Pandangan masyarakat tentang perkawinan adat ganti suami: Studi kasus di Desa Pugungraharjo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Tengah

Syafriadi, Syafriadi (2010) Pandangan masyarakat tentang perkawinan adat ganti suami: Studi kasus di Desa Pugungraharjo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Tengah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
06210019_Pendahuluan.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
06210019_Indonesia.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
06210019_Inggris.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
06210019_Arab.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
06210019_Bab_1.pdf

Download (405kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
06210019_Bab_2.pdf

Download (477kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
06210019_Bab_3.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
06210019_Bab_4.pdf

Download (555kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
06210019_Bab_5.pdf

Download (451kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
06210019_Daftar_Pustaka.pdf

Download (691kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
06210019_Lampiran.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini mengkaji realitas sosial di masyarakat, yang berkaitan dengan adat perkawinan di Lampung. Sebagai propinsi yang kental akan budayanya, maka tidak heran jika di Desa Pugungraharjo yang merupakan bagian dari Propinsi Lampung, menerapkan tradisi perkawinan ganti suami yang dilakukan oleh janda-janda di desa tersebut. Perkawinan adat ganti suami merupakan tradisi perkawinan ketika suami dari seorang perempuan meninggal, dan suaminya itu mempunyai saudara laki-laki yang cukup umur, maka saudara dari suami yang meninggal secara otomatis menggantikan posisi sebagai suami dari istri yang ditinggalkannya.

Berdasarkan hal itu, penelitian ini mencoba untuk membatasi keragaman adat perkawinan yang berlaku di Lampung, dengan memfokuskan pada perkawinan adat ganti suami. Dari fenomena tersebut dapat diambil sebuah rumusan masalah tentang faktor apa yang melatarbelakangi praktek perkawinan tersebut dan bagaimana pandangan masyarakat setempat tentang perkawinan adat ganti suami serta hukum perkawinan tersebut menurut hukum Islam.

Peneliti menganalisis permasalahan di atas berdasarkan realita dan sumber hukum Islam yang ada. Untuk mengelaborasi sumber hukum Islam dengan realita yang ada, maka peneliti menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.

Dari hasil analisis diperoleh bahwa perkawinan adat ganti suami dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu: 1) faktor adat/kebiasaan, 2) faktor kekerabatan, 3) faktor garis keturunan, 4) faktor kehormatan. Dalam perkawinan adat ganti suami, terdapat beberapa syarat yang berkaitan dengan kedua mempelai, yaitu: 1) mempelai wanita adalah janda dari almarhum saudara mempelai pria, 2) mempelai pria merupakan saudara laki-laki sekandung dari almarhum suami mempelai wanita. Saudara laki-laki ini diutamakan yang masih bujang dan sudah cukup umur untuk menikah, jika tidak ada, maka saudara tertua dari almarhum suami mempelai wanita yang diharuskan untuk menikahi janda tersebut. Bila almarhum suami si janda tidak memiliki saudara laki-laki sekandung, maka si janda akan dikembalikan ke keluarganya, dan ia berhak menikah dengan laki-laki lain yang dikehendakinya. Adapun pandangan masyarakat mengenai perkawinan tersebut, ada sebagian yang setuju karena didasari tujuan yang baik, dan ada pula yang keberatan karena menganggap perkawinan semacam ini sering menimbulkan perselisihan dalam rumah tangga si pelaku. Hukum perkawinan adat ganti suami menurut Islam adalah makruh bahkan menjadi haram ketika si suami pengganti tidak sanggup berlaku adil

ENGLISH:

This study examines the social realities in society, which is associated with wedding ceremonies at Lampung. As a province that thick would be culture, it is no wonder if in the Village Pugungraharjo which is part of Lampung province, apply the tradition of marriage by the husband instead of widows in the village. Replace traditional marriage is a tradition of marriage when the husband of a woman's husband died, and her husband had a brother who was old enough, the brother of the husband who dies automatically replace the position as the husband of the wife he left behind.

On that basis, the study sought to limit the diversity of marriage customs prevailing in Lampung, with a focus on traditional marriage instead of a husband. From this phenomenon can be taken a formulation of the problem about what factors underlying the practice of marriage and how the local community views about marriage customs replace husband.

Researcher analyzed the above problems based on the realities and existing sources of Islamic law. To elaborate on the source of Islamic law with the existing reality, the researchers used a type of case study research with qualitative research approach that is descriptive.

From the analysis shows that customary marriage instead of a husband against a background of several factors, namely: 1) factor customary, 2) the factors of kinship, 3) lineage factor, 4) factors of honor. In a traditional wedding dressing husband, there are some terms relating to both families, namely: 1) the bride is the widow of the late groom's brother, 2) the groom is the brother of the deceased husband by one venter of the bride. The brother is an advantage that is still bachelor and old enough to marry, if no, then the eldest brother of the bride's late husband who must marry the widow. When the widow's late husband has no brother by one venter, then the widow will be returned to his family, and he has the right to marry another man as he likes. The community views about marriage, there are some who agree, because based on good intentions, and there is also an objection because it considers such marriages often lead to strife in the household of the perpetrator. Customary marriage law instead of the husband in Islam is haram makruh even become a substitute when the husband could not be fair.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur
Keywords: Pandangan Masyarakat; Perkawinan Adat Ganti Suami; Views of Community; Replace Traditional Marriage Husband
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 17 Aug 2015 01:51
Last Modified: 17 Aug 2015 01:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1438

Actions (login required)

View Item View Item