Analisis break even point (BEP) sebagai dasar perancangan laba dan penjualan: Studi kasus pada usaha kerupuk rambak UD Wahyu Abadi Tulungagung

Lestari, Yogi Dwi (2012) Analisis break even point (BEP) sebagai dasar perancangan laba dan penjualan: Studi kasus pada usaha kerupuk rambak UD Wahyu Abadi Tulungagung. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08510065_Pendahuluan.pdf

Download (768kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08510065_Indonesia.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08510065_Inggris.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08510065_Arab.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08510065_Bab_1.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08510065_Bab_2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08510065_Bab_3.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08510065_Bab_4.pdf

Download (716kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08510065_Bab_5.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08510065_Daftar_Pustaka.pdf

Download (22kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08510065_Lampiran.rar

Download (218kB)

Abstract

INDONESIA:

Tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba. Laba tidak muncul secara otomatis, melainkan membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan adalah salah satu fungsi manajemen yang dapat mempengaruhi secara langsung terhadap keberhasilan perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya laba diantaranya yaitu perubahan volume produksi, volume penjualan, harga jual, biaya tetap, dan biaya variabel. Perusahaan yang tidak memiliki penggolongan biaya yang rinci dapat menimbulkan kerancuan bagi manajemen dalam mengambil suatu keputusan termasuk keputusan tentang dampak perubahan biaya dan volume penjualan atau produksi terhadap laba perusahaan. Analisis Break Even Point perlu dilakukan oleh manajemen untuk mengetahui hubungan antara biaya, volume, harga jual dan laba. Penelitian ini dilakukan pada usaha kerupuk rambak UD Wahyu Abadi di kota Tulungagung yang memproduksi dua jenis produk rambak yaitu rambak kerbau dan rambak sapi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pada tingkat berapa unit atau rupiah UD Wahyu Abadi mengalami titik impas pada periode 2011 serta bagaimana perencanakan laba dan penjualan dengan menggunakan analisis Break Even Point untuk dua tahun ke depan.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis ialah studi kasus, dengan melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan. Analisis yang digunakan dalam menentukan titik impas yaitu analisis Break Even Point multiproduk. Untuk meramalkan penjualan menggunakan peramalan time series least square. Untuk memisahkan biaya menggunakan alat bantu komputer dengan program SPSS 16.00 for windows.

Dari hasil analisis perhitungan Break Even Point dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 UD Wahyu Abadi telah melakukan penjualan di atas tingkat Break Even Point. Titik impas penjualan tersebut dicapai sebesar Rp 257.420.507 atau 11.334 unit. Sedangkan penjualan yang sebenarnya pada tahun 2011 adalah sebesar Rp 528.585.000. Berdasarkan hal tersebut maka pemilihan strategi diferensiasi kemasan yang didukung dengan peningkatan produktifitas penjualan akan berpengaruh terhadap perubahan volume penjualan. Tingkat laba yang ditargetkan perusahaan mengalami peningkatan sebesar 30% untuk tahun 2012 dan 40% untuk tahun 2013. Dari target laba tersebut diperoleh perencanaan penjualan untuk tahun 2012 sebesar Rp 623.585.999 dengan Margin of Safety sebesar 51,57%. Sedangkan untuk tahun 2013 sebesar Rp 662.900.848 dengan Margin of Safety 53,42%. Rencana penjualan ini totalnya tidak sama dengan ramalan penjualan yang dihasilkan dari peramalan time series least square.

ENGLISH:

The goal of the company is getting profit, however, it does not appear automatically, it needs a fixed plan. While planning is one of the function of managements which can affect directly to the successes of the company. The factors which affect the quantity of the profit is the changing of product volume, sale volume, selling price, fixing cost, and variable cost. The company which does not have detail cost classification can cause confusion to the management in taking decision, it includes the decision about the changing cost and volume selling effect or the production of the company’s profit. Analysis of Break Even Point is needed by management to recognize the relation among cost, volume, selling price and profit. This research was conducted in the product of Rambak crackers at UD Wahyu Abadi Tulungagung. It is producing two kinds of rambak crackers, those are buffalo and cow rambak crackers. The aim of this research is to know and analyze in what level does the unit or rupiah is in the break even position at period 2011, and how does the profit plan and sale used analysis of break even point will be done for next two years at UD Wahyu Abadi Tulunggaung.

The research is included into qualitative research with its method used is descriptive. Its approach is case study by interviewing the company’s owner. The analysis used to determine break even is analysis of Break Even Point multiproduct, while to estimate selling used time series least square, and to separate the cost used the computer program of SPSS 16.00 for windows.

The result of the research showed that in 2011 UD Wahyu Abadi had sold the product above level of Break Even Point. It reached for about Rp. 257.420.507 or 11.334 units, however, the real sell in 2011 was Rp. 528.585.000. Therefore, choosing the strategy of differentiation packaging supported by increasing selling productivity will impact to the change of selling product. The profit targeted was increasing for about 30% in 2012 and 40% in 2013. Moreover, from the targeted profit, it was gained selling plan in 2012 for about Rp. 623.585.999 with its Margin of Safety 51,57%, while in 2013 is Rp. 662.900.848 with its Margin of Safety 53,42%. The total of these selling plans were not as same as selling forecasts which were resulted from time series least square forecast.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Meldona, Meldona
Keywords: Break Even Point; Profit Plan; Time Series Least Square; Break Even Point; Perencanaan Laba; Time Series Least Square
Subjects: 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1503 Business and Management > 150314 Small Business Management
Departement: Fakultas Ekonomi > Jurusan Manajemen
Location: 150314
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 28 Sep 2015 05:39
Last Modified: 28 Sep 2015 05:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2183

Actions (login required)

View Item View Item