Hubungan forgiveness dengan psychological well-being pada mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Hidayati, Beti Malia Rahma (2012) Hubungan forgiveness dengan psychological well-being pada mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08410147_Pendahuluan.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08410147_Indonesia.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08410147_Inggris.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08410147_Arab.pdf

Download (38kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08410147_Bab_1.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08410147_Bab_2.pdf

Download (505kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08410147_Bab_3.pdf

Download (310kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08410147_Bab_4.pdf

Download (414kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08410147_Bab_5.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08410147_Daftar_Pustaka.pdf

Download (36kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08410147_Lampiran.rar

Download (887kB)

Abstract

INDONESIA:

Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk individu juga mahkluk sosial. Untuk itu, hubungan sosial menjadi penting bagi setiap manusia. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan hubungan dengan orang lain akan menimbulkan konflik. Hal tersebut tergantung pada individu dalam menyikapi dan menangani konflik tersebut. Data awal diperoleh bahwa setelah terjadinya pelanggaran, responden tidak bisa bersikap seperti sebelumnya. Walaupun mereka sudah berusaha memberikan maaf atau bahkan telah memaafkan, tetapi masih sering muncul pikiran-pikiran yang mengingatkan kejadian tersebut dan membuat hati tidak tenang, bahkan muncul keinginan untuk melihat orang yang telah menyakitinya merasakan hal yang sama atau bahkan lebih. Hal tersebut membuktikan bahwa memaafkan hanya sebatas verbal, tidak ada keinginan untuk memperbaiki hubungan yang bahkan berdampak pada terganggunya kesejahteraan psikologis.

Mengacu latar diatas, penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat forgiveness, mengetahui tingkat psychological well-being, dan untuk membuktikan adanya hubungan forgiveness dengan psychological well-being pada mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian sebanyak 399 dari 1983 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2011 dan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala untuk masing-masing variabel dan wawancara. Analisis data menggunakan analisa norma, analisa prosentase, dan analisa korelasi product moment dari Pearson. Uji validitas serta realibilitas memakai Alpha Cronbach. Pengolahan data tersebut diolah dengan menggunakan komputer program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for windows.

Berdasarkan analisa penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: Pada variabel forgiveness, yakni 51.6% (175 mahasiswa baru) dengan kategori tinggi, 45.1% (153 mahasiswa baru) dengan kategori sedang, dan 3.2% (11 mahasiswa baru) dengan kategori rendah. Sedangkan pada varibel psychological well-being, yakni 61.9% (210 mahasiswa baru) dengan kategori tinggi, 37.2% (126 mahasiswa baru) dengan kategori sedang, dan 0.9% (3 mahasiswa baru) dengan kategori rendah. Pada hasil analisa uji hipotesis diperoleh hubungan signifikan yakni rxy = 0.154 dengan Sig = 0.005, dimana probabilitas < 0.05, ini artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara keduanya. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan terbukti kebenarannya.

ENGLISH:

It has become a natural of human being that they are as human of individual but also social. So that, social relationship become necessary for each every human being. However, the relationship with others may create conflict. It depends on the individual in solving and handling the conflict. The data is early obtained said that after collision happen, responder (new student) cannot behave as before. Although collision they have tried to forgive or even have forgiven, but that collision related the collision appeared and disturb the vietim. Even there will be a desire to see the collision doer fell same thing or even more. That prove that forgiving is limited or just verbaly, said is there no desire to improve the relationship which may affect into unnormally psychological prosperity.

Related to background above, the problem whith will be is discussed and answered in this research that are the level of forgiveness, and the level of new student’s psycgological well-being at the Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang in specially generation 2011, and also the correlation betwen of new student’s forgiveness and new student’s psychological well-being at the Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang in specially generation 2011.

This research method is designed is quantitative approach of correlation. Research sampel is 399 taken from 1983 of the new at the Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang in specially generation 2011. Data collection the use research instrument in the form of scale to the each interview and variable. Data analysis use the correlation of product moment by Pearson. Validity and realibilitas test use Alpha Cronbach. The data processing is computer program that is Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for windows.

Based on the analisys research, the result are: at the ofvariable forgiveness, the are 51.6% (175 new student) is in high category, 45.1% (153 new student) is in middle category, and 3.2% (11 new student) is in low category. While at varibel psychological well-being, 61.9% (210 new student) is in high category, 37.2% (126 new student) is in middle category, and 0.9% (3 new student) is in low category. Based on the hypotesis test result, it is obtained the significant correlation rxy = 0.154 with Sig = 0.005, while the probability < 0.05. it means that there are positive correlation of both variable. Thereby, proven raised hypothesis is its truth.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yahya, Yahya
Keywords: Forgiveness; Psychological Well-Being.
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170113 Social and Community Psychology
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170113
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 28 Sep 2015 02:07
Last Modified: 28 Sep 2015 02:07
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2210

Actions (login required)

View Item View Item