Penerapan asas retroaktif terbatas vis a vis pasal 56 ayat (1) Undang-Undang no. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dalam penyelesaian sengketa waris: Studi tentang putusan perkara nomor: 0883/Pdt.G/2010/PA.TA

Kurniawati, Kumala (2011) Penerapan asas retroaktif terbatas vis a vis pasal 56 ayat (1) Undang-Undang no. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dalam penyelesaian sengketa waris: Studi tentang putusan perkara nomor: 0883/Pdt.G/2010/PA.TA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210026_Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210026_Indonesia.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210026_Inggris.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07210026_Arab.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210026_Bab_1.pdf

Download (449kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210026_Bab_2.pdf

Download (869kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210026_Bab_3.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210026_Bab_4.pdf

Download (502kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210026_Bab_5.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210026_Daftar_Pustaka.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
07210026_Lampiran.pdf

Download (167kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pengertian asas retroaktif terbatas dalam Kompilasi Hukum Islam adalah Kompilasi Hukum Islam tidak berlaku surut apabila harta warisan telah dibagi secara riil (bukan hanya pembagian di atas kertas) sebelum KHI diberlakukan, maka keluarga yang mempunyai hubungan darah karena ahli waris pengganti tidak dapat mengajukan gugatan waris. Jika harta warisan belum dibagi secara riil, maka terhadap kasus waris yang pewarisnya meninggal dunia sebelum Kompilasi Hukum Islam lahir, dengan sendirinya Kompilasi Hukum Islam berlaku surut. Berikutnya pasal 56 ayat (1) UU No7 Tahun 1989 menyatakan bahwa “ Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa dan memutus perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak atau kurang jelas, melainkan wajib memeriksa dan memutusnya”.Dari dua pengertian tersebut muncul beberapa persoalan bagaimana dalam penerapannya dan metode penemuan hukum apa yang digunakan majelis hakim dalam menyelesaikan perkara tersebut.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kasus (case approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan bahan hukum primernya adalah putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan yang relevan dengan isu hukum yang di bahas selain itu juga menggunakan bahan hukum sekunder seperti buku teks (literatur-literatur) yang relevan dengan pembahasan isu hukum yang di angkat dalam penelitian ini.

Kajian pustaka dalam penelitian ini pada asas-asas hukum, asas-asas perundang-undangan, asas-asas peradilan agama, UU No.7 tahun 1989 dan KHI, metode penemuan hukum dan hukum waris Islam.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa majelis hakim dalam menangani kasus No: 0883/Pdt.G/2010/PA.TA. majelis hakim menerapkan asas retroaktif dan Pasal 56 UU No.7 Tahun 1989 tentang peradilan agama secara beriringan dan juga merujuk pada asas lex superior derogat legi inferiori sehingga perkara tersebut tetap iterima. Metode penemuan hukum yang digunakan oleh majelis hakim adalah adalah metode penemuan hukum interpretasi teleologis, metode interpretasi sistematis, dan metode penemuan hukum lain yakni penafsiran Undang-Undang secara rasional.

ENGLISH:

Limited understanding of the retroactive principle in Islamic Law Compilation Compilation of Islamic Law is not retroactive if the estate has been divided in real terms (not just the division on paper) before KHI enforced, then the family has blood ties as a substitute heirs can not sue inheritance. If the estate has not shared in real terms, then the heir to the case of the heir dies before birth Compilation of Islamic Law, Islamic Law Compilation automatically retroactive. Next article 56 paragraph (1) Act No.7 of 1989 states that “The court may not refuse to examine and rule on cases filed under the pretext that the law does not or is less clear, but obliged to examine and cut them off”. Of the two terms appeared some question of how the application and methods of legal discovery of what the judges used in solving the case.

The research method used in this study is the method of approach to the case (case approach), the approach of legislation (the Statute approach), and conceptual approaches (conceptual approach). This study is a normative legal research with primary legal materials are court decisions and legislation that are relevant to the legal issues that were discussed but it also uses a secondary legal materials such as text books (literature) relevant to the discussion of legal issues in the lift in this study.

Literature review in this study on the general principles of law, principles of legislation, the principles of religious courts, the Act No.7 of 1989 and KHI, methods of discovery of the law and inheritance law of Islam.

The results of this study indicate that the panel of judges in handling cases No: 0883/Pdt.G/2010/PA.TA. the judges apply the retroactive principle and Article 56 of the Act No.7 of 1989 on religious courts alongside and also refers to the principle of lex superior derogat legi inferiori so the matter remains acceptable. Legal discovery method used by the panel of judges is a legal invention is a method of teleological interpretation, the method of systematic interpretation, and other legal discovery method that is the interpretation of the Act rationally.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Jundiani, Jundiani
Keywords: Asas Retroaktif Terbatas; Interpretasi Teleologis; Interpretasi Sistematis; Penafsiran Atau Penerapan Undang-Undang Secara Rasional; Principle Of Retroactivity Is Limited; Teleological Interpretation; Systematic Interpretation; The Interpretation Or Application Of The Law In A Rational Way
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 17 Aug 2015 04:48
Last Modified: 17 Aug 2015 04:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1352

Actions (login required)

View Item View Item