Perancangan pusat pendidikan dan apresiasi musik klasik di Surabaya: Tema folding architecture

Ficatinanda, Gita Iqlima (2015) Perancangan pusat pendidikan dan apresiasi musik klasik di Surabaya: Tema folding architecture. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
11660039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (15MB)
[img] Other (Appendices)
11660039.rar - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (82MB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA:

Dewasa ini musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.Karena musik tidak hanya menjadi sarana rekreatif, tetapi juga sebagai sarana edukatifbagi penikmatnya. Mendengarkan, menghayati, menikmatinya serta memainkannya merupakan aktivitas yang menyenangkan. Efek inilah yang secara medis dan psikologismenimbulkan reaksi positif bagi kesehatan serta kecerdasan manusia, baik fisik maupunmental. Menurut penelitian jenis aliran musik yang memberikan dampak baik bagimanusia adalah musik klasik. Salah satu contoh musik yang telah dipercaya dan terbuktikebenarannya adalah musik Mozart.

Melihat dari konser musik klasik yang cukup sering diselenggarakan di Indonesia khususnya di Surabaya, minat dan bakat masyarakat terhadap musik klasik cukup tinggi. Tetapi hal itu masih belum didukung oleh sebuah wadah yang tepat dengan di dukung aspek arsitektural yang tepat. Oleh sebab itu Surabaya memerlukan adanya Pusat Pendidikan dan Apresiasi Musik Klasik sebagai wadah atau tempat untuk mengembangkan bakat di bidang musik dengan tampilan non formal tetapi tetap bernuansa kreatif dan semangat edukatif.

Dalam perancangan Pusat Pendidikan dan Apresiasi Musik Klasik, tema yang diambil dalam perancangan adalah Folding Architecture dengan konsep Connectivity. Tema folding menggunakan kertas sebagai alat/media bantu dalam proses merancang. Imajinasi dan eksplorasi sangat dibutuhkan dalam memperlakukan folding. Tema folding diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan utama pada objek, yakni pada sistem akustik. Dengan mengaplikasikan lipatan-lipatan pada dinding, plafon serta seluruhn elemen ruangan yang nantinya diharapkan dapat menghasilkan sistem akustik yang baik pada bangunan utama, yakni Concert Hall. Sistem akustik yang baik dapat dinilai dari ruang konser yang tidak membutuhkan satupun alat pengeras suara tetapi tetap mampu menghasilkan suara yang sempurna kepada penonton.

Folding memperlakukan obyek terhadap konteksnya, baik terhadap site atau kondisi sekitarnya. Selain itu folding juga memperhatikan kesatuan antara obyek yang terbangun terhadap hal-hal yang ingin diakomodasinya. Teknik yang digunakan dalam konsep ini adalah menyatukan perbedaan-perbedaan dengan mempresentasikan ke dalam bentukan bangunan. Bagian-bagian yang berbeda dihubungkan dengan transisi yang halus. Hal ini terlihat dari bagaimana folding dihasilkan oleh sebuah proses panjang dalam usaha mewujudkan suatu bentuk arsitektur.

ENGLISH:

Nowadays music has become an indispensable part of human life. Because music is not only becomes a recreation facilities, but also as an educational facilities for the user. Listen, appreciate, enjoy and play it is a fun activity. The effects of medically and psychologically cause a positive reaction for the health and human intelligence, both physically and mentally. According to research musical genres that give good effects for humans is classical music. One example of music that has been trusted and proven true is the music of Mozart.

Seeing off the classical music concerts are quite often held in Indonesia especially in Surabaya, the interest and talent for classical music is quite high. But it is still not supported by a proper agency and good architectural aspects. Therefore Surabaya require the Education and Appreciation Center of Classical Music as place to develop and accommodate talent in music with the non-formal agency but still nuanced creative and educative spirit.

In the design of Education and Appreciation of Classical Music in Surabaya, the theme of which was taken in the design is Folding Architecture with the concept of connectivity. folding use paper as a tool / media aids in the design process. Imagination and exploration is needed in treats folding. Folding theme is expected to solve the major problems on the object, it is the acoustic system. By applying the folds in the walls, ceilings and all elements of the room that might be expected to produce a good acoustic system in the main building, the Concert Hall. Good acoustic system can be seen from the concert hall that does not require any loudspeaker device but still able to produce the perfect sound to the audience.

Folding treats the object to the context, either on site or surrounding conditions. Besides folding also pay attention to the unity among the objects which awakened to the things that want to accommodated. The technique used in this concept is to unite the differences by presenting to the formation of the building. Different parts are connected with smooth transitions. This is evident from how folding is produced by a lengthy process in an effort to realize an architectural form.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Setiyowati, Ernaning and Mappaturi, Andi Baso
Keywords: Folding Architecture; Perancangan Pusat Pendidikan dan Apresiasi Musik Klasik; Akustik; Concert Hall; Connectivity; Folding Architecture; the Design of Education and Appreciation Center of Classical Music in Surabaya; Acoustic; Concert Hall; Connectivity
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Teknik Arsitektur
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 25 Jul 2016 09:19
Last Modified: 25 Jul 2016 09:19
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/3732

Actions (login required)

View Item View Item