Responsive Banner

Pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum), temu mangga (Curcuma mangga), dan jeringau (Acorus calamus) terhadap kadar transaminase (GOT Dan GPT) hepar tikus putih betina (Rattus norvegicus) yang diinduksi cisplatin

Firdaus, Ahmad Ilmi (2018) Pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum), temu mangga (Curcuma mangga), dan jeringau (Acorus calamus) terhadap kadar transaminase (GOT Dan GPT) hepar tikus putih betina (Rattus norvegicus) yang diinduksi cisplatin. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14620078.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Infertilitas merupakan gangguan pada pasangan suami istri yaitu tidak mampunya seorang istri untuk hamil setelah bersenggama secara teratur selama kurang lebih satu tahun. Penyebab terjadinya infertilitas ini antara lain pengaruh obat kimia antikanker seperti cisplatin.. Pengaruh yang ditimbulkan terhadap infertilitas berbanding lurus dengan tingkat kerusakan hati. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kerusakan hati adalah dengan melalui pengukuran enzim GPT dan GOT. Pemberian Jamu Subur Kandungan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu terhadap hepar tikus putih (Rattus norvegicus) betina setelah induksi cisplatin dengan parameter kadar GPT dan GOT.

Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan tersebut adalah P1 (dosis 50mg/kgBB), P2 (dosis 75mg/kgBB), P3 (dosis 100mg/kgBB), P4 (jamu subur kandungan dosis 75mg/kgBB), P5 (klomifen sitrat dosis 0,9 mg/kgBB), K+ ( Cisplatin dosis 5mg/kgBB) dan K- (Na CMC 0,5%). Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tikus putih betina yang dibuat infertil dengan pemberian cisplatin sebanyak 28 ekor berumur 1-2 bulan. Parameter yang diamati adalah kadar enzim transaminase (GPT dan GOT) yang terdapat pada organ hepar. Data kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji Analisa Varian dengan F Tabel 5 %.

Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji ANOVA nilai GPT=0,495 dan nilai GOT=0,017. Karena nilai p>0,05, maka hasil uji bermakna bahwa pada kadar GPT terdapat pengaruh akan tetapi pada kadar GOT tidak terdapat pengaruh. Kadar enzim GPT tertinggi pada P2 (41.49) dan terendah pada P7 (12.95). Sedangkan pada rata-rata kadar ezim GOT tertinggi pada P3 (27,83) dan terendah pada P1 (7,37). Menurut Kusumawati (2004), kadar normal GPT untuk tikus antara 17,5-30,2 IU/L dan GOT antara 30,2-45,7 IU/L sehingga pada penelitian dosis 50 hingga 75 mg/kgBB tersebut penggunaan jamu subur kandungan untuk meningkatkan fertilitas ini aman.

ENGLISH:

Infertility is a disorder in a married couple that is a wife's inability to get pregnant after regular intercourse for about one year. The causes of infertility include the influence of anticancer chemical drugs such as cisplatin. The effect that is caused on infertility is directly proportional to the level of liver damage. One indicator used to measure the level of liver damage is through measurement of GPT and GOT enzymes. Provision of Fertile Herbs The content of this study aimed to determine the effect of herbal medicine on the liver of female white rats (Rattus norvegicus) after cisplatin induction with GPT and GOT levels parameters.

This study was experimental using a completely randomized design with 7 treatments and 4 replications. Each of these treatments was P1 (dose 50mg / kgBB), P2 (dose 75mg / kgBB), P3 (dose 100mg / kgBB), P4 (fertile herbal content dose 75mg / kgBB), P5 (clomiphene citrate dose 0.9 mg / kgBB), K + (Cisplatin dose 5mg / kgBB) and K- (Na CMC 0.5%). The experimental animals used in this study were female white rats made infertile by giving cisplatin as much as 28 1-2 month olds. The parameters observed were the levels of transaminase enzymes (GPT and GOT) found in liver organs. The data were then analyzed using the normality test, homogeneity test and Variant Analysis test with F Table 5%.

The results showed that based on ANOVA test the GPT value = 0.495 and the GOT value = 0.017. Because the value of p> 0.05, the test results mean that the GPT level has an effect but there is no effect on the GOT level. The highest levels of GPT enzymes in P2 (41.49) and the lowest on P7 (12.95). While the average level of GOT enzyme was highest at P3 (27.83) and the lowest at P1 (7.37). According to Kusumawati (2004), normal levels of GPT for mice between 17.5-30.2 IU / L and GOT between 30.2-45.7 IU / L so that in the study dose of 50 to 75 mg / kgBB the use of fertile herbal medicine to increase fertility is safe.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muchtaromah, Bayyinatul and Ahmad, Mujahidin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMuchtaromah, BayyinatulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDAhmad, MujahidinUNSPECIFIED
Keywords: A. calamus; C. mangga dan A. sativum; Cisplatin; Enzim Transaminase; GPT; GOT Hepar Tikus Putih Betina; Transaminase Enzym; Female White Rat’s Hepar
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Zahrotuttakiyah Zahrotuttakiyah
Date Deposited: 13 May 2019 10:54
Last Modified: 13 May 2019 10:54
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14093

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item