Responsive Banner

Pendapat tokoh Majelis Ulama Indonesia Kota Malang tentang hukum jual beli dildo (alat bantu seks perempuan)

Sopran, Andi (2019) Pendapat tokoh Majelis Ulama Indonesia Kota Malang tentang hukum jual beli dildo (alat bantu seks perempuan). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15220097.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Permasalahan yang dihadapi ummat saat ini adalah bahwa kebebasan seksual mudah sekali ditemukan, perselingkuhan menjadi trend dan hamil diluar nikah menjadi hal yang biasa, atau prostitusi yang kian merajalela dengan segala macam bentuk, sehingga andaipun penjualan dan penggunaan dildo dianggap oleh sebagian pihak kurang etis, maka bagaimana jika penjualan benda ini memiliki tujuan untuk menghindari perbuatan zina dan seks bebas. Oleh karena itu Majelis Ulama Indonesia Kota Malang bagaimanakah merespon hukum jual beli dildo.

Adapun metode penelitian dalam skripsi ini meliputi: jenis penelitian empiris (lapangan), dengan pendekatan yuridis sosiologis, Yakni penelitian hukum yang menggunakan cara, pendekatan fakta yang ada, dengan mengadakan observasi atau pengamatan di lapangan kemudian, dilakukan proses telaah dan pengkajian untuk memecahkan masalah.pendekatan penelitian ini memiliki tujuan untuk meperoleh pengetahuan hukum secara empiris, dengan cara observasi langsung ke objeknya yaitu pendapat Ulama MUI Kota Malang mengenai hukum jual beli dildo (alat bantu sex perempuan).

Hasil dari penelitian ini adalah : Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, menghukumi jual beli dildo haram dengan alasan sebagai berikut: Karena kecenderungan alat tersebut digunakan untuk masturbasi, Bagi suami istri yang tinggalnya berjauhan, solusinya adalah mendekat, bagi suami yang impotensi mempunyai solusi faskhunnikah, kecenderungan terhadap pembinaan karakter ummat, maka dihukumi oleh tokoh MUI haram, karena masih banyak alternatif lain untuk menghindari zina.

ENGLISH:

The problem faced by the ummah today is that sexual freedom is easily found, infidelity is a trend and pregnancy outside marriage is common, or prostitution is increasingly rampant in all forms, so even if the sale and use of dildos is considered by some parties to be unethical, then what if the sale of these objects has the purpose of avoiding adultery and free sex. Therefore, the Malang City Ulema Council, how to respond to the law of buying and selling dildos.

The research methods in this paper include: types of empirical research (field), with a sociological juridical approach, namely legal research that uses a method, the existing factual approach, by conducting observations or observations in the field later, a review and assessment process is performed to solve the problem. This research approach aims to obtain legal knowledge empirically, by direct observation of the object, namely the opinion of Malang City Ulama regarding the law of buying and selling dildos (female sex aids).

The results of this study are: Malang City Indonesian Ulema Council, punishes the sale and purchase of illicit dildos for the following reasons: Because the tendency of the tool is used for masturbation, For husband and wife who live far apart, the solution is approaching, for husbands who impotence have technical solutions, tendencies towards fostering the character of the Ummah, it is punished by illicit MUI figures, because there are still many other alternatives to avoid adultery.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Noer
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYasin, NoerUNSPECIFIED
Keywords: MUI; jual beli; buying and selling; dildos
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Anisa Putri
Date Deposited: 03 Feb 2020 15:15
Last Modified: 03 Feb 2020 15:15
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/15988

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item