Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat lokal Kedang Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur

Dahlan, Suratman (2011) Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat lokal Kedang Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
06520017 Pendahuluan.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
06520017 Indonesia.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
06520017 Inggris.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
06520017 Bab 1.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
06520017 Bab 2.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
06520017 Bab 3.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
06520017 Bab 4.pdf

Download (713kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
06520017 Bab 5.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
06520017 Daftar pustaka.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
06520017 Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional (herbal) telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Lembata pada umumnya dan masyarakat lokal Kedang pada khususnya. Proses ini sudah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, akan tetapi, saat ini ada kecenderungan tradisi ini mulai ditinggalkan, oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menggali kembali pengetahuan tentang spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat lokal Kedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonservasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dan keanekaragaman tumbuhan obat di masyarakat lokal Kedang.

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif dengan metode survei, wawancara semi terstruktur dan angket. Jumlah sampel penelitian berjumlah 60 responden, yang terdiri dari pengobatan tradisional (molan), ketua adat kampung dan masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Responden diambil di Kedang yang meliputi 2 Kecamatan yakni, Kecamatan Buyasuri dan Kecamatan Omesuri. Setiap Kecamatan diambil 4 desa sampel. Kecamatan Buyasuri terdiri dari desa: Weikoro, Rumang, Atulaleng dan Panama. Kecamatan Omesuri terdiri dari desa: Normal, Walangsawa, Tiba, dan Hingalamamengi.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 77 macam tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh, masyarakat lokal Kedang. Tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah sirih (Piper betle L.) dari suku Piperaceae dan kunyit (Curcuma domestica) dari suku Zingiberaceae. Jenis penyakit yang paling banyak diobati menggunakan tumbuhan obat adalah penyakit tidak menular 59%, penyakit kronik 16 % dan penyakit menular 6%. Selain dari pada itu, tumbuhan obat juga digunakan untuk menjaga kesehatan sebesar 19%. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan untuk obat adalah daun, sebesar 40%, akar 30%, buah 12%, bunga 4%, biji 4%, batang 2%, rimpang 4% dan lainnya 4%. Masyarakat menggunakan tumbuhan obat dengan cara direbus 67%, ditumbuk 39%, dan lainnya 4%. Masyarakat lokal Kedang memperoleh tumbuhan obat dengan cara membeli dari pasar 24%, yang tumbuh liar 45% dan budidaya 45%.

ENGLISH:

Utilization of plants as traditional medicines (herbs) have been known since long by Lembata society in general and the local community Kedang in particular. This process has been passed down from generation to generation from generation to generation, however, currently there is a tendency of this tradition is becoming obsolete, therefore, very important for us to dig back to the knowledge of plant species used as medicine by local communities Kedang. This study aims to conserve local knowledge (indigenous knowledge) and the divertisy of medicinal plants in local communites Kedang.

This study is a descriptive qualitative study with survey methods, semi- structured interviews and questionnaires. The number of study sample of 60 respondents, consisting of traditional medicine (Molan), chairman of the indigenous villages and communities that know and use medicinal plants. Respondents were taken Kedang which includes the District 2, District and Sub Omesuri Buyasuri. Each district was taken four sample villages. Subdistrict Buyasuri village consists of: Weikoro, Rumang, Atulaleng and Panama. Subdistrict Omesuri village consists of: Normal, Walangsawa, Arrive, and Hingalamamengi.

The results of this study indicate that there are 77 kinds of medicinal plants used by, local communities Kedang. The most widely used plants as medicine is a betel (Piper betle L.) from the tribe of Piperaceae and turmeric (Curcuma domestica) from the tribe of Zingiberaceae. Type of the most treatable diseases using medicinal plants is 59% non-communicable diseases, chronic diseases 16% and infectious diseases 6%. Apart from that, herbs are also used to maintain health by 19%. Part ot the most widely used plants for medicine are the leaves, by 40%, roots 30%, fruit 12%, 4% interest, seed 4%, 2% stems, rhizomes 4% and another 4%. Public use of medicinal herbs by boiling 67%, 39% crushed, and another 4%. Local communities Kedang obtain medicinal plants from the market by buying 24%, which grows wild 45% and cultivated 45%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minarno, Eko Budi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Etnobotani; Tumbuhan Obat; Kedang; Lembata; NTT; Etnobotany; Plant Medicine
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0602 Ecology > 060207 Population Ecology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 05 Aug 2015 07:24
Last Modified: 05 Aug 2015 07:24
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/967

Actions (login required)

View Item View Item