Responsive Banner

Status hukum keperdataan Adopsi Anak tanpa melalui penetapan pengadilan ditinjau dari PP Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak

Qomariyah, Nurul (2022) Status hukum keperdataan Adopsi Anak tanpa melalui penetapan pengadilan ditinjau dari PP Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210146.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Adopsi anak merupakan peralihan hak anak angkat dari lingkungan orang tua atau wali yang sah ke dalam lingkungan orang tua angkat. Dalam pelaksanaannya, adopsi anak harus dilakukan melalui penetapan pengadilan sebagaimana yang telah disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007 Tentang Pelaksanaan pengangkatan Anak. Namun, hal berbeda dilakukan oleh satu pasangan di Desa Sidodadi di mana mereka melakukan adopsi anak hanya berdasar pada persetujuan dari seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, fokus permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini ialah mengenai status hukum keperdataan adopsi anak yang dilakukan tanpa melalui penetapan pengadilan.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer, sekunder, dan tersier. Data yang dihasilkan diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi kepada pasangan orang tua angkat, kakek dan nenek angkat, bidan, dan perangkat desa. Pengelolaan data dilakukan dengan edit, klasifikasi, verifikasi, analisa data, dan konklusi atau kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa faktor yang menyebabkan adopsi anak tanpa melalui penetapan pengadilan di antaranya: kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pengangkatan anak yang sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku, kebiasaan masyarakat yang enggan melalui proses panjang, serta kurangnya sosialisasi dari perangkat daerah mengenai prosedur pengangkatan anak yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Kemudian status keperdataan adopsi anak tanpa melalui penetapan pengadilan tidak mendapatkan kepastian hukum sebagaimana mestinya karena akta kelahiran dibuat tanpa catatan pinggir berdasarkan penetapan pengadilan meskipun dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Status anak angkat yang berubah menjadi anak kandung di akta kelahiran dan kartu keluarga pun tidak mengubah kedudukan anak angkat dalam silsilah keluarga terutama dalam hal perwalian dan pewarisan.

ABSTRACT

Adoption of a child is the transfer of the rights of an adopted child from the environment of the parent or legal guardian to the environment of the adoptive parent. In practice, the adoption of a child must be carried out through a court order as stated in government regulation Number 54 of 2007 concerning the Implementation of Child Adoption. However, infertile couples do different things in Sidodadi Village where they adopt children only based on the consent of all family members. Thus, the focus of the problem that will be examined in this study is regarding the civil legal status of child adoptions that are carried out without going through a court order.

This research is a type of empirical juridical research with a qualitative approach. The data sources used are primary, secondary, and tertiary data sources. The data obtained were obtained through observation, interviews, and documentation to infertility couples, parents of infertility couples, midwives, and village officials. Data management is done by editing, classifying, verifying, analyzing data, and drawing conclusions.

The results of this study indicate several factors that cause child adoption without going through a court order including: lack of public understanding of the adoption procedure in accordance with applicable regulations, people's habits that are reluctant to go through a long process, and lack of socialization from local officials regarding child adoption procedures. which is in accordance with the applicable provisions, namely Government regulation Number 54 of 2007 concerning the Implementation of Child Adoption. Then the civil status of adopting a child without going through a court order does not get legal certainty as it should be because the birth certificate is made without a side note based on a court order even though it is issued by an authorized institution. The status of an adopted child who turns into a biological child on the birth certificate and family card does not change the position of the adopted child in the family tree, especially in terms of guardianship and inheritance.

مستخلص البحث

تبني الطفل هو نقل حقوق الطفل المتبنى من بيئة الوالد أو الوصي القانوني إلى بيئة الوالد المتبني. في الممارسة العملية ، يجب أن يتم تبني الطفل من خلال أمر من المحكمة كما هو مذكور في اللائحة الحكومية رقم ٥٤ لسنة ٢٠٠٧ بشأن تنفيذ تبني الأطفال. ومع ذلك ، يقوم الأزواج المصابون بالعقم بأشياء مختلفة في قرية سيدودادي حيث يتبنون الأطفال فقط بناءً على موافقة جميع أفراد الأسرة. وبالتالي ، فإن تركيز المشكلة التي سيتم بحثها في هذه الدراسة يتعلق بالوضع القانوني المدني لتبني الأطفال التي تتم دون المرور بأمر من المحكمة.

هذا البحث هو نوع من البحث القانوني التجريبي ذو منهج نوعي. مصادر البيانات المستخدمة هي مصادر البيانات الأولية والثانوية والثالثية. تم الحصول على البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق للأزواج الذين يعانون من العقم وأولياء أمور الأزواج الذين يعانون من العقم والقابلات والمسؤولين القرويين. تتم إدارة البيانات عن طريق تحرير البيانات وتصنيفها والتحقق منها وتحليلها واستخلاص النتائج.

تشير نتائج هذه الدراسة إلى العديد من العوامل التي تؤدي إلى تبني الأطفال دون المرور بأمر من المحكمة بما في ذلك: عدم فهم الجمهور لإجراءات التبني وفقًا للوائح المعمول بها ، وعادات الأشخاص الذين يترددون في المرور بعملية طويلة ، ونقص التنشئة الاجتماعية من المسؤولين المحليين فيما يتعلق بإجراءات تبني الأطفال. والتي تتوافق مع الأحكام المعمول بها ، وهي اللائحة الحكومية رقم ٥٤ لسنة ٢٠٠٧ بشأن تنفيذ تبني الأطفال. ومن ثم فإن شرعية تبني طفل دون المرور بأمر من المحكمة لا تحصل على يقين قانوني كما ينبغي أن يكون ذلك لأن شهادة الميلاد يتم إجراؤها بدون ملاحظة جانبية بناءً على أمر من المحكمة على الرغم من أنها صادرة عن مؤسسة مرخصة. وضع الطفل المتبنى الذي يتحول إلى ولد الصلب في شهادة الميلاد وبطاقة الأسرة لا يغير مكانة الطفل المتبنى في شجرة العائلة ، خاصة فيما يتعلق بالوصاية والميراث.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaicha, Siti
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDZulaicha, SitiUNSPECIFIED
Keywords: Adopsi; Penetapan Pengadilan; Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007; Adoption; Court Decision; Government Regulation Number 54 of 2007; تبني ، قرار محكمة ، لائحة حكومية رقم ٥٤ لسنة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012827 Islamic Court & Civil Procedure
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nurul Qomariyah
Date Deposited: 06 Jun 2022 11:10
Last Modified: 06 Jun 2022 11:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/35893

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item