Penerapan kafa’ah dalam perkawinan di lingkungan masyarakat pedesaan: Studi di Desa Bulus, Kec. Bandung, Kab. Tulungagung

Saudah, Siti (2011) Penerapan kafa’ah dalam perkawinan di lingkungan masyarakat pedesaan: Studi di Desa Bulus, Kec. Bandung, Kab. Tulungagung. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210078_Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210078_Indonesia.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210078_Inggris.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210078_Bab_1.pdf

Download (454kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210078_Bab_2.pdf

Download (957kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210078_Bab_3.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210078_Bab_4.pdf

Download (839kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210078_Bab_5.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210078_Daftar_Pustaka.pdf

Download (263kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sudah menjadi fitrah manusia bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, karena manusia merupakan makhluk yang saling bergantung antara yang satu dan yang lainnya. Karena manusia sangat membutuhkan teman yang di antara keduanya saling suka dan mencintai sehingga dapat menciptakan sebuah ikatan yang sah yaitu perkawinan. Perkawinan merupakan sunatullah dan rasulullah yang berlaku bagi seluruh makhluk ciptaan Allah, dengan perkawinan akan memunculkan dan melestarikan sebuah keluarga yang harmonis dan keturunan dalam hidupnya. Konsep kesepadanan (kafa’ah) merupakan hal yang penting yang harus di perhatikan oleh setiap orang muslim ketika akan melaksanakan perkawinan. Persoalan kafa’ah dalam hal nasab dan ekonomi lebih di utamakan oleh masyarakat Desa Bulus, Kec. Bandung, Kab. Tulungagung dalam pertimbangan kafa’ah perkawinan.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna kafa’ah dan penerapan kafa’ah tersebut menurut masyarakat pedesaan khususnya desa Bulus, Kec.Bandung, Kab. Tulungagung.

Metode penelitian ini adalah sosiologis atau empiris karena peneliti menggambarkan secara detail tentang suatu keadaan serta menggunakan metode sampling. Adapun sumber datanya adalah primer dan sekunder sebagai pelengkap. Adapun metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisis datanya menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif, yang mana penelitian kualitatif lebih menekankan analisisnya menggunakan editing, clasifying, verifying, analisyng dan concluding.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa pendapat masyarakat tentang makna kafa’ah secara umum masyarakat desa ini mengatakan seimbang dan sebagian tidak seimbang, penerapannya melihat pada hal nasab dan ekonomi, karena jika pada sisi keturunan lebih di pertimbangkan akan lebih terjamin dan terhindar dari hubungan darah/persaudaraan yang haram menikah antara keduanya. Apalagi jika perkawinan antara keduanya masih satu desa dan berdekatan maka itu di anggap kurang baik.

ENGLISH:

It has been become a natural tendency of human being that they always live independently and need each other. Because everyone needs friend to love endlessly, so that they create a legal relationship called marriage. Marriage is sunnatullah and sunnah Rasulullah applied for all of human being. It will create harmony family and generations. Concept kafa’ah is important to concern by every moslem when they want to get married. Kafa’ah case in the lineage and economy are more prominent in the society of Desa Bulus, Bandung, Tulungagung in considering kafa’ah marriage.

The purpose of this research is to know what is definition of kafa’ah and how is the application of kafa’ah according to villagers especially Desa Bulus, Bandung, Tulungagung.

The research method is sociology and empiric because the the research describe about a condition in detail and uses sampling method. The sources are primer and secondary as the compliment.

The collecting data method using observation, interview, and documentation. Then the data analysis using qualitative descriptive analysis which the qualitative research emphasizes the editing, classifying, verifying, analysis, and concluding.

Based on the result of the research the villagers give their opinion in kafa’ah definition that some said equal and other said unequal. The application consist of lineage and economy problems, because in generation side considered that at will be more guaranteed and avoided from brotherhood that forbidden between then to get married. Moreover if the marriage between to is still in one village and nearly so it regarded as something less respectable.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Toriquddin, Moh
Keywords: Makna; kafa’ah; Definition
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012802 Khitbah & Kafaah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 17 Aug 2015 05:02
Last Modified: 17 Aug 2015 05:02
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1463

Actions (login required)

View Item View Item