Islamic center di Kepanjen Kabupaten Malang: Tema regionalisme arsitektur

Muis, Abdul (2010) Islamic center di Kepanjen Kabupaten Malang: Tema regionalisme arsitektur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
04560009_Pendahuluan.pdf

Download (197kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
04560009_Indonesia.pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
04560009_Bab_1.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
04560009_Bab_2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
04560009_Bab_3.pdf

Download (481kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
04560009_Bab_4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
04560009_Bab_5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 6)
04560009_Bab_6.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 7)
04560009_Bab_7.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
04560009_Daftar_Pustaka.pdf

Download (75kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
04560009_Lampiran.rar
Restricted to Registered users only

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA:

Islamic Center memiliki pengertian yaitu wadah fisik yang menampung beberapa kegiatan dan penunjang keislaman. Di antara kegiatan-kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan ibadah, mu’amalah dan dakwah. Islamic Center juga mempunyai peran sebagai pusat atau sentra informasi keislaman baik bagi umat muslim maupun bagi masyarakat yang ingin mengetahui dan ingin belajar tentang Islam. Kabupaten Malang sebagaimana umumnya wilayah Jawa Timur lainnya, sangat kuat memegang tradisi pesantren yang hampir di setiap kecamatannya memiliki pondok pesantren. Sebagai pemegang kuat tradisi pesantren, maka dibutuhkan media pendukung tradisi tersebut selain pesantren yang mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam bidang ekonomi maupun pelatihan keterampilan lainnya tanpa meninggalkan agama sebagai pusat kegiatan utama.

Tidak seperti pada umumnya bangunan-bangunan berasitektur Islam yang selalu mengambil wujud fisik dari Timur Tengah, Islamic Center ini dalam perancangannya adalah memanfaatkan potensi arsitektur lokal sebagai acuan desainnya. Arsitektur lokal tersebut adalah sesuai dengan arsitektur khas Malangan, namun berdasarkan warisan arsitektur yang ada banyak terdapat arsitektur daerah. Sehingga untuk memunculkan arsitektur khas Malangan wujud arsitektur yang diambil adalah dari definisi Malang, prinsip keterbukaan masyarakat Malang, prinsip basa wali’an, dan aspek religiusitas masyarakat Malang.

Selain itu untuk menguatkan tema dan menghasilkan arsitektur yang Islami, maka digunakan beberapa prinsip (Utaberta, 2006). Di antara prinsip-prinsip tersebut yaitu prinsip pengingatan kepada tuhan, prinsip pengingatan pada ibadah dan perjuangan, prinsip pengingatan pada kehidupan setelah kematian, prinsip pengingatan akan kerendahan hati, prinsip pengingatan akan wakaf dan kesejahteraan publik, prinsip pengingatan terhadap toleransi kultural, prinsip pengingatan akan kehidupan yang berkelanjutan, dan prinsip pengingatan tentang keterbukaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wismantara, Pudji Pratitis and Ramdlani, Subhan
Subjects: 12 BUILT ENVIRONMENT AND DESIGN > 1201 Architecture > 120101 Architectural Design > 12010101 Islamic Architecture
12 BUILT ENVIRONMENT AND DESIGN > 1201 Architecture > 120101 Architectural Design > 12010127 Regionalism – Reinterpreting Tradition
12 BUILT ENVIRONMENT AND DESIGN > 1201 Architecture > 120109 Architecture of Building for Religious and Related Purposes > 12010999 Architecture of Building for Religious not elsewhere classified
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Teknik Arsitektur
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 17 Aug 2015 02:08
Last Modified: 17 Aug 2015 02:08
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1407

Actions (login required)

View Item View Item