Strategi pembelajaran kitab kuning di Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning An-Nur 2 Bululawang Malang

Amrulloh, M. Zulfikar (2015) Strategi pembelajaran kitab kuning di Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning An-Nur 2 Bululawang Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11770028.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Tujuan diselenggarakannya penelitian di STIKK An_Nur 2 Bululawang Malang adalah untuk mengkaji lebih mendalam mengenai: 1) Bagaimana tahap-tahap perkembangan sistem pembelajaran kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang. 2) Bagaimana strategi yang digunakan dalam mengembangkan pembelajaran kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang. 2) Apa saja Tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pembelajaran kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitafif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) dengan menggunakan desain penelitian grounded. Data diperoleh melalui pengamatan, yang mana peneliti berfungsi sebagai instrumen untuk melakukan observasi partisipan dan non partisipan, wawancara mendalam dengan sumber data utama dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis interaktif melalui 3 kegiatan yaitu reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi data dan sumber, kemudian diperkuat dengan analisis data yang diperkenalkan oleh Spredley dengan 4 kegiatan yaitu analisis domain, taksonomi, komponen dan tema.

Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Tahap-tahap pembelajaran Kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang, yaitu: Pertama, adanya persiapan masuk STIKK dengan berbagai kriteria diantaranya santri di pantau oleh tim khusus yang dibentuk untuk mengamati perilaku dan keaktifan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di pondok pesantren an-nur 2, baik itu berupa akhlak kepada ustadz dan kyai, keaktifan berjama’ah serta kegiatan-kegiatan pondok pesantren yang bersifat positif. Kedua, santri di tuntut untuk menghafal nadho alfiayah 250-300 bait diluar kepala, hal ini termasuk modal untuk bisa membaca kitab klasik sebagaimana mestinya, disamping nadhol ilmu nahwu santri juga dituntut untuk memahami ilmu alat lainnya. Ketiga, setelah masuk di STIKK santri ditahun pertama diberi pendalaman materi ilmu nahwu yang mana bertujuan untuk memotifasi santri untuk lebih menguasai tatacara membaca dan memahami kitab kuning, sedangkan ditahun kedua santri diharapkan sudah mampu membaca kitab kuning dengan benar serta santri diajarkan ilmu fiqih yang mana memakai kitab fathul mu’in. Ke empat, setelah melalui berbagai tahap diatas, santri diterjunkan dimasyarakat atau praktek lapangan selama 2 minggu, hal ini bertujuan untuk mengenalkan santri di lingkungan masyarakat yang notabennya tidak sama.

Strategi yang digunakan dalam mengembangkan pembelajaran kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang, adapun strategi yang digunakan masih tidak meninggalkan budaya klasik, seperti pengajaran dengan pola sorogan dilaksanakan dengan cara santri yang biasanya pandai menyorogkan sebuah kitab pada kyai atau guru untuk dibaca dihadapan beliau. Jika terdapat kesalahan, maka langsung dibenarkan. Wetonan Sistem pengajaran dengan jalan wetonan dilaksanakan dengan cara kyai atau guru membaca suatu kitab dalam waktu tertentu dan santri dengan membawa kitab yang sama mendengarkan dan menyimak bacaan kyai. Bandongan dalam sistem ini sekelompok murid (group methods) mendengarkan seorang guru yang membaca, menerjemahkan, menerangkan dan seringkali mengulas buku-buku Islam Arab yang lainnya. Mudzakarah adalah suatu pertemuan ilmiah yang secara spesifik membahas masalah diniyah seperti ibadah dan akidah serta masalah agama pada umumnya. Hafalan adalah metode yang di gunakan untuk menghafal beberapa nadhom ilmu nahwu yang diwajibkan kepada santri atau murid. Lalaran adalah mengulang materi yang dilakukan oleh santri secara mandiri. Materi yang diulang merupakan materi yang telah dibahas dalam sorogan atau bandongan. Bahsul masail, yaitu membahas masalah-masalah yang ada dalam kitab kuning dengan sistem perdebatan yang sudah diatur tatacaranya. Kuliah tamu, yaitu tambahan materi dengan mendatangkan alumni atau ahli ilmu dalam bidang yang lain, tujuannya untuk memperluas pengetahuan santri dalam ilmu lain khususnya ilmu umum.

Tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pembelajaran kitab kuning di STIKK An-Nur 2 Bululawang, diantara tantangan ini peneliti menyimpulkan ada dua faktor, yaitu: faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal hal ini dipicu oleh banyaknya himmah (kemauan) santri untuk memperdalam kitab kuning semakin menurun. Faktor eksternal, yaitu banyak santri yang merasa bosan, mereka ingin suasana baru untuk belajar diluar pesantren, adanya tuntutan ekonomi yang harus mereka jalani dengan bekerja diluar pondok sehingga membuat mereka untu keluar dari pembelajarannya, memilih untuk melanjutkan diuniversitas luar pondok pesantren.

ABSTRACT

The purpose of the research in STIKK An_Nur 2 Bululawang Malang is to examine more deeply about: 1) How the stages of the development of yellow book learning system in STIKK An-Nur 2 Bululawang. 2) How is the strategy used in developing yellow book study in STIKK An-Nur 2 Bululawang. 2) What are the Challenges faced in developing yellow book study in STIKK An-Nur 2 Bululawang.

The research using descriptive qualitafive pmethod with case study by using grounded research design. The data were obtained through observation, in which the researcher functioned as an instrument to perform participant and non-participant observation, in-depth interview with main data source and documentation. Data were analyzed by interactive analysis through 3 activities are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The validity of the data was obtained by extending the participation and triangulation of data and sources, then reinforced by data analysis introduced by Spredley with 4 activities of domain analysis, taxonomy, components and themes.

The results of the research can be seen that the learning strategy of yellow book in STIKK An-Nur 2 Bululawang, namely: First, the preparation of join STIKK with various criteria such as students are monitored by a special team formed to observe the behavior and activeness following activities held in the islamic boarding school an-nur 2, both in the form of morals to ustadz and kyai, active of praying and activities of pondok pesantren which is positive. Second, students are required to memorize nadhom alfiayah 250-300 verses out of the head, this includes capital to be able to read the classic book as it should, beside science nahwu, santri also required to understand the science of other tools. Thirdly, after joining STIKK santri in the first year given the deepening of science materials nahwu which purpose to motivate students to better master the procedure of reading and understanding the yellow book, while in the second year students are expected to be able to read the yellow book correctly and students taught the science "fiqh " which Book of fathul muin. Fourth, after going through the various strategy above, students are deployed in the community or field practice for 2 weeks, it purpose to introduce students in the community that not in the same on origin.

The strategy used in developing yellow book study in STIKK An-Nur 2 Bululawang, while the strategy used still does not leave the classical culture, such as teaching with sorogan pattern implemented by the santri method is usually good at menyorogkan a book on kyai or teacher to be read in front of him. If there is an error, then will be correct directly. The system teaching of wetonan by wetonan's way is carried out by way of kyai or teacher reading a book in a certain time and santri by bringing the same book listening and listening to kyai reading. Bandongan in this system group of groups listens to a teacher who reads, translates, explains and often reviews other Arabic books of Islam. Mudzakarah is a scientific meeting that specifically addresses diniyah issues such as worship and aqidah and religious issues in general. Memorization is a method that is used to memorize some nadhom nahwu science that is required to students or students. The reason is to repeat the material done by the santri independently. Repeated material is the material that has been discussed in sorogan or bandongan. Bahsul masail, which is discussing the problems that exist in the yellow book with a system of debates that have been arranged his way. Guest lecture, which is additional material by bringing alumni or other science experts in the field, the goal is to expand the knowledge of santri in other sciences especially general science.

The challenges faced in develop the yellow book study in STIKK An-Nur 2 Bululawang, among these challenges the researchers conclude there are two factors, namely: internal and external factors. The internal factor is triggered by the number of himmah (willingness) santri to deepen the yellow book decreases. External factors, is many students who feel bored, they want a new atmosphere to learn outside the pesantren, the economic demands they have to live by working outside the islamic boarding school An-nur 2 to make them continue the study in the university outside of their islamic boarding school

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Abidin, Munirul and Yasin, Ahmad Fatah
Keywords: Strategi; Pembelajaran; Kitab Kuning; Strategy; Learning; Yellow Book
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 21 Feb 2018 08:27
Last Modified: 21 Feb 2018 08:27
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9967

Actions (login required)

View Item View Item