Yaqin, Firdaus Ainul (2015) Analisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru: Study kasus di SD Insan Terpadu Sumberanyar dan MI Raudlatul Munadhirin Pandean. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (FULLTEXT)
13761004.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Latar belakang penulisan judul ini adalah rendahnya kompetensi yang dimiliki guru yang ada di Indonesia,maka untuk meningkatkan kompetensi tersebut perlunya setrategi yang tepat yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi tersebut.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum kompetensi guru, strategi peningkatan kompetensi yang telah dilakukan oleh kepala sekolah serta formulasi yang tepat untuk meningkatkan kompetensi guru.
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang mana tidak menggunakan angka, akan tetapi menggunakan deskripsi data yang sesuai dengan kenyataan dilapangan.
Penelitian ini dilakukan di dua sekolah, yaitu SD Insan Terpadu Sumberanyar dan MI. Raudlatul Munadhirin Pandean. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Guru-guru di SD Insan Terpadu Sumberanyar sebagian besar sudah S-1 dan yang tersertifikasi 13 Orang, akan tetapi ada beberapa kebijakan kepala sekolah yang kurang tepat mengenai kualifikasi akademiknya dengan mata pelajaran yang diampu. Sedangkan di MI. Raudlatul Munadhirin Pandean sebagian besar guru-guru sudah S-1, hanya 3 oraang yang belum berkualifikasi akademik S-1 karena masih dalam tahap penyelesaian. Dan juga 9 orang yang sudah tersertifikasi. 2). Strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah SD Insan Terpadu dan MI. Raudlatul Munadhirin dalam meningkatkan kompetensi guru hampir sebagian sama, seperti mengikutsertakan guru dalam workshop dan seminar, mengadakan pelatihan sendiri dengan mendatangkan narasumber dari luar, akan tetapi ada beberapa yang berbeda seperti di MI. Raudlatul Munadhirin ada pelatihan TI, sedangkan di SD Insan Terpadu tidak ada. Begitupun sebaliknya, di SD Insan Terpadu malakukan study banding ke sekolah yang maju, sedangkan di Mi. Raudlatul Munadhirin belum pernah dilakukan.
Formulasi yang ditawarkan oleh peneliti kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru antara lain : a). Proaktif mengikutkan guru dalam workshop secara terarah, terencana, dan berkesinambungan. b). Study lanjut program S-2 c). Pemanfaatan jurnal, baik artikel maupun penelitian d). Mengusahakan penyetaraan kualifikasi akademik dan sertifikasi e). Mengefektifkan guru dalam kegiatan KKG dan MGMP f). Mengadakan kursus atau pelatihan TI dan bahasa asing (Inggris) g). Pembinaan perilaku dan kepribadian h). Memeberikan motivasi melalui reward dan punishment.
ENGLISH:
The background of the writing of this title is the low competency of teachers in Indonesia, then to improve the competence, need the appropriate strategies to be carried out by the principal in order to improve the competency.
The aim of this study was to determine the general picture of teacher competence, competence improvement strategy that has been done by the principal as well as the right formulation to increase the competence of teachers. In this study used descriptive qualitative method, which did not use numbers, but used a description of the data that corresponded to the reality in the field. This research was conducted in two schools, namely SDInsanIntegratedSumberanyar and MI.
RaudlatulMunadhirin Pandean. And the results of this study indicated that 1). Teachers in SD Insan Integrated Sumberanyar were largely S-1 and certified 13 people, but there were some policies that principals were less precise about the academic qualifications of teaching subjects. While in MI. RaudlatulMunadhirin Pandean, most of the teachers had S-1, only 3 people who have not qualified academic S-1 because it was still in the stage of completion. And 9 people were already certified. 2). Almost the same of strategies undertaken by the school principal of SD InsanIntegrated and MI. RaudlatulMunadhirin in enhancing the competence of teachers, as to include teachers in workshops and seminars, training by bringing in speakers from outside, but there were several different like in MI. RaudlatulMunadhirin, there is an IT training, while in SD Insan Integrated nothing. Furthermore, in SD Insan Integrated conducted a comparative study into the advanced school, whereas in Mi. RaudlatulMunadhirin has never been done.
Formulations offered by researcher associated with increased competency of teachers, they were: a). Proactive to include teachers in the workshop which directed, planned, and sustainable. b). Further study of the S-2. c). Utilization of the journal, both the article and research. d). Doingthe equivalency of academic qualification and certification. e). Making effectiveness the teachers in KKG and MGMP f). Holdingcourseor ITtrainingand foreign language (English) g). Coaching attitude and personality. h).providing motivation through reward and punishment.
Item Type: | Thesis (Masters) | |||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Baharuddin, Baharuddin and Abidin, Munirul | |||||||||
Contributors: |
|
|||||||||
Keywords: | Analisis; Strategi Kepala Sekolah; Kompetensi guru; Analysis; PrincipalStrategy; teacher competence | |||||||||
Departement: | Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | |||||||||
Depositing User: | Imam Rohmanu | |||||||||
Date Deposited: | 29 Jun 2016 09:16 | |||||||||
Last Modified: | 29 Jun 2016 09:16 | |||||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3274 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |