Kajian aspek anatomi daun beberapa varietas kedelai (Glycine max L.) pada kondisi cekaman kekeringan

Rofiah, Ai (2010) Kajian aspek anatomi daun beberapa varietas kedelai (Glycine max L.) pada kondisi cekaman kekeringan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
05520048 Pendahuluan.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
05520048 Indonesia.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
05520048 Bab 1.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
05520048 Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
05520048 Bab 3.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
05520048 Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
05520048 Bab 5.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
05520048 Daftar Pustaka.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
05520048 Lampiran.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kedelai (G. max L.) dapat dibudidayakan di daerah katulistiwa sampai letak lintang 55º U atau 55º S dan pada ketinggian sampai 2000 m di atas permukaan laut. Suhu di bawah 20º C dan di atas 32º C dapat mengurangi munculnya bunga dan terbentuknya polong, suhu ekstrim di atas 40º C akan merusak produksi biji. Ketersediaan air juga sangat penting bagi kedelai. Penyerapan air oleh kedelai mencapai 7,6 mm/hari sehingga untuk panen yang baik diperlukan curah hujan 500 mm/tahun. Cekaman kekeringan pada masa pembungaan akan mengurangi pembentukan polong sehingga akan mengurangi produksi, tetapi pengurangan produksi lebih terpengaruh jika cekaman kekeringan terjadi pada tahap pengisian polong daripada tahap pembungaan.

Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara faktorial, dengan faktor I varietas kedelai dan faktor II tingkat ketersediaan air. Varietas kedelai yang digunakan adalah Tanggamus (V1), Wilis (V2) dan Burangrang (V3) yang berturut-turut merupakan kedelai toleran, moderat, dan peka terhadap kekeringan. Perlakuan tingkat ketersediaan air terdiri dari 4 taraf yaitu 100% (A1), 75% (A2), 50% (A3) dan 25% (A4) dari kebutuhan air per hari tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 – April 2010, bertempat di Green House dan Laboratorium Optik Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jalan Gajayana 50 Malang. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikan 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan aspek anatomi daun pada tiga varietas kedelai yang diuji yaitu: kerapatan stomata, indeks stomata, lebar celah stomata pada jam 10, kerapatan trikomata dan tebal mesofil. Tingkat ketersediaan air berpengaruh terhadap perubahan aspek anatomi daun kedelai yaitu pada kerapatan stomata, lebar celah stomata, kerapatan trikomata dan tebal kutikula. Interaksi perbedaan varietas dan perlakuan kadar ketersediaan air yang berbeda berpengaruh pada aspek anatomi daun kedelai yaitu lebar celah stomata pada jam 10 dan jam 12, tebal mesofil dan tebal kutikula.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Muchtaromah, Bayyinatul
Keywords: Anatomi Daun; Cekaman Kekeringan; Kedelai
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0602 Ecology > 060203 Ecological Physiology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 05 Aug 2015 07:41
Last Modified: 05 Aug 2015 07:41
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/971

Actions (login required)

View Item View Item