Responsive Banner

Konsep Pendidikan Islam dan Pesantren dalam persepektif Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan

Atho'illah, Atho'illah (2020) Konsep Pendidikan Islam dan Pesantren dalam persepektif Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18770073.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi, pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi di lingkungan Pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi Pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi identitas dan fungsi pokok Pesantren. Maka banyak hadir pemikian-pemikiran baru dari para tokoh untuk memperbaiki dan mengembangkan pendidikan Islam termasuk Pesantren. Yang menjadi fokus penelitan ini: Bagaimana konsep pemikiran tentang pendidikan Islam dan Pesantren terkait upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, dan Metodologi Pesantren dalam Prespektif Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemikiran pendidikan Islam dan Pesantren dalam Upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, Metodologi Pesantren dalam prespektif kedua tokoh tersebut di atas.

Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian : 1. Jenis Penelitian: Kajian Pustaka, 2. Sumber Data : Sumber Data Primer; Karya-karya Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan dan sumber sekunder yang Relevan. 3. Metode Kajian : Metode Deskriptif.

Kesimpulan: Perbedaan terdapat pada aspek Konsep pengembangan keilmuan menurut Imam Suprayogo, Integrasi pendidikan pesantren keperguruan tinggi yang dikenal dengan Ma’had al-Jami’ah dapat diimplementasikan di UIN Malang dengan sukses. Sedangkan menurut KH. Tholchah Hasan pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada lebel Islam atau lembaga keislaman seperti Pondok Pesantren atau Madrasah. Kurikulum Pendidikan menurut Imam Suprayogo, Keberadaan Ma’had merupakan salah satu instrument penting dalam pendidikan Ulul Albab, dengan misi sebagai tempat terwujudnya pusat pemantapan akidah, pengembangan ilmu keislaman, amal shaleh, akhlak mulia, pusat informasi pesantren dan sebagai sendi terciptanya masyarakar muslim Indonesia yang cerdas dinamis, kreatif, damai dan sejahtera dengan metafor pohon ilmu. Sedangkan, KH. Tholchah Hasan kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang dikemas dengan memperhatikan secara komprehensif aspek afektif, kognitif, dan psikomotor, bilamana proses pendidikan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan adanya keseimbangan ketiga aspek tersebut maka ulusan pendidikan akan mampu mengantisipasi perubahan dan kemajuan masyarakat. Tujuan pengembangan kurikulum menurut Imam Suprayogo dengan kurikulum terintegrasi yang ditawarkan nantinya akan melahirkan lulusan atau sarjana yang memiliki empat kekuatan sebagai berikut, Kedalaman spiritual, Keagungan akhlak, Keluasan ilmu dan Kematangan professional. Dan menurut KH. Tholchah Hasan adalah pada hakekatnya tujuan makro dari pendidikan Islam itu adalah untuk menyelamatkan fitrah manusia dengan segala komitmen ketauhidan dan loyalitas kepada Allah, Untuk mengembangkan potensi-potensi fitrah manusia (Aqliyah, Qalbiyah dan Jismiyah) sehingga mampu dan kompeten melakukan tugas-tugas kekhalifahan di bumi dengan segala dimensinya, dan untuk menyelaraskan langka perjalanan fitrah manusia. Persamaan dalam aspek Dasar Pendidikan Islam Imam Suprayogo dan KH. Tholchah Hasan yakni Keduanya menempatkan Al-Quran dan sunnah sebagai dasar utama pendidikan Islam. Dalam tujuan pendidikan Islam menurut kedua tokoh ini adalah menjadikan peserta didik berakhlak mulia dan peka terhadap kehidupan sosial. Dalam kurikulum Pendidikan Islam kedua tokoh menyatakan bahwa perlu adanya reformulasi kurikulum sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman.

ABSTRACT

Pesantren is an Islamic educational institution that has advantages both in terms of its scientific tradition as well as the transmission and intensity of Muslims. The rapid flow of globalization has threatened the existence of Islamic boarding schools so that the idea of modernization has emerged in the pesantren environment in order to answer the challenges of the needs of social transformation. However, many circles are concerned about the idea of modernizing Islamic boarding schools that are currently oriented towards affecting the identity and main functions of the pesantren. So there are many new ideas from leaders to improve and develop Islamic education, including Islamic boarding schools. The focus of this research: How is the concept of thinking about Islamic education and Islamic boarding schools related to institutional reformulation efforts, curriculum, and pesantren methodology in Prof. Dr. H. Imam Suprayogo and Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan. As for the purpose of this study, namely to find out the thoughts of Islamic education and Islamic boarding schools in the efforts of institutional reform, curriculum, Islamic boarding school methodology in the perspective of the two figures mentioned above.
In this study using research methodologies: 1. Type of research: Literature review, 2. Data sources: Primary data sources; Prof.'s works. Dr. H. Imam Suprayogo and Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan and relevant secondary sources. 3. Study Method: Descriptive Method.

Conclusion: The difference is in the aspect of the concept of scientific development according to Imam Suprayogo, the integration of higher education boarding schools known as Ma'had al-Jami'ah can be implemented in UIN Malang successfully. Meanwhile, according to KH. Tholchah Hasan Islamic education is not only limited to Islamic labels or Islamic institutions such as Islamic boarding schools or madrasas. According to Imam Suprayogo, the education curriculum, the existence of Ma'had is one of the important instruments in Ulul Albab education, with a mission as a place for the establishment of a center for strengthening the faith, the development of Islamic science, good deeds, noble morals, Islamic boarding school information center and as a foundation for the creation of a community of Indonesian Muslims who intelligent dynamic, creative, peaceful and prosperous with the metaphor of the tree of knowledge. Meanwhile, KH. Tholchah Hasan's ideal curriculum is a curriculum that is packaged with comprehensive attention to affective, cognitive, and psychomotor aspects, if the educational process can be carried out by paying attention to the balance of these three aspects, the education exam will be able to anticipate changes and progress in society. According to Imam Suprayogo, the purpose of curriculum development with the integrated curriculum that is offered will be to produce graduates or undergraduates who have the following four strengths, spiritual depth, moral greatness, breadth of knowledge and professional maturity. And according to KH. Tholchah Hasan is that in essence the macro objective of Islamic education is to save human nature with all the commitment of monotheism and loyalty to Allah, To develop the potentials of human nature (Aqliyah, Qalbiyah and Jismiyah) so that they are able and competent to carry out the tasks of the caliphate on earth. with all its dimensions, and to harmonize the rare journey of human nature. Similarities in the basic aspects of Islamic Education Imam Suprayogo and KH. Tholchah Hasan, namely both of them place the Al-Quran and the Sunnah as the main basis of Islamic education. In the purpose of Islamic education according to these two figures is to make students have noble character and sensitive to social life. In the Islamic Education curriculum the two figures stated that there was a need for curriculum reformulation in accordance with the demands of the needs and the time.

مستخلص البحث

المعهد هو مؤسسة التربية الإسلاميو التي تستحق الامتياز الجيد في عرف علميتها أيضا في ناحية الإذاعة وحدّة الأمة الإسلامية. قد هددت قوة الأمواج العولمة وجود المعهد حتي تنمو الفكرة عن التحديث في المعهد استجابا على التحديات في احتياج المعلومات الاجتماعية. لكن كم من فئة تهتم بفكرة تحديث المعهد التي تتجه حاليا إلى التأثير على الهوية والوظائف الرئيسية للمعهد. لذلك تنبأ عدة الفكرات الجديدة من القادة لتحسين وتطوير التربية الإسلامية، بما في ذلك المعهد. التركيز لهذا البحث: كيف ترتبط الفكرة في التربية الإسلامية والمعهد بمحاولة إعادة الصياغة المؤسسية، المناهج، ومنهجية المعهد في وجهة النظر الأستاذ الدكتور الإمام سوبرايوجو والأستاذ الدكتوركياهي الحاجمحمد طلحة حسن. أما الهدف لهذا البحث هو لمعرفة الفكرة التربية الإسلامية والمعهد في محاولة لإصلاح المؤسسة، المناهج، ومنهجية المعهد من منظور الشخصين المذكورين.
بالنسبة إلى منهجية المستخدمة في هذا البحث هي: 1) نوع البحث: دراسة المكتبة. 2) مصدر البيانات: مصدر الرئيسي؛ تأليفات الأستاذ الدكتور الحاج إمام سوبرايوجو والأستاذ الدكتور كياهي الحاج محمد طلحة حسن ومصادر الثانوية المناسبة. 3) منهج البحث: منهج الوصفي.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Huda, Miftahul and Tharaba, M. Fahim
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHuda, MiftahulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDTharaba, M. FahimUNSPECIFIED
Keywords: Pendidikan; Pesantren; Education; Islamic Boarding School;التربية ;المعهد
Subjects: 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130201 Creative Arts, Media and Communication Curriculum and Pedagogy
13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130202 Curriculum and Pedagogy Theory and Development
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Atho illah
Date Deposited: 21 Jun 2021 10:40
Last Modified: 05 May 2023 13:42
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/27966

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item