Pengaruh ekstrak abu pohon pisang dan komposisi serat Pisang Raja (Musa paradisiaca) terhadap karakteristik kain

Fauziah, Arini Maulida (2016) Pengaruh ekstrak abu pohon pisang dan komposisi serat Pisang Raja (Musa paradisiaca) terhadap karakteristik kain. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12640042.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Polyester merupakan bahan untuk tekstil yang tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan penggunaan serat dari bahan alam yang dapat menggantikan fungsi serat buatan dan sebagai campuran benang kapas. Serat alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat pisang raja (musa paradisiaca). Direndam serat menggunkan ekstrak abu pelepah pisang untuk proses delignifikasi secara alami tanpa menggunakan bahan kimia yang mengahasilkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik kuat tarik dan elongasi dari serat dan kain dan daya tembus udara terhadap kain.Variasi ekstrak abu pelepah pisang yang digunakan adalah 10 gram, 20 gram dan 30 gram. Sedangkan komposisi bahan terdiri dari 100% serat pisang, 70% serat pisang dan 30% benang katun , 30% serat pisang dan 70% benang katun. Pada pembuatan serat dilakukan secara mekanik dan biologis. Sedangkan pembuatan kain dilakukan dengan penenunan tradisional dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Pada perendaman ekstrak abu (10 gram) nilai kuat tarik dan mulur serat cukup tinggi. Campuran (70% serat dan 30% benang katun) merupakan komposisi terbaik dengan kuat tarik sebesar (408,66 N) dan mulur sebesar (3,35 mm). Perendaman dengan ekstrak abu tidak terlalu berpengaruh terhadap kuat tarik dan mulur kain. Campuran (30% serat dan 70% benang katun) merupakan komposisi terbaik dengan nilai daya tembus udara (17,9 cm H2O).

ENGLISH:

Polyester is a material for textiles that are not environmentally friendly. So it is needed using natural fiber for replacing artificial fiber as cotton blend. Natural fiber used in this reseach was pisang raja fiber (musa paradisiaca). Fibers were soaked using ash extract of banana stem through natural delignification process without adding certain chemicals and leaving chemical waste. This research aims to find out mechanical characteristic stress and elongation of fiber and woven, and air permeability of the woven. Variations of banana stem ash extract were 10 grams, 20 grams and 30 grams. The composition of the material consisted of 100% banana fiber, 70% banana fiber and 30% cotton yarn, 30% banana fiber and 70% cotton yarn. The manufacture of fiber was done mechanically and biologically. The manufacture of woven was made using the traditional weaving (ATBM). In soaking ash extract (10 grams) stress and elongation had high value. The mixing (70% fiber and 30% cotton) was the best composition with stress (408,66 N), elongation (3,35 mm). the ash extract soaking had small influence on stress and elongation. The mixing (30% fiber and 70% cotton) was the best composition with air permeability value (17,9 cm H2O).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mulyono, Agus and Syarifah, Umaiyatus
Keywords: Pembuatan Serat Tekstil; Delignifikasi; Uji Tarik Mulur; Daya Tembus Udara; Manufacture Of Textile Fibers; Delignification; Tensile Elongation Test; The Air Permeability Tester
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 06 Dec 2016 09:26
Last Modified: 06 Dec 2016 09:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5246

Actions (login required)

View Item View Item