Responsive Banner

Eksistensi Pondok Pesantren Tradisional Sidogiri Kraton Pasuruan pada Era Modernisasi

Hadi, Moh. Sofwan (2009) Eksistensi Pondok Pesantren Tradisional Sidogiri Kraton Pasuruan pada Era Modernisasi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05110164.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Sejak zaman penjajahan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan eksistensinya telah lama mendapatkan pengakuan masyarakat. Karena telah ikut terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional tertua di Indonesia. Keberadaan pondok pesantren menjadi bagian dari sistem kehidupan umat Islam sekaligus penyangga budaya masyarakat Islam dan bangsa Indonesia, terutama pada masa penjajahan. Kendati Pondok Pesantren secara inplisit berkonotasi sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, namun tidaklah berarti keseluruhan pondok pesantren yang ada selalu tertutup dengan inovasi. Termasuk pondok pesantren Sidogiri. Pondok pesantren yang berlokasi di desa Sidogiri Kraton Pasuruan ini, meskipun merupakan pondok pesantren yang kental dikenal sebagai pondok pesantren tradisional, namun dalam segala sistemnya pondok pesantren ini tidak menutup diri dari segala bentuk perubahan.

Berdasarkan hal tersebut, maka melalui penelitian ini peneliti berusaha mengkaji tentang “Eksistensi Pondok Pesantren Tradisional Sidogiri pada Era Modernisasi” dengan dua rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana sistem pendidikan pondok pesantren tradisional Sidogiri kraton Pasuruan? 2. Bagaimana eksistensi pondok pesantren tradisional Sidogiri pada era modernisasi? Penelitian ini bertujuan agar dapat diketahui kekurangan dan kelebihan pondok pesantren pada umumnya, dan pesantren tradisional Sidogiri khususnya sehingga anggapan- anggapan negatif yang menyatakan bahwa sistem pendidikan pondok pesantren tradisional merupakan sistem yang ketinggalan dan tidak lagi relevan untuk diterapkan akan terhapuskan.

Adapun untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini penulis lakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menginterpretasikan melalui penjelasan-penjelasan deskripitif sebagai kesimpulan mengenai Eksistensi Pondok Pesantren Tradisional Sidogiri Kraton Pasuruan pada Era Modernisasi.

Dari hasil penelitian tersebut peneliti menunjukkan bahwa: 1. Sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren Sidogiri terdiri dari dua sistem pendidikan, yaitu sistem ma’hadiyah yang berisi metode bandongan dan sorogan, dan sistem madrasiyah yang lebih dikenal dengan sistem klasikal. 2. Pondok pesantren Sidogiri merupakan pondok pesantren yang selalu menjaga ketradisionalan. Namun hal itu bukan berarti pondok pesantren Sidogiri tidak mau menerima perubahan. Sebagai respon terhadap lajunya era modernisasi, pondok pesantren Sidogiri selalu berusaha berbenah diri. Pembenahan tersebut bukan hanya dalam subtansi pendidikan, namun juga dalam bidang organisasi dan manajemen pesantren.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sahlan, Asmaun
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSahlan, AsmaunUNSPECIFIED
Keywords: Eksistensi; Pondok Pesantren Tradisional; Era Modernisasi
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 03 Feb 2023 14:34
Last Modified: 03 Feb 2023 14:34
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/46109

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item