Responsive Banner

Strategi pembentukan kecerdasan emosional dan sosial peserta didik di Sekolah Dasar bersistem Full Day School: Studi multi kasus di SDIT Ukhuwah Banjarmasin dan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu

Ansari, Muhammad Iqbal (2015) Strategi pembentukan kecerdasan emosional dan sosial peserta didik di Sekolah Dasar bersistem Full Day School: Studi multi kasus di SDIT Ukhuwah Banjarmasin dan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Full text)
12760014.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Full day school dewasa ini mampu menarik perhatian masyarakat. Meningkatnya jumlah orang tua karir, perubahan sosial budaya, dan kemajuan informasi tekhnologi yang mempunyai pengaruh negatif menjadi alasan para orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah dasar bersistem full day school. Berdasarkan beberapa penelitian, full day school mempunyai pengaruh positif terhadap kecerdasan emosional dan sosial anak. Hal ini dikarenakan mereka berada seharian di lingkungan sekolah, sering berinteraksi dengan guru, serta belajar dengan kurikulum yang khas. Oleh karena hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh sekolah dasar bersistem full day school dalam membentuk kecerdasan emosional dan sosial peserta didik. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi pihak sekolah berikut solusi yang dilakukan untuk mengatasinya.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain multikasus. Penelitian dilakukan di (1) SDIT Ukhuwah Banjarmasin (2). SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu. Objek penelitian adalah strategi sekolah dasar bersistem full day school dalam membentuk kecerdasan emosional dan sosial peserta didik, sedangkan subjeknya ialah kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Guna mendapatkan keabsahan data, digunakan langkah-langkah seperti ketekunan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensi. Analisis dilakukan dengan tahapan reduksi data, paparan data, dan verifikasi atau pengambilan kesimpulan.

Hasil penelitian ini adalah: (1) strategi yang dilakukan oleh SDIT Ukhuwah Banjarmasin dan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu sebagai sekolah dengan sistem full day school dalam membentuk kecerdasan emosional dapat diklasifikasikan kepada lima strategi, yaitu melalui penggunaan media, integrasi dalam pembelajaran, integrasi dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan rutin, dan pengadaan mata pelajaran khusus. (2) strategi yang dilakukan oleh SDIT Ukhuwah Banjarmasin dan SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu sebagai sekolah dengan sistem full day school dalam membentuk kecerdasan sosial dapat diklasifikasikan kepada lima cara, yaitu sebagai berikut: integrasi dalam pembelajaran, integrasi dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan rutin, pengadaan mata pelajaran khusus, dan ekstrakurikuler. (3) Hambatan yang dihadapi oleh SDIT Ukhuwah Banjarmasin dan SD Plus Al-Irsyad Al- Islamiyyah Kota Batu dalam membentuk kecerdasan emosional dan sosial peserta didik sebagai sekolah dengan sistem full day school dapat diklasifikasikan kepada lima sumber, yaitu (a) dari guru, solusi yang dilakukan ialah dengan melaksanakan kegiatan pembinaan kompetensi profesional guru melalui pelatihan keguruan dan pembinaan kompetensi personal melalui rapat dan kegiatan liqo’, (b) dari peserta didik, solusi yang dilakukan ialah dengan memberikan pendekatan intensif, pengadaan guru pendamping, dan penerapan peraturan, (c) dari orang tua, solusi yang dilakukan ialah dengan mengadakan wawancara, mengadakan kegiatan parenting, pengadaan Buku Penghubung, dan kegiatan home visit, (d) keterbatasan dana untuk pengkondisian lingkungan, solusi yang dilakukan ialah dengan membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan yang murah, dan (e) kondisi fisik bangunan sekolah tidak dapat digunakan untuk penghijauan, karena area sekolah ditutupi oleh keramik. Solusinya dengan mengadakan pot-pot yang digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan yang berukuran kecil. (4) Adapun persamaan strategi kedua sekolah dalam membentuk kecerdasan emosional dan sosial adalah sama-sama melaksanakan integrasi dalam pembelajaran, integrasi dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan rutin, dan pengadaan mata pelajaran khusus. Sedangkan perbedaan strategi kedua sekolah terletak pada stategi untuk membentuk kecerdasan emosional, yaitu di mana SDIT Ukhuwah menggunakan media Saku Perasaan untuk membentuk kecerdasan emosional peserta didik pada aspek kesadaran diri dan menggunakan akuarium dan tanaman hias untuk membentuk empati diri peserta didik.

ABSTRACT

Full day schools nowadays attract people’s attention greatly. By increasing the number of career parents, the alteration of socio-cultural, and the development of high technology which has negative effects become the reasons for parents to let their children study in elementary school with full day school system. According to some researches, the schools with full day school system have positive influences for children’s emotional and social quotient. This may caused the children are in the school environment all day long, they often interact with the teachers, and study with the specific curriculum. Because of those reasons, this research is focused to find out the strategies that are implemented by elementary schools with full day school system in building the students’ emotional and social quotient. Furthermore, the purpose of the research also to find out the obstacles which are often faced by the schools, followed with the solutions that may be used to help the schools solve the problems.

This research is qualitative research with multi cases design. The writer conducts the research at (1) SDIT Ukhuwah Banjarmasin and (2) SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu. Object of the research is the strategies of the elementary schools with full day school system in building the children’s emotional and social quotient and subjects are the headmasters and the teachers. To collect the valid data, the writer uses some steps, such as perseverance observation, triangulations, and sufficiency references. The writer analyzes the data by arranging the reduction data, the explanation data, and verification or making the conclusion.

The results of this research are: (1) SDIT Ukhuwah and SD Plus Al-Irsyad Al- Islamiyyah Kota Batu as the elementary schools with full day school system have 5 strategies in building the children’s emotional and social quotient, such as using the media, integration in studying, integration in daily life, routine activities, and conducting the specific subjects. (2) The strategies which are implemented by SDIT Ukhuwah Banjarmasin and SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu as the schools with full day school system in building the students’ emotional and social quotient can be classified into 5 ways, they are: integration in studying, integration in daily life, routine activities, implementing specific subjects and extracurricular. (3) The obstacles which are faced by SDIT Ukhuwah Banjarmasin and SD Plus Al- Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu as the schools with full day school system in building the students’ emotional and social quotient can be classified into 5 sources, they are: (a) from the teachers, the solution is by implementing activities which can develop the competency of professional teachers through teachership training, and for personal competency development through meeing and liqo’, (b) from the students, the solutions are by giving intensive approach, supplying side teachers, and applying rules, (c) from the parents, the solutions are by conducting interview, conducting parenting activities, supplying Buku Penghubung, and home visit activities, (d) the financial limitation to condition the environment, the solution is by making handcraft with cheap utilized material, and (e) the physical condition of the school building cannot be used for planting, because the school area covered by ceramics. The solution is by collecting little pots to plant little plants like flowers, etc. (4) the common strategies from both schools in building the students’ emotional and social quotient are both schools implement integration in studying, integration in daily life, routine activities, and conducting the specific subjects. On the contrary, the different strategy from both schools is the strategy in building the emotional quotient; SDIT Ukhuwah Banjarmasin uses media Saku Perasaan to build the students’ emotional quotient in self-awareness aspect, and aquarium and decoration plants to build the students’ empathy feeling.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Susanto, Djoko and Hidayah, Rifa
Keywords: Strategi; Full Day School; Kecerdasan Emosional; Sosial; Strategy; Full Day School; Emotional and Social Intelligence
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 02 Aug 2023 14:58
Last Modified: 02 Aug 2023 14:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55174

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item