (A). This treatment is not significant with other treatment on percentage of survive of fish. The highest percentage of survive is obtained on treatment of 0,3 ppm (B) as much 0,04 percent.

Quality water during the research is on the range of adequate for survive and growth of fish, it is average of water temperature 23,50،١C - 25,10°C. Average of water pH is 7,08 - 7,20. While disolved oxygen is 5,6 - 5,8 ppm.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muchtaromah, Bayyinatul
Keywords: Oreochromis Niloticus
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 06 Nov 2023 14:36
Last Modified: 06 Nov 2023 14:36
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/57383

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item