Responsive Banner

Conversational maxims on Jokowi And Obama’s speeches

Saifuddin, Ahmad (2015) Conversational maxims on Jokowi And Obama’s speeches. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
11320050.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRACT

Conversation is the necessity of life of every one. People need the others. Every person wants to share his or her feeling and needs. But, sometime when he or she conveys his or her nessecity, he or she tends to hide the direct intend. So, he or she tends to imply something. According to Grice (1975) when someone conveys feeling and need, the speakers tend to say it indirectly. To understand the intended message, both speaker and hearer occurs cooperation, in which this cooperation is called cooperative principle. This cooperative principle obeys four maxim. But despite, it also can be disobeyed or violated four maxims. I choose this research, because, as we know, Jokowi is a new president selected in 2014 and attend to the APEC CEO summit in Beijing 2014 also, besides he is native Javanese who has difficulty speaking English. Then, I analyze how much obeying and violating Jokowi’s speech which is compared with Obama’s speech.

This research uses descriptive research. It describes the speeches between Jokowi and Obama. It depends on how their utterances create and give meaning. And, it deals with discourse study because it analyzes how the utterances used in speeches, especially how the utterances related to the obeying and violating maxims in four ways. I begin from identifying the data and the analyzing it in deeply.

Finally, I make conclusion about the utterances of both obeying and violating maxims between Jokowi and Obama. Both can balance between obeying and violating four maxims, but the speech was running well. Furthermore, obeying and violating did not make their speeches disturbed. And, the much of obeying and violating maxims will determine the trust degree.

From these findings, I suggest the readers especially the student of English Language and Letters Department to learn more and deeply about obeying and violating maxims. Furthermore

ABSTRAK

Percakapan adalah kebutuhan hidup setiap orang. Orang membutuhkan orang lain. Setiap orang ingin berbagi perasaan atau kebutuhannya. Namun, ketika dalam penyampaiannya, ia cenderung untuk menyembunyikan tujuan langsungnya. Jadi, ia cenderung menyiratkan sesuatu. Menurut Grice (1975) ketika seseorang menyampai- kan perasaan dan kebutuhan, penutur cenderung mengatakannya secara tidak lang- sung. Untuk memahami pesan yang dimaksud, baik pembicara maupun pendengar terjadi kerjasama, dimana kerjasama ini disebut prinsip kerjasama. Prinsip kerjasama ini mematuhi empat maxim. Tapi sebaliknya, kerjasama tersebut juga dapat menaati atau melanggar empat maksim. Saya memilih penelitian ini, karena, seperti yang kita tahu, Jokowi adalah presiden baru terpilih pada tahun 2014 dan menghadiri KTT APEC CEO di Beijing 2014, selain ia orang Jawa asli yang memiliki kesulitan berbicara bahasa Inggris. Kemudian, saya menganalisis berapa banyak menaati dan melanggar maxim dalam pidato Jokowi yang dibandingkan dengan pidato Obama.

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini menjabarkan tentang pidato antara Jokowi dan Obama. Penjabarannya tergantung pada bagaimana ucapan yang mereka ciptakan dan berikan sehingga mengandung arti. Dan, sehubu- ngan dengan studi wacana karena penelitian ini menganalisis bagaimana ucapan digunakan dalam pidato, terutama bagaimana ucapan terkait dengan menaati dan melanggar prinsip-prinsip dalam empat cara. Saya mulai dari mengidentifikasi data dan menganalisanya dalam-dalam.

Akhirnya, saya membuat kesimpulan tentang ucapan-ucapan baik menaati dan melanggar prinsip-prinsip antara Jokowi dan Obama. Keduanya dapat menyeimbang- kan antara menaati dan melanggar empat maksim, namun pidato itu berjalan dengan baik. Selanjutnya, menaati dan melanggar tidak membuat pidato mereka terganggu. Dan, banyaknya dari menaati dan melanggar maksim akan menentukan tingkat kepercayaan.

Dari temuan ini, saya sarankan para pembaca khususnya mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris dan Sastra untuk mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang menaati dan melanggar prinsip-prinsip. Selanjutnya, peneliti-peneliti yang akan datang semoga bisa lebih fokus pada maksim lebih detail.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Susanto, Djoko
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSusanto, DjokoUNSPECIFIED
Keywords: Obeying and violating maxims; Jokowi and Obama; Mematuhi dan melanggar prinsip-prinsip; Jokowi dan Obama
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200403 Discourse and Pragmatics > 20040301 Pragmatics - Speech Acts (incl. Locution, Illocution Perlocution)
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Adi Sucipto
Date Deposited: 22 Feb 2023 14:07
Last Modified: 22 Feb 2023 14:07
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47176

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item