Weton calculation practice on a wedding ceremony in a moeslem scholar's opinion: Studi at Tortomoyo Pakis Malang

El’Arifah, Ihda Lathif (0005) Weton calculation practice on a wedding ceremony in a moeslem scholar's opinion: Studi at Tortomoyo Pakis Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
13210056.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

ENGLISH:

Tirtomoyo village is a village located in Pakis Sub District Malang Regency . Most of the population comes from the native Javanese tribes that still preserve the heritage of their ancestors. The Javanese Tribal Tradition that developed in this village is the practice of weton calculation to perform wedding ceremony. Most people still use the weton calculation tradition to look for good days in carrying out wedding ceremony. But there are a small number of people who do not use the weton calculation. They are those who have high religious knowledge, but they use weton calculations only to respect the local community. In comparing the opinion of the reason for the community regarding the practice of weton calculation, then the scholars of Malang responded about weton calculation in Islamic Law point of view.

This study aims to examine the reason of the people of Village Tirtomoyo Pakis Malang in weton calculation in wedding ceremony and to analyze the opinion of Muslim scholars of Malang City in response to weton calculation practice in wedding ceremony. This research is an empirical or field research using a qualitative approach. Data sources are primary and secondary data. Methods of data collection use interviews, documentation and observation. Data analysis method used by this research is descriptive analysis.

The results of this study indicate that: 1) there are 3 reasonsof society in doing weton calculation. The first is that the community assumes that weton calculation is use full for harmony among household and society. Secondly it aims to avoid disaster. The third reason is to preserve the relics of ancestors. 2) There are 3 opinions of scholars Malang City in response to the practice of weton calculation; the first is agree on the practice of weton calculation such kind of tradition is allowed but should compared to the hadith of the prophet about kafaah. The second point is to agree with the condition that if the calculation of weton is not suitable and want to continue to marry then with the condition of bringing cone when will akad marriage, change the name of one of the bridegroom or the condition is determined by the local village chairman. The third point is to reject the practice of weton calculation because the truth of the calculation results have not reached the degree of certainty.

INDONESIA:

Desa Tirtomoyo merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Sebagian besar penduduknya berasal dari Suku Jawa asli yang masih melestarikan budaya-budaya peninggalan para leluhur mereka. Tradisi Suku Jawa yang berkembang di desa ini yaitu praktek perhitungan weton untuk melakukan walimatul ‘urs. Sebagian besar Masyarakat masih menggunakan tradisi perhitungan weton untuk mencari hari baik dalam melaksanakan walimatul ‘urs. Namun ada sebagian kecil masyarakat yang tidak menggunakan perhitungan weton tersebut. Mereka adalah yang mempunyai ilmu pengetahuan agama tinggi, akan tetapi mereka menggunakan perhitungan weton hanya untuk menghormati masyarakat setempat. Dalam membandingkan pendapat alasan masyarakat mengenai praktek perhitungan weton maka ulama Kota Malang menanggapi tentang alasan tersebut yang ada dalam Hukum islam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alasan masyarakat Desa Tirtomoyo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dalam perhitungan weton dalam walimatul ‘urs dan untuk menganalisis pendapat para ulama muslim Kota Malang dalam menanggapi praktek perhitungan weton dalam walimatul ‘urs. Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris atau lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis data yang digunakan oleh penelitian ini adalah analisis deskriptif.

Hasil penelitian ini menunjukkan 1) alasan masyarakat dalam melakukan perhitungan weton ada tiga poin. Pertama yaitu masyarakat beranggapan bahwa alasan penggunaan weton pendapatnya bahwasanya diperbolehkan tetapi juga melihat hadits nabi tentang kafaah. karena kebenaran dari hasil perhitungan tersebut belum sampai perhitungan Poin kedua yaitu setuju dengan syarat bahwasanya apabila perhitungan weton tidak cocok dan ingin tetap melakukan pernikahan maka dengan syarat membawa tumpeng ketika akan akad nikah, mengganti nama salah satu mempelai atau syarat itu ditentukan oleh ketua adat desa setempat. Point ketiga yaitu menolak praktek perhitungan weton weton untuk kerukunan rumah tangga dan masyarakat, kedua untuk keselamatan atau menolak bala’ mengindari musibah. Alasan ketiga yaitu untuk melestarikan peninggalan leluhur atau nenek moyang terdahulu. 2) Pendapat ulama Kota Malang dalam menanggapi praktek perhitungan weton ada tiga poin, pertama yaitu setuju terhadap praktek perhitungan kepada derajat kepastian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sudirman, Sudirman
Keywords: Perhitungan Weton; Walimatul ‘Urs; Ulama; Weton Calculation; Walimatul ‘Urs; Ulama
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Afib Rif'an Nashruddin
Date Deposited: 13 Mar 2018 09:57
Last Modified: 13 Mar 2018 09:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9388

Actions (login required)

View Item View Item