Responsive Banner

Peran kepemimpinan perempuan dalam pengembangan Pondok Pesantren: Studi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Madiredo Pujon Malang

Isti'ah, Isti'ah (2007) Peran kepemimpinan perempuan dalam pengembangan Pondok Pesantren: Studi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Madiredo Pujon Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05920009.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (934kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, hal ini berimplikasi pada kenyataan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional. Dengan survivenya lembaga ini, secara implisit menunjukkan bahwa ada tradisi lama yang hidup ditengah-tengah masyarakat Islam dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan.

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga keagamaan yang tidak hanya identik dengan dengan keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Hal ini dapat dilihat bahwa di negara-negara Islam lainnya tidak ada lembaga pendidikan pesantren.

Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan peran kepemimpinan perempuan dalam pengembangan pesantren. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi peran serta, dan dokumentasi. Interpretasi data menggunakan perspektif fenomenologis. Sedangkan untuk mendapatkan kevalidan data digunakan teknik observasi terus menerus, memanfaatkan data yang dianalisis, mencari kasus yang bertentangan, melibatkan informan untuk mereview data (member check), mendiskusikan data dengan pihak tertentu, memeriksakan kembali dengan catatan lapangan.

Hasil penelitian ini adalah kepemimpinan perempuan dalam pesantren yang lazim disebut Nyai ternyata berperan sangat besar bagi perkembangan pondok pesantren. Ada beberapa pola yang digunakan oleh pemimpin perempuan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Pujon.

Pola kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Pujon adalah pola kepemimpinan konsultatif, partisipatif dan delegatif. Dengan diterapkannya pola kepemimpinan konsultatif, partisipatif dan delegatif memberikan kelebihan tersendiri bagi pondok pesantren Bahrul Ulum Pujon dalam mengembangkan lembaganya ke arah yang lebih baik, karena dalam setiap pengambilan keputusannya dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan pengasuh, wali santri, alumni, pengurus dan simpatisan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Peran kepemimpinan perempuan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Pujon adalah sebagai pendidik, pengasuh dan pengurus. Sebagai pendidik Ibu Nyai Hajjah Siti Aminah menggunakan seluruh waktunya untuk mengabdikan diri mendidik santri-santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Sebagai pengasuh Ibu Nyai Hajjah Siti Aminah bertanggungjawab terhadap para santri yang diasuhnya. Pengasuh layaknya seperti orang tua yang selalu mengawasi, menyayangi dan memberi nasehat kepada santrinya. Sebagai pengurus, tugas Ibu Nyai Hajjah Siti Aminah berhubungan erat dengan pengasuh.

Karena yang menjalankan dan bertanggungjawab terhadap aktivitas sehari-hari adalah pengurus harian yang terdiri dari santri, ustadz dan ustadzah, maka Nyai Hajjah Siti Aminah bertugas memberikan arahan, masukan kepada pelaksana tersebut. Walau demikian Ibu Nyai Hajjah Siti Aminah tetap masuk dalam struktur pengurus dengan jabatan pengasuh.

Dari diskusi penelitian diperoleh hasil bahwa peranan Ibu Nyai Hajjah Siti Aminah sangat besar dalam pengembangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Pujon. Dari hasil tersebut dapat diajukan bahwa tesis dari hasil penelitian ini adalah: pertama, pola kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin dalam sebuah lembaga atau organisasi manapun tidak dapat menentukan aturan-aturan atau kebijakannya tanpa memperhatikan situasi dan kondisi internal dan eksternalnya. Kedua, semua (pemimpin) lembaga atau organisasi dituntut harus mempunyai inovasi dan motivasi dalam rangka pengembangan lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Lembaga atau organisaasi yang lemah pengembangannya, meskipun mempunyai sejarah yang panjang maka cepat atau lambat ia akan tersingkir dari persaingan global lembaga pendidikan.

ABSTRACT

Islamic boarding school is the oldest Islamic educational institution in Indonesia, implicated to the fact that Islamic boarding school is traditional Islamic educational institution. By its survival, implicitly, the fact shows that there is the old tradition which exists among Islamic society in the certain aspects which is still relevant in this life.

Islamic boarding school is the one of religious institutions which is not only identically Islamic characters but also the original meaning of Indonesia (Indigenous). Prove of it is we couldn’t find the Islamic boarding school which is part of educational institutions in Islamic states except in Indonesia.

The goals of this research is identifying, analyzing, and describing the role of women leadership in developing Islamic boarding school. The approach used in this research is qualitative and case study.

The technique of gathering the data which is used is interview, participative observation, and documents. The technique of interpreting the data which is used is perspective phenomenology. Whereas evaluating the validity of the data uses observation technique continually, usage of the analyzed data, looked for the complicated cases, involved informants to review the data (member check), discussed the data with others, and crossed check with the field notes.

Result of this research is the women leadership – in Islamic boarding school – who is usually called “Nyai” – in the fact – who has a big role in developing Islamic boarding school. There are several forms which are used by the women leader in Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon.

The form of leadership which is used in Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon is consultative, participative, and delegacies leadership form. By applying consultative, participative, and delegacies leadership form, it gives the big advantages to the Islamic boarding school of Bahrul Ulum of it self in developing the institutions to better step because the decision is always taken by all of elements in Islamic boarding school of Bahrul Ulum. They are the advisors, the teachers, the students’ parents, the graduates, the functionaries, and the people who have intentions to the Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon.

The role of women leadership in Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon is as the teachers, advisors, and functionaries. As the teacher, Nyai Hajjah Siti Aminah uses all of her time to serve herself to educate the students in Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon.

As the advisor, Nyai Hajjah Siti Aminah has responsibility to the students whom she educates. The advisor is as same as parents who always keeps on, gives affections and advices to the students. As the functionary, Nyai Hajjah Siti Aminah has a big job which is extremely related to the advisor.

Because the daily functionaries that consists of the students, the teachers who act and responsible to the daily activities, therefore Nyai Hajjah Siti Aminah has job to give advices and suggestions to the implementation of the functionaries’ job. However, Nyai Hajjah Siti Aminah is included to the structure of functionaries as the advisor.

This research affords some inventions that Nyai Hajjah Siti Aminah has a big role in developing Islamic boarding school of Bahrul Ulum of Madiredo Pujon. In conducting to the result of this research, the researcher concludes that thesis of this research is: first, the leadership that is applied by the leader in every institution or organization can not decide rules without paying attentions to internal and external situation and condition. Second, all of the institutions or organizations leaders get to have high motivation and new innovation in developing the institutions or organizations that they lead. The institutions or organizations that have a weakness in developing their institutions or organizations – although it has a great history – these institutions or organizations will be disappeared later.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Said, M. Mas’ud
Keywords: Pola Kepemimpinan; Peran Kepemimpinan dalam Pengembangan Pesantren; The form of leadership; the role of leadership in developing Islamic boarding school
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 27 Jun 2023 10:31
Last Modified: 27 Jun 2023 10:31
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51489

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item