Responsive Banner

Rancang bangun sistem e-learning berbasis microservices dan domain driven design: Studi kasus Probistek UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Khoirunnisa', Lia (2019) Rancang bangun sistem e-learning berbasis microservices dan domain driven design: Studi kasus Probistek UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14650045.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Microservices merupakan konsep arsitektur perangkat lunak dimana sistem terdiri dari layanan-layanan kecil yang saling bekerjasama dan bersifat otonom, deployable, scalable yang dimodelkan berdasarkan bounded context. Microservices mengatasi masalah terfokus pada layanan yang memerlukan penanganan, tanpa mempengaruhi layangan yang lain. Dalam implementasi microservices menggunakan bounded context dari Domain Driven Design (DDD) untuk menentukan batasan layanan. Hasil dari pembagian sistem dengan bounded context adalah 4 services yaitu auth-service (sebagai API gateway), class-service, material-service dan test-service yang masing-masing dibangun dengan Node.js. Sedangkan untuk penyimpanan data menggunakan DBMS MySQL dan MongoDB. Masing-masing layanan berkomunikasi dengan menggunakan REST. Pengujian dilakukan dengan multiple servers yang menggunakan algortima round robin untuk mendapatkan sistem yang scalable dan resilient. Functional testing menguji fungsional perangkat lunak menggunakan balckbox dengan hasil semua fitur dapat berjalan sesuai fungsinya. Integration test menggunakan Postman untuk menguji integrasi antar services dengan hasil antar service dapat berkomunikasi dan melakukan pertukaran data. Unit test dan code coverage yang terdiri dari positive test dan negative test untuk menguji aplikasi berjalan sesuai dengan skenario test yang telah dibuat.

ENGLISH:

Microservices is a software architecture concept where the system consists of small services that work together and are autonomous, deployable, and scalable which is modeled based on the bounded context. Microservices overcome problems focused on services that require handling, without affecting other kites. In microservices implementation use the bounded context of Domain Driven Design (DDD) to determine services limits. The result of dividing the bounded context system are 4 services, namely auth-service (as an API gateway), class-service, materials-services and test services, each of which is build with Node.js. While for storing data using MySQL and MongoDB DBMS. Each service communicates using REST. Testing has done with multiple servers that use round robin algorithms to get a system that is scalable and resilient. Functional testing tests the functional software using black-box with the results that all features can function according to their functions. The integration test uses Postman to test the integration between services with the test result that the service can communicate and exchange data. Unit tests and code coverage consisting of positive tests and negative tests to test applications run according to the test scenario that has been made.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suhartono, Suhartono and Yaqin, M. Ainul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSuhartono, SuhartonoUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDYaqin, M. AinulUNSPECIFIED
Keywords: microservices; bounded context; DDD; e-learning
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Teknik Informatika
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 30 Apr 2020 14:31
Last Modified: 30 Apr 2020 14:31
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/15301

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item