Perbandingan kematangan sosial tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita di SDLB Negeri Segonagung, Purwosari, Pasuruan

Dianah, Nur (2013) Perbandingan kematangan sosial tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita di SDLB Negeri Segonagung, Purwosari, Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09410086_Pendahuluan.pdf

Download (835kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09410086_Indonesia.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09410086_Inggris.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09410086_Arab.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09410086_Bab_1.pdf

Download (390kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09410086_Bab_2.pdf

Download (524kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09410086_Bab_3.pdf

Download (356kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09410086_Bab_4.pdf

Download (643kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09410086_Bab_5.pdf

Download (237kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09410086_Daftar_Pustaka.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09410086_Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pada anak tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita, yakni mereka yang mengalami hambatan pada segi fisik, motorik, perilaku, akademik, keperibadian, dan sosialnya. Kematangan sosial menjadi hal yang sangat penting karena anak diharapkan mandiri sehingga tidak selalu bergantung dengan orang lain..Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui kematangan sosial tunanetra di SDLB, 2) mengetahui kematangan sosial tunarungu di SDLB, 3) mengetahui kematangan sosial tunanetra di SDLB, serta 4) perbandingan kematangan sosial tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita di SDLB.

Kematangan sosial adalah keterampilan individu dalam mengerti dan bagaimana bereaksi pada situasi sosial yang tercermin dari perilaku kemandiriaan dan penerimaan sosialnya. Kematangan sosial mencakup beberapa aspek diantaranya: Menolong diri sendiri (self-help),kemampuan ketika makan (self- eating), kemampuan berpakaian (self-dressing), mengarahkan pada diri sendiri (self-direction), gerak (locomotion), pekerjaan (occupation), sosialisasi (socialization), dan komunikasi (communication). Sedangkan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perbedaaan keterampilan sosial anak dengan lainnya, yaitu: a) Perkembangan dan kematangan khususnya kematangan intelektual, sosial, dan emosi. b) Faktor biologis, pengalaman belajar, kondisioning frustasi dan konflik. c) Keadaan lingkungan, terutama dalm hal ini adalah lingkungan rumah dan keluarga. d) Faktor kebudayaan, adat istiadat dan agama. e) Keadaan fisik dan faktor keturunan, konstitusi fisik meliputi sistem syaraf, kelenjar otot- otot serta kesehatan dan penyakit

Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sedangkan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga anak masing-masing memiliki ketunaan yang berbeda: tunanetra, tunarungu, serta tunagrahita, dengan usia 12-14 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah alat tes VSMS dengan metode observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif.

Hasil penelitiannya sebagai berikut : Kematangan sosial pada tunanetra dengan subjek DN memiliki kecerdasan sosial (SQ) 40,5 atau setara dengan usia 5,1 tahun, artinya DN memiliki kematangan sosial (SA) yang dimiliki kurang sesuai dengan usianya saat ini. Kematangan sosialnya jauh lebih rendah dibandingkan usia kronologis yang dimiliki (12 tahun, 6 bulan). Sedangkan pada tunarungu dengan subjek RZ memiliki kecerdasan sosial 69,7 atau setara dengan usia 8,5 tahun yang artinya kematangan sosial yang dimiliki oleh RZ berada di atas rata-rata usia yang dimiliki saat ini. Kematangan sosialnya sedikit rendah dari usia kronologisnya 12 tahun, 2 bulan, 8 hari. Pada tunagrahita dengan subjek UD memiliki kecerdasan sosial (SQ) 50,76 atau setara dengan usia 7,0 tahun, artinya UD kematangan sosial yang dimiliki oleh UD sesuai dengan usia yang dimiliki saat ini. Kematangan sosialnya separoh lebih dari usia kronologisnya 13 tahun, 9 bulan, 15 hari. Perbandingan kematangan sosial antar ketiga ketunaan sangant berbeda, pada tunarungu lebih tinggi dari tunagrahita, sedangkan anak tunagrahita lebih tinggi dari pada tunanetra. Kesimpulan tambahan kematangan sosial tersebut dipengaruhi oleh bebrapa faktor diantaranya 1) keterebatasan yang dialami baik fisik atau psikis, 2) pembiasaan keluarga, 3) system pembelajaran meliputi kompetensi guru serta optimalisasi fasilitas. 4) waktu belajar/ durasi belajar.

ENGLISH:

In visual impaired, hearing impaired, and mental retardation children, those who experience barriers in terms of physical, motor, behavioral, academic, personality, and social. Social maturity becomes very important because children are expected to self that is not always dependent on the others. The purpose of this study is 1) knowing social maturity of visual handicapped/ impaired in out of ordinary elementary school (SDLB), 2) determine the social maturity of hearing impaired in SDLB, 3) determine social maturity of visual impairment in SDLB, and 4) the comparison of social maturity visual impaired, hearing impaired, and mental retardation children in out of ordinary elementary school (SDLB).

Social maturity is the skill of the individual to understand and how to react in social situations are reflected in the behavior of independence and social acceptance. Social maturity covers several aspects including: Helping yourself (self-help-general), when eating ability (self-eating), ability to dress oneself (self- dressing), directed at oneself (self-direction), movement (Locomotion), employment (occupation), socialization, and communication. While there are several factors that lead to differences in social skills with other children, namely: a) The development and maturity of the particular maturity of intellectual, social, and emotional. b) Biological factors, experiential learning, conditioning frustration and conflict. c) The environment, especially home and family environment. d) Factors of culture, customs and religion. e) Physical conditions and heredity, physical constitution includes the nervous system, muscles and glands of health and diseases.

The method used is quantitative descriptive. While the subjects used in this study were three children each have different disabilities: visual impaired, hearing impaired, and mental retardation, ages 12-14 years. Measuring instrument used is VSMS assay with observation and interview methods. This study used a descriptive statistical analysis.

Research results are as follows: social maturity blind to the subject DN having social intelligence (SQ) 40.5, equivalent to 5.1 years of age, meaning that DN has the social maturity (SA) owned less according to his age. Social maturity is much lower than chronological age-owned (12 years, 6 months). While on the subject of deaf RZ has social intelligence or equivalent age 69.7 8.5 years, which means social maturity owned by RZ is above the average age of which is owned today. Social maturity slightly lower than the chronological age of 12 years, 2 months, 8 days. On the subject of mental retardation with UD has social intelligence (SQ) 50.76, equivalent to 7.0 years of age, means the social maturity of UD in accordance with the same age. Social maturity is more than half the chronological age of 13 years, 9 months, 15 days. Comparison between the three social disabilities maturity is very different, the hearing impaired is higher than mental retardation, while mental retardation child is higher than the visually impaired. Additional conclusion of social maturity is influenced by factors such as 1) disability factor, either physical or psychological, 2) habituation of family, 3) learning systems include teacher competence and optimizing facilities. 4) duration of the study.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuqul, Fathul Lubabin
Keywords: Kematangan Sosial; Tunanetra; Tunarungu; Tunagrahita; Social Maturity; Visual Impaired; Hearing Impaired; And Mental Retardation
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170102
Depositing User: Dwi Aprilia Gendhis
Date Deposited: 11 Sep 2015 02:51
Last Modified: 11 Sep 2015 02:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1836

Actions (login required)

View Item View Item