Malay wedding culture and traditions in Singapore

Shariff, Nor Rahim Bin Mohd (2012) Malay wedding culture and traditions in Singapore. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09210095_Pendahuluan.pdf

Download (348kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09210095_Indonesia.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09210095_Inggris.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09210095_Arab.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09210095_Bab_1.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09210095_Bab_2.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09210095_Bab_3.pdf

Download (515kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09210095_Bab_4.pdf

Download (528kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09210095_Bab_5.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09210095_Daftar_Pustaka.pdf

Download (179kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
09210095_Lampiran.rar

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Satu dari keunikan karakter Singapura adalah masyarakat multiras yang terdiri daripada suku bangsa Cina, Melayu, Hindu dan lainnya. Dengan dilatarbelakangi oleh kultur dan sejarah yang beragam pada tiap golongan yang bersangkutan, mereka memanifestasikan karakter kultur masing-masing. Masyarakat Melayu merepresentasikan kaum mayoritas kedua dari segi populasi negara, dimana terdiri dari keturunan Melayu sejak zaman migrasi dari Indonesia dan Malaysia. Sebagai bangsa yang terkenal dengan kultur dan tradisinya, yang saling bergabung kehidupan dengan suku bangsa lain di Singapura, terkadang kultur dan tradisinya kurang difahami atau terjadi tingkat pemahaman yang kurang tepat. Khususnya dari segi kultur dan tradisi perkawinan orang Melayu.

Kajian ini difokuskan pada kultur dan tradisi secara praktis yang dilakukan dalam suatu perkawinan Melayu. Penekanannya adalah terkait dengan ritual-ritual, protokol dan kebiasaan dalam suatu acara sosio-kultural yang dampaknya telah mengalami beberapa transformasi sejak zaman migrasi orang Melayu ke Singapura. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan orang Melayu-Islam (bermazhab Syafi’i) tentang tradisi-tradisi tersebut.

Tujuan utama kajian adalah untuk memahami secara komprehensif tentang proses-proses yang terdapat dalam suatu perkawinan Melayu. Suatu usaha untuk mempelajari dan mengenal maksud-maksud, persepsi and aspirasi dari orang Melayu lokal yang umumnya orang-orang Islam, juga ditekankan dalam penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan juga pendekatan induktif dalam rangka analisis data lapangan. Sebahagian besar dari data primer dikumpulkan dari observasi lapangan dan hubungan langsung dengan informan yang terkait dengan bidang kajian secara langsung atau pun tidak. Literatur dan dokumentasi tentang persoalan yang terkait digunakan sebagai sumber data sekunder.

Dapat disimpulkan bahwa kultur perkawinan Melayu adalah sebuah kombinasi kultur-kultur dan tradisi-tradisi yang kompleks di mana dipahami dan diaprisiasi bahwa unsur-unsur pada kompleksitas itu adalah dari faktor-faktor internal dan eksternal. Yang pertama adalah sebab-sebab karakter kultur yang beragam atau keturunan Melayu yang berbagai dan selainnya adalah sebab-sebab adaptasi dari kultur asing melalui diffusi, elaborasi dan evolusi. Pandangan mayoritas orang Melayu-Islam bahawa segala bentuk kultur atau tradisi yang diamalkan seharusnya dalam batasan prinsip dan etika keagamaan.

ENGLISH:

One of the unique traits of Singapore is its multiracial society which encompasses mainly Chinese, Malay, Indian and other races. With the different cultural and historical background each ethnic group, they manifests their own culture traits. The Malay society represents the second majority in terms of the country’s population, comprising of different roots of Malay lineage dating back to the days of migration from Indonesia and Malaysia. Being a race known for its refined culture and traditions, and yet sharing a common livelihood with other ethnic groups in Singapore, its cultural practices and traditions are sometimes not fully understood or even misconstrued; particularly the Malay wedding culture and traditions.

This study is focused on the actual culture practices and traditions being performed in a typical Malay wedding. The concentration includes the rituals, protocols and normalities in such a socio-cultural event which seemingly has undergone much transformation since the early days of the Malay settlement in Singapore. In addition, the research is concerned with unraveling the views of a practising Muslim (Syafi’i Mazhab) of such practices and traditions.

The main aim of this study is to have a comprehensive understanding of the processes involved in a typical Malay wedding. The effort to learn and recognize the actual meanings, perceptions and aspirations from local Malays who are generally Muslims, also becomes one of the focal points in this research.

The method of research employed is that of a descriptive qualitative one, which also utilises the inductive approach of analysing field data. The main bulk of primary data is consolidated through field observation and personal contact with informants who are related directly or indirectly with the field of study. Literature and documentation pertaining to the subject matter are used as secondary data source.

In conclusion, the Malay wedding culture is said to be a complex combination of different cultures and traditions, whereby the attributes of these complexities comes from both internal and external factors. The former being reasons of different culture traits or various Malay lineage and the latter being reasons of foreign culture adaptation though means of diffusion, elaboration and evolution. The consensus from the practising Muslims is that whatever manner the society practice their culture or traditions, it should comply with Islamic principles and ethics.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Keywords: Kultur; Tradisi; Melayu; Perkawinan; Culture; Tradition; Malay; Wedding
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Illiyati Tsani Nivia
Date Deposited: 17 Aug 2015 05:21
Last Modified: 17 Aug 2015 05:21
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1506

Actions (login required)

View Item View Item