Responsive Banner

Uji efektivitas ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap bakteri Aeromonas Hyarophila

Afifah, Afifah (2005) Uji efektivitas ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap bakteri Aeromonas Hyarophila. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
00130030.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Mikroorganisme dapat menyebabkan bahaya dan kerusakan serta dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada bahan makanan maupun menyerangtanaman pertanian.

Dalam dunia pertanian untuk menanggulangi bakteri dan cendawan, petani sering menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia inilah yang banyak mendatangkan efek samping terhadap lingkimgan, oleh karena itu salah satu alternatifnya adalah penggunaan pestisida nabati, pestisida ini dapat berasal dari tanaman temulawak (Curcuma xanlhorrhizaر yang memiliki kandungan aktifminyak atsiri berupa kurkumin 41,4% dan zat lainnya.

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, pada bulan Desember - Februari 2005. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari daya hambat dari ekstrak temulawak (Curcuma xanlhorrhiza) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan informasi awal dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila dengan menggunakan bahan antimikrobialalami dari ekstrak temulawak.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, sedangkan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tersebut adai all konsentrasi ekstrak temulawak yaitu: 10%و%70 ,%60 و%50 و%40 و%30 و%20 و Dari hasil penelitian memmjukan bahwa perbedaan konsentrasi temulawak mempengaruhi daerali hambatan yang terbentuk di sekitar cakram. Semakin besar konsentrasi ekstrak temulawak yang digunakan,semakin besar daerah hambatan yang terbentuk. Diameter terbesar diperoleh oleh perlakuan 70% dengan rata-rata 8,212 mm.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak temulawak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila. Pada konsentrasi 30%و%40 و dan 50%و ekstrak temulawak bersifat bakteriostatik terhadap bakteri Aeromonas hydrophila. Sedangkan pada konsentrasi 60%و%70 و 80%, 90%, dan 100%و temulawak bersifat bakteriosid terhadap bakteri Aeromonashydrophila.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muchtaromah, Bayyinatul
Keywords: Ekstrak temulawak; Aeromonas hydrophila
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 21 Aug 2023 14:29
Last Modified: 21 Aug 2023 14:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55642

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item