Responsive Banner

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Tanin dari Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.)

Sa'adah, Lailis (2010) Isolasi dan Identifikasi Senyawa Tanin dari Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05530003.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa tanin dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk mencari eluen terbaik dalam pemisahan senyawa tanin dan mengetahui jenis senyawa tanin dari ekstrak daun belimbing wuluh dengan kromatografi lapis tipis. Senyawa tanin merupakan salah satu senyawa yang ada dalam daun belimbing wuluh seperti firman Allah SWT dalam surat al An'am ayat 99 bahwa dalam tumbuhan-tumbuhan masih banyak rahasia alam yang belum terungkap.

Isolasi senyawa tanin dari daun belimbing wuluh dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut aseton : air (7:3) selama 3x24 jam dengan bantuan shaker, kemudian dilakukan fraksinasi. Uji fitokimia dilakukan dengan menambahkan reagen FeCl3 1 %, larutan gelatin, formalin 3 % : HCl 1 N (2:1) dan FeCl3 1 % ke ekstrak. Pemisahan senyawa tanin dari ekstrak dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) analitik untuk mencari eluen terbaik dengan variasi eluen yaitu n-butanol : asam asetat : air (BAA) (4:1:5), etil asetat : kloroform : asam asetat 10 % (15:5:2), asam asetat glasial : H2O : HCl pekat (Forestal) (30:10:3), metanol : etil asetat (4:1), etil asetat : metanol : asam asetat (6:14:1), toluen : etil asetat (3:1), kemudian dilanjutkan pemisahan dengan KLT preparatif. Identifikasi senyawa tanin dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun belimbing wuluh mengandung senyawa tanin, didukung dari uji fitokimia dari ketiga reagen menunjukkan positif mengandung senyawa tanin. Eluen terbaik dalam pemisahan senyawa tanin dengan KLT analitik adalah n-butanol : Asam asetat : Air (BAA) (4:1:5) yang dapat digunakan dalam pemisahan dengan KLT preparatif. Eluen ini memisahkan 3 noda dengan nilai Rf 0,53; 0,61; dan 0,68. Berdasarkan hasil analisis spektrofotometer UV-Vis, isolat 2 dengan nilai Rf 0,61 memiliki panjang gelombang maksimum sebesar 331 nm. Hasil identifikasi dengan FTIR menunjukkan serapan-serapan yang spesifik dari senyawa tanin seperti rentangan asimetri OH pada bilangan gelombang 3372,4 cm-1, overtone aromatik pada bilangan gelombang 2071,8 cm-1, rentangan cincin aromatik pada 1625,8 cm-1 dan benzena pada 782,5 cm-1, sehingga senyawa tanin yang diduga adalah flavan- 3,6,7,4',5'-pentaol atau flavan-3,7,8,4',5'-pentaol.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hayati, Elok Kamilah and Prasetyo, Anton
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHayati, Elok KamilahUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDPrasetyo, AntonUNSPECIFIED
Keywords: Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L); Tanin; Kromatografi Lapis Tipis (KLT); Spektrofotometer UV-Vis; Spektrofotometer FTIR
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 28 Mar 2023 09:48
Last Modified: 28 Mar 2023 09:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/48902

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item