Hubungan tingkat religiusitas dengan kesejahteraan psikologis siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang

Amna, Bunayya Nur (2015) Hubungan tingkat religiusitas dengan kesejahteraan psikologis siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08410008_Pendahuluan.pdf

Download (581kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08410008_Indonesia.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08410008_Inggris.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08410008_Arab.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08410008_Bab_1.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08410008_Bab_2.pdf

Download (809kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08410008_Bab_3.pdf

Download (539kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08410008_Bab_4.pdf

Download (730kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08410008_Bab_5.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08410008_Daftar_Pustaka.pdf

Download (233kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08410008_Lampiran.rar

Download (413kB)
[img]
Preview
Text (Summary)
08410008_Ringkasan.pdf

Download (352kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Setiap tahap perkembangan manusia biasanya disertai dengan berbagai tuntutan psikologis yang harus dipenuhi. Demikian pula pada usia SMA/SMK yang berada dalam masa remaja (adolescence). Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa yang berjalan antara usia 12-21 tahun. Remaja akan merasa gembira, harmonis, dan produktif apabila tuntutan psikologis dapat terpenuhi secara baik. Sebaliknya apabila tuntutan psikologis tidak terpenuhi secara baik maka akan timbul permasalahan yang berdampak munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Semua permasalahan yang dialami oleh remaja akan mempengaruhi perkembangan dan kesejahteraannya.

Kesejahteraan psikologis (psychological well being) suatu keadaan dimana individu mampu menerima keadaan secara positif dimana individu mengaktualisasikan diri dengan potensi-potensinya dan evaluasi individu terhadap kepuasan hidup dirinya.Religiusitas menjadi salahsatu faktor yang turut serta memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan untuk mengkaji tentang hubungan tingkat religiusitas dengan kesejahteraan psikologis siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tingkat religiusitas siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang (2) Untuk mengetahui kesejahteraan psikologis (psychological well being) SMK siswa Muhammadiyah 2 Malang (3) Untuk mengetahui hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (psychological well being) siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi Product Moment dari Carl Pearson. Variabel bebas (X) adalah tingkat religiusitas dan variabel terikat (Y) adalah kesejahteraan psikologis. Skala yang digunakan adalah dengan skalLikert. Uji validitas serta reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Pengolahan data tersebut diolah menggunakan program IBM SPSS 20.0 for windows. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK 2 Muhammadiyah Malang sebanyak 65 siswa.

Berdasarkan analisa penelitian, pada variabel tingkat religiusitas rata-rata remaja berada dalam kategori sedang sebesar 69% (45 subjek) dan pada variabel kesejahteraan psikologis siswa berada dalam kategori sedang sebesar 76% (49 subjek). Hubungan tingkat religiusitas dengan kesejahteraan psikologis siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,420 serta pada taraf signifikan 0,000 ≤ 0,05 (5%) yang berarti bahwa adanya hubungan positif menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya religiusitas siswa maka dengan sendirinya tingkat kesejahteraan psikologis siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang semakin meningkat.

ENGLISH:

Every step of human development is usually accompanied by many kinds of psychological demands. Likewise, when they are in adolescence. Adolescence is a transitionperiod of children into adulthood that runs between the ages of 12-21. A teenager will feel happy, harmonious, and productive if the psychological demands can be well fulfilled. On the other hand, deviant behaviors will occur if they can not. All the problems experienced by adolescents will affect their development and welfare.

Psychological well-beingis a situation in which an individual can receive it positively so that he is able to actualize himself with his potentialities and individual evaluation of his life satisfaction. Religiosity is also one factor that able to influence the psychological well-being. Therefore, that phenomenon inflicts some questions reviewingThe Relationship between Religiosity Level and Psychological Well-being of the Students at SMK Muhammadiyah 2 Malang.

The purposes of this study are (1) To determine the religiosity level of the students at SMK Muhammadiyah 2 Malang (2) To know the psychological well-being of the students at SMK Muhammadiyah 2 Malang(3) To determine the relationship between religiosity level and psychological well-being ofthe students at SMK Muhammadiyah 2 Malang.

This study uses a quantitative method with Product Moment correlation technique from Carl Pearson. The independent variable (X) is religiosity level, and the dependent variable (Y) is psychological well-being. The scale used is Likert scal. While the validity test and reliability are using Cronbach Alpha formula. The data is processed by using IBM SPSS 20.0 program for windows. The samples are 65students of SMK 2 Malang class XI.

Based on research analysis, in the variable of religiosity level, the teenagers are in the medium category at 69% (45 subjects), while in the variable of psychological well-being, the students are in the medium category at 76% (49 subjects). The relationship between religiosity level and psychological well-being of the students at SMK Muhammadiyah 2 Malang obtained the correlation coefficient (r xy) of 0.420 and the significant level of 0.000 ≤ 0.05 (5%), which means that there is a positive relationshipindicating that the higher the religiosity level of a student is,the higher he will get the psychological well-being.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Soleh, A. Khudori
Keywords: Tingkat Religiusitas; Kesejahteraan Psikologis; Religiosity Level; Psychological Well-being
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170111 Psychology of Religion
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Dwi Aprilia Gendhis
Date Deposited: 11 Sep 2015 02:36
Last Modified: 11 Sep 2015 02:36
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1551

Actions (login required)

View Item View Item