Studi living sunnah tentang makna hadis anjuran menikah di kalangan aktivis Hizbut Tahrir di Kota Malang

Fahrurrozi, Arif (2011) Studi living sunnah tentang makna hadis anjuran menikah di kalangan aktivis Hizbut Tahrir di Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
06210063_Pendahuluan.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
06210063_Indonesia.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
06210063_Inggris.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
06210063_Arab.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
06210063_Bab_1.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
06210063_Bab_2.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
06210063_Bab_3.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
06210063_Bab_4.pdf

Download (398kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
06210063_Bab_5.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
06210063_Daftar_Pustaka.pdf

Download (26kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
06210063_Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pernikahan merupakan sebuah solusi yang di anggap paling baik dalam sebuah hubungan ataupun interaksi dengan lawan jenis yaitu interaksi antara laki-laki dan perempuan baik dalam kehidupan sosial dan agama, Pernikahan merupakan sebuah solusi dari berbagai permasalahan khususnya menyangkut hubungan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Demikianlah yang dikemukakan oleh para aktivis HT. Lahirnya HT adalah upaya untuk mengembalikan kejayaan umat Islam dengan membentuk sebuah negara Islam yang sistem pemerintahannya adalah Khilafah dan keseluruhan aspek yang mendasari kehidupan bernegara harus sesuai dengan syariat Islam salah satunya dalam aspek sosial dan keluarga yaitu tentang pernikahan. Dalam hal ini dasar dari dilangsungkannya pernikahan adalah seruan dari Hadis Rasulullah untuk bersegera menikah bagi yang mampu dan diperkuat dengan dilarangnya membujang.

Berdasarkan hal itulah peneliti melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman para aktivis HT tentang makna hadis anjuran menikah yang kemudian diimplementasikan kehidupan sehari-hari di kalangan aktivis HT.

Penelitian menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif dan masuk dalam jenis penelitian lapangan. Yang menarik adalah dengan penggunaan metode pendekatan penelitian hadis yaitu Living Sunnah yang dikolaborasikan dengan ilmu sosial yaitu dengan cara meneliti sebuah pemahaman tentang hadis di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. metode ini masuk pada kategori pendekatan kualitatif karena karena berusaha untuk memahami tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya; perilaku, presepsi, motivasi dan tindakan. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data, yakni wawancara dan dokumentasi.

Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa para aktivis HT memahami hadis anjuran menikah ini sebagai sebuah seruan yaitu sunnah yang sangat ditekankan untuk segera melaksanakan pernikahan bagi yang mampu baik laki-laki maupun perempuan, dan yang dianggap mampu disini adalah yang sudah baligh dan sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan bagi keluarganya kelak. Sedangkan makna dari kata mampu (istathâ’a) mereka jadikan tolok ukur dalam masalah usia nikah, dimana katika mereka mampu maka pernikahan akan dilangsungkan dan karena itu juga satu aktivis dengan aktivis lain terdapat perbedaan usia dalam melangsungkan pernikahan. Ini diperkuat dengan tidak adanya aktivis senior HT yang membujang, juga karena dilarangnya seseorang untuk membujang.

ENGLISH:

Marriage is a solution that is considered best in a relationship or interaction with the opposite type of interaction between men and women. In both social and religious life, marriage is a solution of various problems, especially concerning the relationship of interaction between men and women. So that put forward by activist of HT. the birth of HT is an attempt to restore the glory of those Muslims who are the caliphate system of government and all the underlying aspects of national life must be in accordance with Islamic shariah one of them in social and family aspects of marriage which is the hadith of the Prophet's call to hurry to get married for a capable and reinforced by the banning of celibacy.

Based on research that was conducted this research aims to determine how HT’s activists understanding of the meaning of the hadith recommendation married. And how the implementation of the recommendation of the Hadith married in everyday life among the activists of HT.

Research using research that is descriptive and include the type of field research. Of particular interest is the use of methods research approach that is Living Sunnah Hadith which collaborated with the social sciences is by way of researching an understanding of tradition in society in everyday life. This method is included in the category of the qualitative approach as it seeks to understand about what is experienced by research subjects, such as: behavior, perception, motivation and action. To obtain the data, researchers used three methods of data collection, namely interviews and documentation

The results of this study found that HT activists understand the traditions of this recommendation as a rallying cry to get married is a very stressed sunnah to be able to carry out the marriage for both men and women, and that is considered capable of here is the already baligh and was able to meet the needs of food, clothing, shelter for his family later. While the meaning of the word can (istatha'a) they made a benchmark in the marriage age issue, where when they can afford the wedding will take place and since it is also an activist with other activists there is a difference in the age to get married. This is reinforced by the absence of single HT senior activists, as well as prohibiting a person to remain single.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Living Sunnah; Hadis; Aktivis Hizbut Tahrir; Pernikahan; Living the Sunnah; Hadith; activists of Hizbut-Tahrir; Marriage
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012801
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 07 Jun 2016 09:37
Last Modified: 07 Jun 2016 09:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2553

Actions (login required)

View Item View Item