Pengaruh perbedaan lama pemberian diet kolesterol terhadap perlemakan hati (fatty liver) pada tikus putih (rattus norvegicus).

Jayani, Debby Piara (2011) Pengaruh perbedaan lama pemberian diet kolesterol terhadap perlemakan hati (fatty liver) pada tikus putih (rattus norvegicus). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07620016 Pendahuluan.pdf

Download (536kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07620016 Indonesia.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07620016 Inggris.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07620016 Bab 1.pdf

Download (619kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07620016 Bab 2.pdf

Download (692kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07620016 Bab 3.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07620016 Bab 4.pdf

Download (591kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07620016 Bab 5.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07620016 Daftar Pustaka.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
07620016 Lampiran.pdf

Download (837kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kolesterol merupakan salah satu komponen dari lemak, dan lemak merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh selain zat gizi lainnya. Lemak menjadi salah satu sumber energi yang memiliki kalori paling tinggi. Kadar kolesterol normal 200mg/dl, tetapi apabila kadar kolesterol berlebih dalam darah maka akan menyebabkan timbulnya penyakit, seperti jantung koroner, stroke, diabetes, impotensi, dan perlemakan hati. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh Perbedaan Lama Pemberian Diet Kolesterol Terhadap Perlemakan Hati (Fatty Liver) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus).

Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel terdiri dari 50 ekor Rattus norvegicus berjenis kelamin jantan yang berumur 2 bulan dengan berat badan 100 –150 gr. Tikus diperlakukan dengan 2 macam diet, yaitu diet normal dan diet kolesterol. Dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu 2 minggu, 4 minggu, 8 minggu dan 12 minggu. Tikus dibagi menjadi 5 ulangan. Data persentase tingkat perlemakan diuji dengan menggunakan ANOVA dua jalur (two way) yang sebelumnya dilakukan uji parametrik dengan uji Levenes Test, uji Kolmogorov-Smirnov dan diuji lanjut dengan uji BNT bertaraf 5%. Jika data tidak memenuhi kriteria parameter maka dilakukan uji Brown-Forsythe dan Welch kemudian di uji lanjut dengan uji Thamhane.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji Brown-Forsythe perhitungan tingkat perlemakan sel hati diperoleh Fhitung 79,73 dengan nilai sig 0,00 atau α <0,05, sedangkan uji Welch diperoleh Fhitung 201,29 dengan nilai sig 0,00 atau α <0,05. Hal tersebut memperlihatkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada perbedaan lama pemberian diet kolesterol terhadap perlemakan hati (Fatty Liver) pada Rattus norvegicus. Sedangkan perhitungan uji ANOVA tingkat kerusakan mikroanatomi sel hati diperoleh Fhitung 196,565 dengan nilai sig 0,00 atau α <0,05. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dengan lama waktu perlakuan yaitu 2 minggu, 4 minggu dan 8 minggu dapat menyebabkan terjadinya perlemakan di sel hati. Pada lama waktu 12 minggu, hasil berbeda tetapi tidak nyata untuk terjadinya peningkatan perlemakan hati, hal ini dikarenakan pada perlakuan 8 minggu pada sel hati tikus sudah mengalami perlemakan yang maksimal.

ENGLISH:

Cholesterol is a component of fat, and one of the nutrients needed by the body as well as other nutrients. Fat to be one source of energy that have the highest calories. Normal cholesterol levels 200mg/dl, but if the excess cholesterol in the blood, it will cause disease, such as coronary heart disease, stroke, diabetes, impotence, and fatty liver. Research was conducted aiming to find out is there any difference in the Old Giving effect on fatty liver Cholesterol Diet (Fatty Liver) on the White Rat (Rattus norvegicus).

This research is experimental with a Completely Randomized Design (CRD). The sample consisted of 50 fish-sex male Rattus norvegicus 2 months old and weighed 100-150 grams. Rats treated with 2 kinds of diets, namely a normal diet and dietary cholesterol. By using 4 treatments which is 2 weeks, 4 weeks, 8 weeks and 12 weeks. Rats were divided into 5 replicates. Data percentage of fatty tested using ANOVA two-lane (two way) who previously performed with the parametric test Levenes test Test, Kolmogorov-Smirnov test and further tested with LSD 5% level. If the data does not meet the criteria of the test parameters of Brown-Forsythe and Welch then tested further by Thamhane test.

The results showed that the Brown-Forsythe test calculation of the level of fatty liver cells obtained Fcount 79,73 with sig 0.00 or α <0,05, whereas the Welch test is obtained Fcount 201,29 with sig 0,00 or α <0,05. It shows that there is significant difference in duration of dietary cholesterol on the fatty liver (Fatty Liver) on Rattus norvegicus. While the ANOVA calculation mikroanatomi damage liver cells obtained Fcount 196,565 with sig 0,00 or α <0,05. It shows that with treatment duration of 2 weeks, 4 weeks and 8 weeks may cause fatty liver in the cell. At 12 weeks old, poorer not so significant for the increase in fatty liver, this is because the 8-week treatment on rat liver cells already have the maximum fatty.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Susilowati, Retno and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Kolesterol; Perlemakan Hati (Fatty Liver); Cholesterol; Fatty Liver
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0608 Zoology > 060803 Animal Developmental and Reproductive Biology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Hesty Fajarwati Suryani Hesty
Date Deposited: 05 Aug 2015 07:29
Last Modified: 05 Aug 2015 07:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/972

Actions (login required)

View Item View Item