Responsive Banner

Implementasi prinsip wadi’ah dalam operasionalisasi Di Bank Muamalat Indonesia Kota Malang

Indrawati, Sri Eko Ayu (2012) Implementasi prinsip wadi’ah dalam operasionalisasi Di Bank Muamalat Indonesia Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08220036_Pendahuluan.pdf

Download (657kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08220036_Indonesia.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08220036_Inggris.pdf

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08220036_Arab.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08220036_Bab_1.pdf

Download (499kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08220036_Bab_2.pdf

Download (870kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08220036_Bab_3.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08220036_Bab_4.pdf

Download (714kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08220036_Bab_5.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08220036_Daftar_Pustaka.pdf

Download (228kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08220036_Lampiran.rar

Download (4MB)

Abstract

INDONESIA:

Akad wadi’ah digunakan di perbankan syari’ah pada produk simpanan seperti giro, tabungan dan deposito. Bank Muamalat Indonesia Kota Malang menggunakan akad wadi’ah pada produk giro dan tabungan, dengan prinsip wadi’ah yad-dhamanah atau titipan yang boleh digunakan oleh penerima titipan atas izin penitip. Penggunaan akad pada operasional perbankan syari’ah merujuk pada fiqih muamalat yang berdasarkan prinsip Islam. Secara prinsip, wadi’ah berarti titipan murni yang tidak boleh digunakan oleh penerima titipan. Sementara perbankan syariah memanfaatkan dana titipan sebagai dana produktif yang disalurkan kepada nasabah untuk investasi dengan tujuan mendapat keuntungan. Bank mendapat keuntungan secara maksimal, sementara nasabah mendapat jaminan keamanan titipan serta pemberian bonus. Operasional prinsip wadi’ah ini dinilai mendekati pada prinsip qardh, bahwa peminjam berhak menguasai dengan menggunakan dana secara maksimal, dan memberi jaminan keutuhan kepada pemberi pinjaman.

Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pada penerapan akad wadi’ah berdasarkan prinsip titipan murni. Sebab, bank menggunakan dana titipan sebagai investasi dan nasabah menuntut adanya jaminan keamanan dana yang dititipkan jika terjadi kesalahan meskipun tidak disebabkan oleh bank, serta adanya pemberian bonus bagi nasabah penitip. Penelitian ini untuk mengetahui penerapan prinsip titipan murni dalam pelaksanaan akad wadi’ah, khusunya pada produk Giro Wadi’ah di Bank Muamalat Indonesia Kota Malang.

Jenis penelitian ini yaitu penelitian yuridis empiris. Data yang dikumpulkan berupa data primer melalui observasi, wawancara, sedangkan data sekunder dan tersier berupa dokumen dan website. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, yang menguraikan secara jelas dan ringkas mengenai penerapan prinsip titipan murni dengan menggunakan akad wadi’ah pada produk Giro Wadi’ah.

Hasil penelitian yang diperoleh yaitu implementasi pada operasional akad wadi’ah di Bank Muamalat Indonesia Kota Malang pada produk Giro Wadi’ah menggunakan prinsip titipan yang boleh digunakan. Alasan signifikan yang temukan peneliti, bahwa operasional akad wadi’ah dengan prinsip titipan yang boleh digunakan pada produk simpanan di bank syari’ah, karena terdapat produk hukum ataupun Undang-Undang yang membolehkan untuk melakukan pelaksanaan prinsip tersebut. Sehingga prinsip titipan yang boleh digunakan memiliki legalitas sekaligus merujuk pada fiqih kontemporer yang membagi wadi’ah menjadi dua, dan melihat pada fungsi bank yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat.

ENGLISH:

Wadi’ah agreement used in the shari'a banking deposit products such as checking, savings and time deposits. Bank Muamalat Indonesia Malang using wadi’ah agreement on current accounts and savings products, with the principle wadi’ah yad-dhamanah or deposit which may be used by the recipient deposits the depositor permission. Agreement on the operational use of shari'a banking refer to the jurisprudence Muamalat based on Islamic principles. In principle, means a deposit of pure wadi’ah that should not be used by the receiving deposit. While the Islamic banking to use the funds deposited as funds are channeled to productive investment by the customer for the purpose of obtaining profits. Bank to the maximum profit, while customers get a guarantee of security deposit and bonus. Operational principle is considered close to wadi’ah qardh principle, that the borrower is entitled to retain the maximum use of funds, and ensures the integrity of the lender.

The focus of the problems examined in this study are in agreement wadi’ah application based on the principle of pure deposits. Therefore, the bank uses the funds deposited as an investment and customers demanded a security guarantee funds on deposit in the event of an error, although not caused by the bank, as well as a bonus for customers depositor. This study to determine the application of the principle of pure deposits in the execution of the contract wadi’ah, especially on products Giro wadi’ah Muamalat Indonesia in Malang.

This type of research is empirical legal research. Data collected in the form of primary data through observation, interviews, while data in the form of secondary and tertiary documents and websites. Analysis of qualitative data using descriptive, which outlines a clear and concise regarding the application of the principle of pure deposit using the product Giro wadi’ah contract wadi’ah.

The results obtained by the implementation of the operational contract wadi’ah Muamalat Indonesia in Malang on Giro wadi’ah product uses the principle of deposit which may be used. Researchers found a significant reason, that the operational contract with the principle wadi’ah deposit which may be used on bank deposit products in Shariah, because there is a legal product or an Act to allow for the implementation of these principles. So that the principle of deposit which may be used to have the legality as well as referring to the contemporary jurisprudence wadi’ah divide into two, and look at the functions of the bank to collect and distribute funds to the community.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suwandi, Suwandi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSuwandi, SuwandiUNSPECIFIED
Keywords: Operasional; Prinsip Wadi’ah; Operational; Wadi’ah Principles
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012711 al-Wadi’ah (Penitipan Barang atau Modal)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Dwi Aprilia Gendhis
Date Deposited: 17 Aug 2015 12:25
Last Modified: 17 Aug 2015 12:25
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1346

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item