Responsive Banner

Zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi: analisis fatwa MUI no. 001 tahun 2015 perspektif Mashlahah al-Thufi

Dhuha, Syamsud (2019) Zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi: analisis fatwa MUI no. 001 tahun 2015 perspektif Mashlahah al-Thufi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15210112.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pemanfaatan dana zakat terus mengalami perkembangan, tidak hanya diperuntukkan bagi delapan golongan yang sudah dijelaskan dalam al-Qur’an. Pendayagunaan dana zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi banyak dipertanyakan kebolehannya oleh masyarakat. Karena masih terdapat daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih dan sanitasi. MUI sebagai lembaga independen yang dapat mengeluarkan fatwa berusaha memberikan hukum yang pasti terkait pendayagunaan dana zakat untuk pembangunan sarana air bersih. Dengan alasan ini maka disusunlah karya ilmiah yang membahas tentang fatwa MUI terkait pendayagunaan dana zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat dengan analisis perspektif mashlahah al-Thufi.

Jenis penelitian ini berupa library research atau jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis, yaitu menggambarkan tentang faktor yang melatar belakangi terbitnya fatwa MUI ini dan dikaji dengan teori mashlahah al-Thufi. Data primer yang digunakan adalah fatwa MUI No. 001 Tahun 2015, adapun data sekunder yaitu buku yang berkaitan dengan sanitasi dan air bersih juga berupa wawancara terkait latar belakang munculnya fatwa ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar belakang terbitnya fatwa MUI No. 001/MUNAS/IX/MUI/2015 dan mendeskripsikan pemikiran teori mashlahah al-Thufi terkait fatwa tersebut.

Dalam penelitian ini terdapat dua hasil penelitian. Pertama, latar belakang munculnya fatwa ini adalah adanya pertanyaan dari masyarakat tentang kebolehan dana zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi disebabkan kebutuhan air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan dalam sehari-hari untuk menjamin kesehatan mereka. Kedua, apabila ditinjau dari konsep mashlahah al-Thufi telah memenuhi empat prinsip mashlahah. Dalam fatwa MUI dijelaskan tentang pendayagunaan dana zakat untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi adalah boleh yang manfaatnya diperuntukkan bagi kepentingan umum. Hal ini sejalan dengan prinsip mashlahah al-Thufi yang mengedepankan mashlahah untuk kepentingan umum bagi masyarakat. Fatwa ini juga termasuk dalam bidang mu’amalah karena bersangkutan dengan kemashlahatan umum.

ENGLISH:

The utilization of zakat funds continues to develop. It utilization not only for eight groups that have been explained in the Qur'an. The utilization of zakat funds for the construction of clean water and sanitation facilities has been questioned by the public. Because there are still areas that have difficulty accessing clean water and sanitation. MUI as an independent institution that can issue a fatwa trying to provide a definite law regarding the utilization of zakat funds for the construction of clean water facilities. For this reason, a scientific paper was prepared which discusses the fatwa of the MUI regarding the utilization of zakat funds for the development of clean water and sanitation facilities for the people with the analysis perspective of mashlah al-Thufi.

This type of research is in the form of a library research with a descriptive analysis approach, which describes the factors underlying the publication of this MUI fatwa and is examined by the theory of mashlahah al-Thufi. The primary data used is the MUI fatwa No. 001 In 2015, secondary data, namely books related to sanitation and clean water, were also in the form of interviews regarding the background of the emergence of this fatwa. The purpose of this study was to describe the background of the issuance of MUI fatwa No. 001 MUNAS/IX/MUI/ 2015 and described the thoughts of al-Thufi in theory of mashlahah regarding the fatwa.

This research obtained two results. First, the background of the emergence of this fatwa is the existence of questions from the public about the ability of zakat funds for the development of clean water and sanitation facilities due to the need for clean water and sanitation in daily needs to ensure their health. Second, when viewed from the consept of mashlahah al-Thufi, it has fulfilled the four principles of mashlahah. In the MUI fatwa, it was explained about the utilization of zakat funds for the construction of clean water and sanitation facilities, which may be intended for public interest. This is in line with the principle of mashlahah al-Thufi which emphasizes mashlahah for the public interest in society. This fatwa is also included in your field of practice because it is concerned with general welfare.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Toriquddin, Moh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDToriquddin, MohUNSPECIFIED
Keywords: fatwa MUI; mashlahah al-thufi; pendayagunaan zakat; utilization of zakat
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 06 Apr 2020 14:19
Last Modified: 06 Apr 2020 14:19
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14891

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item