Upaya pusat pelayan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak dalam mewujudkan keadilan restoratif terhadap rehabilitasi korban tindak kejahatan perkosaan: Studi Kasus di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang

Aliyah, Himmah (2017) Upaya pusat pelayan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak dalam mewujudkan keadilan restoratif terhadap rehabilitasi korban tindak kejahatan perkosaan: Studi Kasus di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13210105.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kasus kejahatan seksual perkosaan di Indonesia semakin tinggi dengan tingkat kekejaman yang semakin memburuk. Hal ini akan berdampak secara sosial ataupun psikologis bagi perempuan yang menjadi korban perkosaan. Kendati demikian, pemerintah telah menetapkan peraturan dan sanksi terhadap tindak kejahatan perkosaan, namun masih belum memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan. Disamping itu, hak-hak korban yang hilang akibat kejahatan perkosaan tidak diakomodir atau ditangani secara adil. Oleh karenanya, penelitian ini memfokuskan pada bagaimana proses pendampingan rehabilitasi korban perkosaan di P2TP2A dan bagaimana pemenuhan hak-hak korban yang dilakukan oleh pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dalam mewujudkan keadilan restoratif.

Penelitian dikatagorikan sebagai jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini, terdapat dua data yakni, data primer dan data skunder yang kemudian dilakukan dengan tehnik penelitian pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, peneliti melakukan editing, clasifying, veriying, analisis data.

Dari Hasil penelitian ini bahwa proses pendampingan rehabilitasi korban perkosaan yang dilakukan oleh P2TP2A, pertama Penerimaan atau engajuan laporan kekerasan seksual; kedua, Identifikasi dan Registrasi; ketiga, Assesmen (); keempat, Pelayanan Rehabilitasi; dan kelima, Advokasi dan Pembelaan Hukum. Selanjutnya juga dilakukan Pembinaan Mental dan Spiritual, Pembinaan Sosial dan Psikologis, dan Pembinaan Keterampilan/kreatifitas terhadap korban perkosaan. Dalam upaya mewujudkan keadilan restoratif terhadap korban perkosaan, P2TP2A tidak hanya mangandalkan pendampingan hukum positif sebagai kemaslahatan pada korbaan perkosaan, akan tetapi secara khusus pihak P2TP2A menitik beratkan pada pemulihan hak-hak korban perkosaan yang hilang dalam beberapa aspek. Pertama aspek pencegahan atau preventif; kedua aspek Litigasi; ketiga aspek terapi; dan keempat aspek rehabilitasi, sebagai usaha untuk memperoleh fungsi dan penyesuaian diri secara maksimal dan untuk mempersiapkan korban secara fisik, mental dan sosial dalam kehidupannya dimasa mendatang.

ENGLISH:

The cases of sexual crime of rape in Indonesia are increasingly high with the level of increasingly deteriorating cruelty. This case will impact socially or psychologically for women who become victims of rape. Nevertheless, the government has established regulations and sanctions against crime of rape, but still has not deterred the deterrent effect on the perpetrators. In addition, the rights of victims lost to rape crimes are not accommodated or dealt with fairly. Therefore, this study focuses on how the process of assisting rehabilitation of rape victims in P2TP2A and how P2TP2A Efforts in realizing Restorative Justice Against Rape Victims.

This Research is categorized as (field research) type using descriptive qualitative approach. Sources of data in this study, there are two data, namely, primary data and secondary data which is then done with data collection research techniques in the form of interviews and documentation. Furthermore, researchers conducted editing, clasifying, veriying, and data analysis.

The results of this study that the process of assistance rehabilitation of rape victims conducted by P2TP2A, First Acceptance or submission of reports of sexual violence. Second, Identify and Register. Third, Assessment. Fourth, Rehabilitation Services, and Fifth, Advocacy and Legal Advocacy. Then do coaching Mental and Spiritual Guidance, Social and Psychological Development, and Skill / creativity development to rape victims. In an effort to realize restorative justice for rape victims, P2TP2A not only hold positive legal assistance as a benefit to the rape, but specifically the P2TP2A focused on the restoration of the rights of rape victims lost, in the prevention or preventive aspects, the community must have awareness Socially responsive gender, establishing an effective openness of communication patterns and the inculcation of spirituality values. Both aspects of Litigation, provide legal remedy to the victim and prosecute perpetrators punished weighing in accordance with applicable law. Third aspect of therapy, returning the victim to work or busyness within the limits of his ability and social role habits, so that victims are motivated in doing things that are productive and creative. And fourth, the rehabilitation aspect, as a effort to obtain maximum function and adjustment and to prepare victims physically, mentally and socially in the future.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah
Keywords: Keadilan Restoratif; Rehabilitasi; Tindak Kejahatan Perkosaan; Restorative Justice; Rehabilitation; Rape Crime
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Taufik Handiadi
Date Deposited: 13 Mar 2018 09:42
Last Modified: 13 Mar 2018 09:42
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9376

Actions (login required)

View Item View Item