Penerapan kafa’ah nikah perspektif kiai pesantren dan kiai akademisi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri

Fatimah, Siti (2011) Penerapan kafa’ah nikah perspektif kiai pesantren dan kiai akademisi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
05210073_Pendahuluan.pdf

Download (571kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
05210073_Indonesia.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
05210073_Inggris.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
05210073_Arab.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
05210073_Bab_1.pdf

Download (600kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
05210073_Bab_2.pdf

Download (979kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
05210073_Bab_3.pdf

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
05210073_Bab_4.pdf

Download (941kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
05210073_Bab_5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
05210073_Daftar_Pustaka.pdf

Download (139kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kafa’ah nikah adalah usaha untuk menyeimbangkan beberapa hal antara calon suami dan calon istri sebelum menikah, supaya tidak terjadi kekecawaan dari berbagai pihak karena tidak adanya keseimbangan tersebut ketika setelah menikah. Kafa’ah nikah sudah tidak diperhatikan oleh masyarakat, apalagi jaman sekarang orang tua lebih membebaskan pilihan calon anaknya. Tetapi kalangan kiai pesantren dan kiai akademisi masih mempertahankan tuntunan Rasul itu dalam keluarganya.

Dalam suatu perbandingan, pasti ada persamaan dan perbedaan. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbaedaan pemahaman dan penerapan kafa’ah nikah antara kiai pesantren dan kiai akademisi. Karena, mereka mempunyai beberapa latar belakang pendidikan yang berbeda, dan sosial masyarakat yang berbeda. Kiai pesantren, hanya mengajar dengan untuk santri-santrinya, dan memberikan pengajian di masyarakat sekitarnya. Begitu juga kiai akademisi yang juga sangat tinggi ilmu agamanya, akan tetapi beliau mengajarkan di perguruan tinggi tanpa mempunyai pesantren di rumahnya.

Penelitian ini adalah penelitian sosiologis (empiris), yaitu penelitian berdasarkan fakta sosial untuk membuktikan sesuatu yang terjadi di masyarakat. Dengan paradigm naturalistik atau definisi sosial yang mempunyai tujuan dalam penelitian dengan melakukan pemahaman (understanding), penggambaran (deskriptif) dan kemudian perbandingan (komparatif). Dan dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan para kiai pesantren dan kiai akademisi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mempunyai persamaan dalam pemahaman kafa’ah nikah yaitu seimbang antara calon suami dan calon istri dalam empat perkara yang ada di dalam hadits kafa’ah, harta atau kekayaan, kecantikan dan ketampanan, nasab atau keturunannya, dan agamanya. Akan tetapi dalam penerapan mereka terdapat perbedaan dalam mengutamakan unsur-unsur kafa’ah. Kiai pesantren menerapkan kafa’ah dalam memilihkan calon suami atau istri untuk putra-putrinya yang diutamakan adalah agama, selanjutnya nasab, harta atau kekayaan dan terakhir kecantikan atau ketampanan. Berbeda dengan kiai akademisi yang lebih diutamakan adalah dalam masalah pendidikan, selanjutnya keseimbangan berfikir, agama, nasab, harta atau kekayaan dan terakhir kecantikan atau ketampanan.

ENGLISH:

Kafa'ah marriage is an attempt to balance several things between the future husband and future wife before marriage, so that does not happen kekecawaan from various parties in the absence of such a balance when after marriage. Kafa'ah marriage was not addressed by society, especially today's parents prefer their children to free choice of candidates. But the Islamic scholars and academic scholars still maintain that the Apostle guidance in the family.

In a comparison, there must be equality. Therefore in this study aims to determine the similarities kafa'ah understanding and application of marriage between Islamic scholars and academic scholars. Because, they have several different educational backgrounds, and different social communities. Kiai boarding school, teaching only for students-santrinya with, and give lectures on the surrounding community. Likewise, academic scholars who are also very high religion of science, but he taught in college without having a boarding school in his home. And this research is a sociological (empirical), the research based on social facts to prove anything that happens in society. With naturalistic paradigm or social definitions that have a purpose in doing research with comprehension (understanding), depiction (descriptive) and then the comparison (comparative). And with descriptive qualitative data analysis.

The results showed Ulama pesantren and the kiai academics in the district of Pare, Kediri kafa'ah have equality in marriage is a balanced understanding between prospective husbands and wives of candidates in four cases that exist in the hadith kafa'ah, property or wealth, beauty and good looks, nasab or his descendants, and his religion. However, there is a difference in their application in prioritizing the elements kafa'ah. Pesantren kiai kafa'ah apply in choosing potential husband or wife for their children the main priority is religion, then nasab, treasure or richness and beauty or good looks last. Unlike academic scholars that more emphasis is on education issues, further the balance of thinking, religion, nasab, property or wealth and beauty or good looks last.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Tamrin, Dahlan
Keywords: Perbandingan; Kafa’ah; Perspektif; Kiai Pesantren; Kiai Akademisi; Comparison; Perspective
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012802 Khitbah & Kafaah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012802
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 08 Sep 2015 01:34
Last Modified: 08 Sep 2015 01:34
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1897

Actions (login required)

View Item View Item