Mitos Mbah Gusti dalam proses perkawinan perspektif al-’urf: Studi kasus Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro

Annury, El-Murtafiatul Mahmudah (2017) Mitos Mbah Gusti dalam proses perkawinan perspektif al-’urf: Studi kasus Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13210074.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Mitos Mbah Gusti yang terjadi di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro yang melarang pasangan suami istri yang baru saja menikah melewati jalan yang dianggap keramat. Masyarakat Desa Sambeng yang seluruh penduduknya beragama Islam, akan tetapi dalam agama Islam tidak ditemukan suatu larangan perkawinan yang berdasarkan atas mitos, seperti pada mitos Mbah Gusti, sehingga dalam hal ini munculah dualisme kepercayaan oleh masyarakat setempat.

Penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana pandangan masyarakat Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro terhadap mitos Mbah Gusti? 2) Apa faktor yang melatarbelakangi masyarakat elit Desa Sambeng mempertahankan mitos Mbah Gusti ini? 3) Bagaimana mitos Mbah Gusti di Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro ditinjau dari perspektif al-’Urf?. Dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian empiris, dengan menggunakan paradigma naturalistik dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan al-’Urf. Paradigma naturalistik digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan memahami makna perilaku, simbol-simbol dan beberapa fenomena yang terjadi. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari masyarakat, sedangkan pendekatan al-’Urf digunakan sebagai alat menganalisis mitos tersebut. Dalam penelitian ini, sumber data primer yang digunakan adalah informasi dari para informan, dilengkapi dengan sumber data sekunder. Pengumpulan data ditempuh dengan dua jalan, wawancara dan dokumentasi. Begitu halnya dengan teknik pengolahan data menggunakan pemeriksaan data, klasifikasi data, verifikasi data, dan analisis.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mitos Mbah Gusti dalam proses perkawinan sudah menjadi kepercayaan masyarakat setempat sejak zaman nenek moyang. Dalam penelitian ini juga digali beberapa faktor yang melatarbelakangi mitos Mbah Gusti yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Sambeng yaitu faktor internal (keyakinan diri) dan faktor eksternal yang terdiri dari faktor sosial dan tradisi. Dalam pandangan hukum Islam berdasarkan perspektif al-’Urf maka diperoleh hasil mitos Mbah Gusti menurut segi objeknya adalah termasuk al-’Urf Amali sedangkan menurut cakupannya termasuk al-’Urf al- Khash dan menurut keabsahannya mitos ini bisa masuk pada al-‘Urf Shohih dan juga al-‘Urf Fasid, semua tergantung oleh beberapa statemen.

ENGLISH:

The myth of Mbah Gusti that exists in the Village of Sambeng Kasiman Bojonegoro District which prohibits married couples who have just married pass through the road which considered sacred. Sambeng Village which is all the population is Muslim, however, in Islam there is no marriage ban based on myth, such as the myth of Mbah Gusti, therefore in this case comes the dualism of belief by the local community.

There are three research questions in this study; 1) How the villagers’ of Sambeng, Subdistrict of Kasiman, District of Bojonegoro point of view toward the myth of Mbah Gusti? 2) What is the factor of elite people to maintain the myth of Mbah Gusti? 3) How the myth of Mbah Gusti in village of Sambeng, Subdistrict of Kasiman, District of Bojonegoro viewed from the al-’Urf perspective? This research is classified as the empirical research, by using naturalistic paradigm with qualitative and al-’Urf approach.. Naturalistic paradigm used in this study with the purpose of understanding the meaning of behavior, symbols and some phenomena that occurred. Qualitative approach is used to get descriptive data in forms of written words or spoken, while the al-’Urf approach is used as a tool to analyze the myth. The primary data source in this study is information from the informants, supplemented by secondary data source. Data collection is done in two ways, interview and documentation. Likewise, with data processing techniques using data checks, data classification, data verification, and analysis.

The research result shows that Mbah Gusti myth in marriage process has become local community belief since ancient times. Although the people of Sambeng Village are Muslim, but the majority of people are still worried about the truth of the myth and the impact it has on the myth. This research also explored several factors that lie behind Mbah Gusti myth which is still maintained by the people of Sambeng Village that is internal factor (self confidence) and external factor consisting social and tradition factor. In view of Islamic law based on al-’Urf perspective then obtained the result of Mbah Gusti myth according to its terms of object is included as al-’Urf Amali while according to its coverage included as al-’Urf al-Khash and and according to their validity this myth can enter at al-' Urf Shohih and also al-' Urf Fasid, all hanging by some statement.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Mitos; Perkawinan; Myth; Marriage; Mbah Gusti
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Afib Rif'an Nashruddin
Date Deposited: 13 Mar 2018 10:01
Last Modified: 13 Mar 2018 10:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9391

Actions (login required)

View Item View Item