Responsive Banner

Tradisi Jeulamee dalam Pernikahan Suku Aceh perspektif mashlahah: Studi kasus di Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur

Muhammad, Zainuddin (2020) Tradisi Jeulamee dalam Pernikahan Suku Aceh perspektif mashlahah: Studi kasus di Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text
16210003.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Jeulamee dalam perspektif masyarakat Aceh adalah pemberian wajib yang berupa emas dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan suku Aceh ketika akan melangsungkan akad nikah. Pemberian tersebut harus melalui pihak keluarga, antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Jeulamee ini harus berbentuk emas dengan ukuran mayam. Satu mayam sendiri setara dengan 3,3 gram emas.

Penelitian ini terdapat dua Rumusan Masalah Yaitu: 1) Bagaimana konsep dan praktik pemberian jeulamee dalam pernikahan suku Aceh di Kecamatan Peunaron ?. 2) Bagaimana jeulamee dalam pernikahan suku Aceh perspektif mashlahah Najmuddin al-Thufi ?. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian empiris, dengan menggunakan pendekatan empiris aktualistik deskriptif. Fokus penelitian diinduksi dari realitas empiris yang dipandang sebagai gejala budaya dan gejala sosial. Fokus penelitian ini bersifat konkrit dan aktual. Dalam penelitian ini, sumber data primer yang digunakan adalah informasi dari para informan, dilengkapi dengan data skunder. Pengumpulan daya ditempuh dengan observasi dan wawancara. Begitu juga halnya dengan teknik pengolahan data menggunakan pemeriksaan data, klasifikasi data, verifikasi data, dan analisis.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jeulamee sama dengan mahar, hanya saja yang berbeda adalah bentuknya yang mengharuskan emas dalam takaran mayam. Jeulamee merupakan simbol kehormatan baik bagi pihak perempuan maupun pihak laki-laki. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar jeulamee diantaranya pendidikan, keturunan, pekerjaan, dan kecantikan.

Adapun tradisi jeulamee dalam pernikahan suku Aceh ini masuk dalam kategori mashlahah Najmuddin al-Thufi. Menikah dengan menetapkan jeulamee yang nilainya tinggi akan menarik suatu manfaat, yaitu menjadi suatu motivasi bagi para pemuda untuk bekerja keras dan mereka bisa mempersiapkan diri dan berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya ketika sudah menikah nanti.

ENGLISH:

Jeulamee in the perspective of the Acehnese people is a compulsory gift in the form of gold from the bridegroom to the bride of the Acehnese tribe when going to hold a marriage contract. The gift must go through the family, between the man and the woman. This Jeulamee must be gold in the size of mayam. One mayam itself equivalent to 3.3 grams of gold.

There are two problems in this research which are: 1) What is the concept and practice of giving jeulamee in Acehnese marriages in Peunaron District ?. 2) How jeulamee in marriage Acehnese perspective maslahah Najmuddin al-Thufi?. This research is classified into the type of empirical research, using a descriptive empirical actualistic approach. The focus of research is induced from empirical realities which are seen as cultural and social phenomena. The focus of this research is concrete and actual. In this research the primary data resource is used the information from the informant, completed with the secondary data. Data collection is done by observation and interviews. Likewise, data processing techniques use data checking, data classification, data verification, and analysis.

The result of this research shows that jeulamee is the same as dowry (mahar), only the difference is the form that requires gold in the quantities of mayam. Jeulamee is a symbol of honor for both women and men. Factors that influence jeulamee levels include her education, heredity, occupation, and beauty.

The jeulamee tradition in Acehnese tribal marriages is included in the mashlahah category of Najmuddin al-Thufi. Married by setting a high value jeulamee will attract a benefit, which is to be a motivation for young people to work hard and they can prepare themselves and try to improve the welfare of their families when they get married later.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sholehuddin, Miftahus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSholehuddin, MiftahusUNSPECIFIED
Keywords: jeulamee; pernikahan; marriage; mashlahah; Jeulamee; Marriage; Mashlahah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Muhammad Zainuddin
Date Deposited: 30 Mar 2020 11:13
Last Modified: 30 Mar 2020 11:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/16428

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item