Responsive Banner

Peran kepemimpinan dalam manajemen konflik: Studi Kasus di UIN Maliki Malang

Kusmana, Ajang (2012) Peran kepemimpinan dalam manajemen konflik: Studi Kasus di UIN Maliki Malang. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
077300002.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Perubahan, inovasi dan dinamika terjadi di UIN Maliki Malang. Sebagai lembaga Perguruan Tinggi Agama Islam, UIN Maliki Malang merupakan satu-satunya UIN di Indonesia yang berasal dari STAIN. UIN Maliki Malang sebagai lembaga pendidikan yang inovatif dan unggul tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang energik, sinergis dan inovatif dalam menjalankan peran kepemimpinannya. Lembaga pendidikan yang unggul tidak lepas dari peran kepemimpinan. Lembaga pendidikan yang baik akan semakin baik apabila dipimpin oleh kepemimpinan yang baik. Pemimpin mempunyai andil besar untuk keberhasilan lembaga pendidikan. Salah satu peran penting kepemimpinan dalam lembaga pendidikan adalah mengelola konflik. Apabila konflik dalam lembaga pendidikan tidak dikelola maka akan melahirkan perilaku apatis, stagnasi dan jumud atau bahkan sebaliknya dapat melahirkan sikap otoritarian, kekacauan, dan kegagalan karena intensitas konflik cukup tinggi, yang pada tahap selanjutnya akan mengganggu organisasi.

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran kepemimpinan dalam manajemen konflik dengan sub fokus mencakup: (1) bentuk-bentuk konflik yang terjadi di UIN Maliki Malang, (2) fungsi kepemimpinan UIN Maliki Malang dalam manajemen konflik, dan (3) gaya kepemimpinan UIN Maliki Malang dalam manajemen konflik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Penelitian ini mengambil situs di UIN Maliki Malang. Pemilihan dan penentuan lokasi tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan atas dasar kekhasan, keunikan, ketertarikan dan sesuai dengan topik dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti, ketekunan pengamatan dan triangulasi dengan menggunakan teknik trianggulasi sumber dan metode. Informan dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan relevansinya dengan topik penelitian.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik yang terjadi adalah instrumental conflict, interest conflict dan value conflict. Temuan penelitian ini menghubungkan teori bentuk konflik Mastenbrook yang terdiri dari instrumental conflict, sosial-emotional conflict, dan interest conflict dengan pandangan Walton tentang substantive conflict, emotional conflict dan instrumental conflict, serta Veithzal tentang interes tconflict, emotion conflict dan value conflict.

Fungsi kepemimpinan dalam manajemen konflik dalam konteks penelitian ini ditemukan empat fungsi, yaitu fungsi kepemimpinan sebagai pemersatu, fungsi kepemimpinan sebagai pemberi keteladanan, fungsi kepemimpinan sebagai penyalur konflik, dan fungsi kepemimpinan sebagai pengembang kultur. Fungsi kepemimpinan sebagai pemersatu diarahkan untuk mengelola value conflict. Fungsi kepemimpinan sebagai pemberi keteladanan diarahkan untuk mengelola interest conflict, value conflict dan instrumental conflict. Fungsi kepemimpinan sebagai pengembang kultur diarahkan untuk mengelola instrumental conflict dan value conflict. Fungsi kepemimpinan sebagai penyalur konflik diarahkan untuk mengelola value conflict, interest conflict, dan instrumental conflict. Temuan ini memperkuat teori paradigma konflik. Pemimpin UIN Maliki Malang dalam hal ini memfungsikan interacsionist view, traditional view dan behavioral view dalam manajemen konflik. Masing-masing view tersebut difungsikan sesuai dengan kematangan bawahan, nilai yang berkembang, dan kultur yang berjalan. Temuan fungsi kepemimpinan dalam manajemen konflik melengkapi teori Robbins tentang paradigma konflik. Teori ini memandang konflik melalui tiga paradigma, yaitu traditional view yang memandang konflik harus dihindari dan dihilangkan karena berdampak buruk, merusak, dan menghambat organisasi. Konflik dalam paradigma tradisional dianggap sebagai bukti kesalahan manajemen dan kegagalan kepemimpinan dalam organisasi. Kedua, yang menyatakan bahwa konflik sebagai hal yang natural dan tidak dapat dihindari karena sebagai bagian dari dinamika organisasi dan hasil kemajemukan sistem organisasi yang suatu ketika dapat menguntungkan organisasi. Pandangan ketiga, Interactionist view, yang menyatakan bahwa konflik perlu diciptakan. Konflik yang dikelola dengan efektif, bermanfaat dan dapat menciptakan perubahan, pembaharuan dan pengembangan organisasi.

Gaya kepemimpinan dalam manajemen konflik pada penelitian ini ditemukan tiga gaya kepemimpinan, yaitu gaya kepemimpinan berorientasi tugas, gaya kepemimpinan berorientasi hubungan manusia, dan gaya kepemimpinan berorientasi teologi. Gaya kepemimpinan dalam konteks penelitian ini adalah gaya kepemimpinan situasional-religius, yaitu kepemimpinan yang menunjukkan bahwa efektifitas kepemimpinan tergantung situasi yang dihadapi. Gaya kepemimpinan dalam hal ini berubah sesuai dengan kematangan bawahan, nilai, kultur, iklim, dan tujuan organisasi. Nilai, kultur dan iklim organisasi yang berkembang di UIN Maliki Malang sarat dengan muatan spiritualitas. Dikatakan religius karena dalam temuan ini pemimpin menunjukkan fungsi religius dalam manajemen konflik. Temuan ini merekonstruksi teori R. R. Blake and J. Mouton (1964) tentang teori gaya manajemen konflik yang disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu perhatian manajer terhadap orang (concern for people) pada sumbu horizontal dan perhatian manajer pada produksi (concern for production) pada sumbu vertikal, serta kombinasi antara keduanya yang ekstrim.

ABSTRACT

The change, innovation and dynamism occur in UIN Maliki Malang. As an Islamic University, UIN Maliki Malang is the only State Islamic University in Indonesia originated from STAIN. As an innovative and outstanding educational institution, UIN Maliki Malang cannot be separated from the role of energetic, synergistic and innovative leaders in carrying out their leadership roles. An outstanding educational institution cannot be separated from the role of its leader. A good educational institution will improve its performance if it is led by a good leader. A leader has a great contribution for the success of an educational institution. One of the important roles of leader in an educational institution is to manage conflict. If the conflict in the educational institution is not well-managed, it will raise the apathetic behavior, stagnation and even rigid attitude or otherwise raise an authoritarian attitude, chaos, and failure due to high intensity conflict which would interfere with the achievement of organizational goals in the next stage.

This study aims to reveal the role of leaderships in conflict management in UIN Maliki Malang. Its sub focuses consist of: (1) the forms of conflict occur in UIN Maliki Malang, (2) the function of the leadership of UIN Maliki Malang in conflict management, and (3) the leadership style of UIN Maliki Malang in conflict management.

The study employs a qualitative approach using a case study research. It takes place in UIN Maliki Malang. The reason of choosing the location is based on some consideration on the specialty, uniqueness, interest, and suitability to the research topic. The data is collected using in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion making. The validity checking of the findings is carried out through the extension of the researchers’ participation; triangulation techniques using a variety of sources, theories, and methods; as well as the persistence of observation. The informants are selected purposively to consider their relevance to the topic of research.

The result shows that the forms of existing conflict are instrumental conflict, interest conflict, and value conflict. It relates Mastenbrook’s conflict forms theory, which consists of instrumental; social-emotional; and interest conflict, to Walton’s theory on substantive, emotional, and instrumental conflict and Veithzal’s theory on interest, emotion, and value conflict.

Based on the context of this study, there are four functions of leadership in conflict management such as the role as a unifier, role model, distributor of conflict and developer of culture. The function of a leadership as a unifier is to manage value conflict. The function of a leadership as a role model is to manage interest, value, and instrumental conflicts. As a culture developer, a leader is expected to manage instrumental and value conflict. Moreover, as a conflict distributor, a leader is expected to manage value, interest, and instrumental conflicts. These findings strenghten the theory of conflict paradigm. The leader of UIN Maliki Malang uses interactionist, traditional dan behavioral views in his conflict management. Each view is functioned based on the maturity of the subordinates, developed values and habitual culture. The finding of the leadership’s function in conflict management completes Robbins’ theory on conflict paradigm. It considers conflict through three paradigms. First, traditional view which considers conflict as a thing that has to be avoided and eliminated for giving bad influence, impairing, and impeding organization. It sees conflict as a proof for management and leader’s failure in the organization. Second, behavioral view which states that conflict is a natural thing and it cannot be avoided because it is a part of organizational dynamics and the result of organizational system complexity which gives benefit to the organization. The third, interactionist view, states that conflict is needed to be created. Conflict which is managed effectively may beneficially leads to organizational changes, regeneration, and development.

There are three styles of leadership found in this study such as task oriented, human relationship oriented, and religious oriented leadership style. The style that is used in the context of this study is a situational-religious style, a leadership which shows that the effectiveness of the leader in conflict management depends on the situation encountered. In this case, the leadership style changes according to the maturity of the subordinates, evolving value, culture, and the organizational goals. The organizational value, culture, and atmosphere developed in UIN Maliki Malang are full of spirituality substantial because the leader shows the spirituality function in his conflict management. It reconstructs the theory of R.R. Blake and J. Mouton (1964) on conflict management style theory arranged based on two dimensions: concern for people on the horizontal axis and concern for production on the vertical axis, and their extreme combination.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Supervisor: Astuti, Widji and Qomar, Mujamil and Mujab, Muhammad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAstuti, WidjiUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDQomar, MujamilUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDMujab, MuhammadUNSPECIFIED
Keywords: Peran Kepemimpinan; Manajemen Konflik; The Role of Leaderships; Conflict Management
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 05 Mar 2018 15:44
Last Modified: 05 Mar 2018 15:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/10130

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item