Responsive Banner

Pertanggungjawaban perusahaan otobus terhadap pihak ketiga (korban tertabrak) kecelakaan lalu lintas perspektif Hukum Ekonomi Syariah: Studi putusan NOMOR: 02/PDT.G/2018/PN.MJK.

Anwar, Ahmad Sahid (2022) Pertanggungjawaban perusahaan otobus terhadap pihak ketiga (korban tertabrak) kecelakaan lalu lintas perspektif Hukum Ekonomi Syariah: Studi putusan NOMOR: 02/PDT.G/2018/PN.MJK. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18220123.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Perusahaan otobus merupakan badan usaha yang bergerak di bidang jasa angkutan yang digunakan untuk memindahkan barang/orang dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam menjalankan usaha tersebut, Perusahaan otobus melakukan perjanjian kerjasama dengan seseorang yang menjadi pengemudi bus di perusahannya, yang mana satu sama lain mempunyai hak, kewajiban dan tanggungjawab sesuai undang-undang yang berlaku, dan perjanjian yang telah di buat. Pada kasus Putusan Nomor: 02/PDT.G/2018/PN.MJK, disebutkan bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi bus Mira Eka. Adapun dalam perjanjian kemitraan yang dibuat, perusahaan otobus menyerahkan semua tanggungjawab akibat kecelakaan kepada pengemudi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertimbangan putusan hakim berdasarkan kaidah hukum dan regulasi yang berlaku, dan tanggungjawab perusahaan otobus terhadap korban tertabrak berdasarkan hukum ekonomi syariah.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskriptif, dengan menggambarkan secara objektif dan aktual terhadap masalah yang berkenaan dengan petanggungjawaban PO Bus terhadap kerugian pihak ketiga (tertabrak) yang ditimbulkan oleh sopir Bus dengan tinjauan hukum positif dan hukum ekonomi syariah.

Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Putusan majelis hakim Nomor: 02/PDT.G/2018/PN.MJK telah sesuai dengan kaidah hukum dan regulasi yang berlaku, bahwa perusahaan otobus tetap bertanggungjawab atas korban kecelakaan berdasarkan Pasal 235 (2) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi, Perusahaan otobus tidak dapat mengesampingkannya dengan perjanjian yang dibuat. 2. Dalam tinjauan hukum ekonomi syariah, perjanjian yang dilakukan perusahaan otobus dengan pengemudi adalah termasuk akad syirkah abdan (a’mal), yang mana terdapat ketentuan apabila salah satu syarik melakukan tindak pidana, maka jaminan tanggungjawab dibebankan juga kepada syarik yang lain secara proporsional. Hal ini didasarkan pada jaminan pekerjaan.

ABSTRACT

Autobus companies are business entities engaged in transportation services used to move goods/people from their place of origin to their destination. In carrying out this business, the otobus company enters into a cooperation agreement with a person who is a bus driver in his company, each of which has rights, obligations and responsibilities according to applicable laws and agreements that have been made. In the case of Decision Number: 02/PDT.G/2018/PN.MJK, it was stated that there had been a traffic accident caused by the bus driver Mira Eka. As for the partnership agreement that was made, the bus company handed over all responsibility due to accidents to the driver.

This study aims to examine the consideration of the judge's decision based on applicable laws and regulations, and the responsibility of the bus company to the victim of a crash based on sharia economic law.

The method used in this study is a descriptive normative juridical legal research type, by describing objectively and actually on issues relating to the PO Bus liability for third party losses (hit) caused by the bus driver with a positive legal review and sharia economic law.

The results of the study can be concluded that: 1. The decision of the panel of judges Number: 02/PDT.G/2018/PN.MJK is in accordance with applicable laws and regulations, that the bus company remains responsible for accident victims based on Article 235 (2) Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation, and cannot override it with the agreement made. So, the otobus company cannot override it with the agreement made. 2. In the review of sharia economic law, the agreement made by the bus company with the driver is included in the syirkah abdan (a'mal) contract, in which there is a stipulation that if one syarik commits a crime, the guarantee of responsibility is also charged to the other syarik proportionally. It is based on job guarantees.

مستخلص البحث

شركة الحافلات هي كيان تجاري يعمل في خدمات النقل المستخدمة لنقل البضائع / الأشخاص من مكانهم الأصلي إلى وجهتهم. في سياق إدارة هذا العمل ، تدخل شركة الحافلات في اتفاقية تعاون مع شخص يعمل سائق حافلة في شركته ، يكون لكل منها حقوق والتزامات ومسؤوليات وفقًا للقوانين المعمول بها والاتفاقيات التي تم إبرامها. في حالة رقم القرار رقم القرار: 02 / PDT.G / 2018 / PN.MJK. يذكر ان سائق الحافلة ميرا ايكا وقع في حادث مروري. أما بالنسبة لاتفاقية الشراكة التي تم إبرامها ، فقد سلمت شركة الحافلات جميع المسؤوليات المترتبة على الحوادث للسائق.

تهدف هذه الدراسة إلى فحص النظر في قرار القاضي بناءً على القوانين واللوائح المعمول بها ، ومسؤولية شركة الحافلات تجاه ضحية حادث على أساس القانون الاقتصادي الشرعي.
المنهج المستخدم في هذا البحث هو نوع وصفي من البحث القانوني المعياري ، من خلال الوصف الموضوع والفعلي بشأنالقضايا المتعلقة بمسؤولية شركة الحافلات عن خسائر الطرف الثالث (تجاوز) التي يسببها سائق الحافلة مع مراجعة قانونية إيجابية والقانون الاقتصادي الشرعي.

وجاءت نتائج هذه الدراسة كالتالي: 1. قرار لجنة القضاة رقم القرار: 02 / PDT.G / 2018 / PN.MJK. فقًا للقوانين والأنظمة السائدة ، تظل شركة الحافلات مسؤول عن ضحية الحوادث على أساس المادة 235 (2) من القانون رقم 22 لسنة 2009 بشأن المرور على الطرق والمواصلات. لذلك ، لم تتمكن الحافلة من اجتيازها بالاتفاق الذي تم التوصل إليه. 2. من منظور الشريعة الاقتصادية ، الاتفاق الذي أبرمته شركة الحافلات مع السائق مشمول في عقد سيركة عبدان (أعمال) ، والذي ينص على أنه إذا ارتكب أحد السياريك جريمة ، فإن ضمان المسؤولية يتحمله أيضًا السياريك الأخرى بشكل متناسب. لأنه يقوم على ضمانات العمل.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Firdaus, Dwi Hidayatul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFirdaus, Dwi HidayatulUNSPECIFIED
Keywords: perusahaaan otobus; korban kecelakaan; hukum ekonomi syariah bus company; accident victim; sharia economic law. الكلمات الرئيسية شركة أتوبيس ; متضرر حادث ; قانون اقتصادي شرعي
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012712 al-Syirkah (incl. al-Mudharabah, al-Musahamah)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Ahmad Sahid Anwar
Date Deposited: 03 Jun 2022 11:04
Last Modified: 03 Jun 2022 13:17
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/35770

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item